Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Sesulit Inikah Langkah Nya_...


..."semua orang mempunyai tujuan yang indah, tapi tidak semua orang mempunyai langkah yang mudah, tetap lah semangat dan yakin bahwa semua bisa di capai dengan usaha dan do'a"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


...kehidupan...


...'hari ini sesaat ku merenung...


...perjalanan terlalui...


...bagaimana ku hidup dalam suka maupun duka...


...kadang ada tetesan air mata, kadang ada senyum...


...kadang ada tawa...


...seperti sebuah aliran sungai berkelok...


...bebatuan terjal tapi juga air beriak...


...bila diri tak berbekal kebesaran jiwa...


...mungkin telah ambruk dalam putus asa...


...hasrat jiwa mati dan tak ada lagi hingga sekarang...


...namun ikuti kerapuhan tak bisa ku lakukan...


...karena itu awal kehancuran...


...sesulit bagaimana pun kehidupan ini...


...aku harus berjuang dan langkah kan kaki dengan tegap...


...tak mungkin berhenti dan mengaduh...


...ku tetap kan diri dalam ketabahan bersama ucap do'a...


...pada yang Kuasa'...


"maaf ustadz,, sebentar,, apa ustadz mau saya buat kan sesuatu, seperti teh atau kopi,, sama makanan ringan,, sambil baca buku nya,,?" tutur nya lembut dan berhasil membuat Yussuf menoleh


"boleh neng,, teh manis saja nggak masalah,, kalau bisa,, gula nya sedikit saja ya, tambah beberapa es batu,,?" jawab Yussuf


"neng juga jangan lupa seduh coklat panas,, untuk neng sendiri,," lanjut Yussuf yang mengingat sesuatu


"baiklah ustadz,, saya izin ke dapur sebentar,, assalamualaikum?" ucap nya seraya melenggang pergi


kedua kaki nya di ayunkan, namun pikiran nya tertuju pada lanjutan dari ustadz Yussuf sendiri yang berkata seduh coklat panas untuk diri nya sendiri, tunggu,, dari mana ustadz mengetahui jika diri nya memang menyukai coklat panas, hhh,, pasti kak Nisa atau Arsen yang memberi tahukan hal ini, bukan tanpa alasan atau bahkan berprasangka buruk terhadap kedua saudaran nya itu, namun memang pada kenyataan nya, kedua nya memang selalu memberi tahu kan apa pun mengenai nya pada suami nya sebelum nya


"kamu sedang apa sayang?" pertanyaan itu terdengar di kedua indera pendengaran nya di kala diri nya masih membuat dan menyeduh kan dua minuman, dan membuat nya menjeda sebentar kemudian menoleh ke belakang yang menampilkan Umi yang tengah tersenyum hangat pada nya


"hmm,, Liza sedang menyeduh teh dan coklat panas Umi,, apa Umi mau Liza seduh kan juga?" tutur nya


"hmm,, makasih sayang, tapi nggak apa apa,, nggak perlu juga,, bagaimana dengan demam suami kamu, apa kah demam nya mereda?" tanya Umi


"hmm,, Liza kurang tahu juga ya Umi,, seperti nya sudah mereda, karena tadi juga ustadz menjadi imam shalat shubuh nya Liza Umi" jawab nya saat sudah selesai dengan aktivitas nya


"oh,, baiklah nak, mungkin memang membaik demam nya,, tapi biasa nya kalau sakit dia suka lama sebelum nya, jadi Umi tanya kan juga sama kamu,, eh iya,, semalam Abi sama Umi membawa kue kering,, berbahan dasar coklat gitu,, seperti nya akan cocok jika menemani minuman yang sudah kamu buat itu Za,," tutur Umi menawar kan


"tapi,, Umi Abi sama Ratih sudah memakan nya,, takut nya jika Liza bawa semua nya Abi Umi sama Ratih belum memakan nya,,?" tutur nya yang merasa tak enak


"tidak apa apa nak, Umi sudah sisih kan untuk Abi sama Ratih, ini untuk kalian, di makan ya?" tutur Umi lagi


"b,, baiklah Umi,, terima kasih?" ucap nya


"nggak masalah nak,, akh iya,, Umi melihat mu di sini, jadi Umi ke sini, mau pamit sama kamu,, Umi mau mendampingi Abi rapat,, tolong sampai kan pada suami mu ya nak,, Umi Abi ada rapat sesama guru bimbingan pesantren di madrasah?" tutur Umi berpamitan


"baiklah Umi,, Umi sama Abi hati hati,, nanti Liza sampai kan" jawab nya yang melihat Umi yang mulai melenggang pergi setelah mendengar penuturan nya, pergi bersama Abi yang sudah menunggu di luar rumah


...***...


seiring dengan langkah kaki yang tengah mengayun ke arah kamar, hati nya kian merasa tidak nyaman, entah apa maksud dari semua ini, namun diri nya merasa ada yang aneh dari semua nya


"assalamualaikum,, di minum teh nya ustadz?" ucap nya seraya meletakkan nampan tersebut di atas nakas samping Yussuf, membuat Yussuf tersenyum saat menoleh sekilas ke arah nya


"waalaikum salam warahmatullah,, bentar ya neng,, ini tanggung?" jawab Yussuf sambil tersenyum


"iya ustadz,, tidak masalah,, hanya saja,,," tutur nya yang menggantung, ragu antara melanjut kan kata kata nya atau kah tidak, pasal nya sang ustadz kini masih membaca buku di pangkuan nya


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Yussuf lagi lagi tersenyum dan menoleh ke arah nya, kemudian memandang wajah nya yang masih terlihat ragu


"hanya saja apa hmm,, ada yang mau neng bicara kan sama aa',, apa?" tanya Yussuf seraya menarik lembut tangan kini nya, membuat nya terduduk di hadapan Yussuf


"emm,, tadi saya bertemu dengan Umi di dapur, Umi pamit,, kata nya mendampingi Abi untuk rapat sesama guru bimbingan pesantren di madrasah ustadz,, jadi Umi sama Abi pergi,," tutur nya menjelaskan, dan di dengar kan dengan seksama oleh Yussuf sendiri


"hmm,, begitu,, baiklah,, mungkin rapat kejadian beberapa hari lalu,, eh,, tapi ini kok ada kue,, neng buat juga tadi?" tanya Yussuf saat akan meminum teh yang ada di atas nakas


"tidak ustadz,, itu pemberian dari Umi tadi, Umi sama Abi yang membawa nya semalam,, jadi,," tutur nya


"hmm,, baiklah,, aa' kira kue kering ini buatan neng,, aa' minum teh nya ya neng,,?" ucap Yussuf seraya mengambil cangkir yang berisi teh


"iya ustadz,, silahkan" jawab nya


"aa' minum teh nggak ada teman neng,, neng juga minum coklat panas nya sekarang ya,, temani aa' di sini saja?" tutur Yussuf seraya menyesap teh


"e',, b,, baiklah ustadz,," jawab nya


beberapa saat setelah nya


"m,, maaf ustadz,,?" ucap nya tiba tiba, saat Yussuf kembali memokuskan perhatian pada buku harian nya kembali


"iya neng,, ada apa?" jawab Yussuf yang di akhiri dengan pertanyaan dan senyuman ke arah nya juga


"emm,, anu,, emm,, apa,," tanya nya dengan ragu dan sekaligus gugup karena tak henti nya mendapat kan tatapan dari laki laki di depan nya ini saat diri nya memanggil nya


"ada apa neng,, apa ada yang mau neng tanya kan sama aa', bertanya lah" imbuh Yussuf


"apa ustadz senang membaca,,?" pertanyaan yang berhasil membuat yang di tanya tersenyum penuh arti dan memandangi buku harian nya dengan seksama


"hmm,, entah mengapa,, aa' senang membaca nya neng,, seperti nya neng memang suka menulis juga ya,, tulisan nya penuh makna,, aa' suka ini,," tutur Yussuf dengan berbisik lembut


"b,, bukan begitu ustadz,, hanya saja,, ustadz harus beristirahat,, agar badan nya bisa pulih lagi,, maaf,, semalam demam,, jadi saya kompres,, apa sekarang masih panas?" tanya nya dengan cepat, membuat Yussuf lagi lagi tersenyum


"ustadz cek dulu saja,," jawab nya dengan memalingkan pandangan nya sambil terus menunduk


"hmm,, tangan aa' sedang memegang buku nya neng, aa' nggak bisa melakukan nya sendiri" jawab Yussuf sambil tersenyum dan semakin membuat nya gugup


"t,, tapi,," penuturan nya yang sengaja di gantung, penuh keraguan antara menyentuh kening sang suami atau kah tidak


"hhh,, saya,, saya izin ustadz?" ucap nya dengan ragu dan gugup


"ya,, setelah kita menikah,, neng boleh melakukan apa pun bersama aa',, jadi,, lakukan lah,," jawab Yussuf lagi


diri nya yang merasa ragu kini mulai kembali menyentuh kening suami nya, merasa kan jika demam yang di rasa suami nya sudah tidak ada, dan kembali menurun kan tangan kanan nya


"apa menurut neng aa' masih demam,,?" tanya Yussuf sambil terus merasa senang saat membaca buku harian istri nya ini


"emm,, entah,, namun panas nya sudah mereda,, apa ustadz masih merasa,, pusing?" tanya nya


"hmm,, seperti nya aa' sudah sembuh total berkat neng yang rawat,, jadi langsung sembuh,, oh,, neng kompres kening nya aa' semalam,, kalau tahu gitu,, kenapa neng tidak membangun kan aa' saja semalam,, itu pasti melelahkan,, gadang sendirian,, aa' nggak tega lihat nya" jawab Yussuf


"tidak apa apa ustadz,, saya izin juga untuk yang semalam,, saya tidak tahu jika ustadz memang merasa pusing" jawab nya, sekarang saja merasa di buat benar benar gugup, jika saja semalam ustadz memang tahu kening nya di kompres, bisa bisa jantung nya berpesta di dalam, pikir nya


"tidak masalah neng,, terima kasih banyak ya,,?" ucap Yussuf lagi


"nggak masalah ustadz,," jawab nya


...'hijrah cinta'...


...'ku tinggal kan dia demi DIA...


...dan ku ikhlas kan dia demi cinta kepada-NYA...


...ku kuat kan keyakinan ku bahwa sang maha cinta...


...telah menyiapkan seseorang hingga aku tak perlu mengkhawatirkan nya...


...juga di tangan-NYA ku lebih percaya...


...bahwa semua nya akan terjaga pada tempat nya'...


...,,pantas kah diri ini,,...


...'Ku datangi sebuah cermin...


...Tampak lah sosok yang sudah lama ku kenal...


...Dan sangat sering ku lihat...


...Namun aneh,,, sesungguhnya aku belum...


...Mengenal siapa yang ku lihat...


...Tatkala ku tatap wajah,,,...


...Hati ku bertanya,, apakah wajah ini yang kelak...


...Akan bercahaya dan bersinar indah di syurga sana??...


...Atau kah wajah ini yang hangus lebam di neraka jahanam??...


...Tatkala ku tatap mata,,,...


...Hati ku bertanya,, apakah mata ini yang akan menatap Allah, menatap Rasulullah,, dan kekasih kekasih Allah kelak??...


...Atau kah mata ini yang terbeliak,, melotot,, terburai menatap neraka jahanam??...


...Akan kah mata penuh maksiat ini akan menyelamat kan,,,??...


...Wahai mata,, apa gerangan yang kau tatap selama ini??...


...Tatkala ku tatap mulut,,,...


...Hati ku bertanya,, apakah mulut ini yang kelak mendesah penuh kerinduan mengucap لا اله الا الي الله saat malaikat menjemput??...


...Atau kah menjadi mulut yang menganga dengan lidah menjulur,, dengan lengkingan jerit pilu,, yang mencopot sendi sendi yang mendengar??...


...Apakah gerangan yang kau ucapkan wahai mulut yang malang?? Berapa banyak dusta yang kau ucapkan?? Berapa banyak hati yang remuk dengan sayatan pisau kata katamu yang mengiris tajam??...


...Berapa banyak kata kata semanis madu yang palsu yang kau ucapkan untuk menipu??...


...Berapa sering kau berkata jujur??...


...Berapa langkah nya kau dengan syahdu memohon agar Allah mengampuni mu??...


...Tatkala ku tatap tubuh ku,,,...


...Apakah tubuh ini yang kelak menyala penuh cahaya bersinar,, bersukacita dan bercengkrama di syurga??...


...Atau kah tubuh yang akan tercabik cabik hancur mendidih dalam lahar neraka jahanam,, terpasung tanpa ampun,, menderita yang tak akan pernah berakhir??...


...Wahai tubuh,,,...


...Berapa banyak maksiat yang telah kau lakukan??...


...Berapa banyak orang orang yang kau dzalimi dengan tubuh mu?...


...Berapa banyak hamba hamba yang lemah yang kau tindas dengan kekuatan mu??...


...Berapa banyak perindu penolong yang kau acuh kan tanpa peduli,, padahal engkau mampu??...


...Berapa banyak hal hak yang kau rampas??...


...Dan ternyata,, hati mu tak seindah penampilan mu,,...


...Berapa banyak pujian yang terhampat hanyalah memuji penampilan mu??...


membaca catatan demi catatan yang di ketahui di tulis oleh sang istri,, kini berhasil membuat Yussuf sendiri merasa senang,, tidak berbohong,, laki laki ini benar benar merasa senang,, entah rasa apa kah itu,, namun setiap membaca nya,, rasa nya hati nya kian berbunga, seperti ada ribuan kupu kupu yang berterbangan dalam perut nya,,


mulai tak menyangka jika sang istri yang di kenal sebagai sosok pemalu kini mempunyai kelebihan yang cukup unik, tulisan yang di baca pun banyak mengandung makna,, selain itu juga benar benar puitis,, membuat siapa saja pasti akan merasa senang jika memahami isi di dalam nya


pantas sang istri tidak pernah menunjukkan nya pada siapa pun, selain diri nya seperti saat ini, tidak heran,, Yussuf sendiri pun yang melihat dan membaca nya membuat rasa kagum nya pada istri nya menjadi berkali kali lipat sekarang


_Assalamualiakum Zahra_


Rabu, 23 Agustus 2023