Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Mari Sama Sama Membuka Lembaran Baru_...


..."tanpa rasa sakit kita tidak akan pernah belajar menjadi kuat, tanpa rasa kecewa kita tidak akan tumbuh menjadi dewasa, dan tanpa rasa kehilangan kita tidak akan pernah bisa memahami arti penting nya memiliki,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_ ...


di sini lah kedua nya berdiri, di depan sebuah rumah dua tingkat yang terlihat minimalis, rumah yang di dominasi dengan cat berwarna putih dan biru navy, dengan taman yang indah di depan nya, kolam ikan kecil yang terdapat air mancur di tengah nya, juga susunan paving blok yang membuat jalan ke arah pintu utama rumah ini,, hal yang membingungkan bagi diri nya yang masih berdiri terpaku di samping sang suami


"ayo masuk neng?" ajak Yussuf seraya menoleh dan tersenyum menatap nya yang masih terdiam


"assalamualaina wa'alaa ibadikassolihin" ucap Yussuf saat kedua nya tengah melewati pintu rumah utama


"ini,, ini rumah siapa ustadz?" bukan nya menurut, diri nya kini malah tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya lagi sekarang


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Yussuf tersendiri tersenyum di kala menatap wajah nya


"neng akan segera mengetahui nya,, sekarang kita masuk dulu,, neng pasti capek karena perjalanan hmm?" ajak Yussuf lagi seraya mengulurkan tangan ke arah nya, membuat nya mau tidak mau meraih dan memegang tangan atas sang suami meski masih dengan ragu


kedua nya terlihat berjalan beriringan memasuki rumah yang bahkan belum di ketahui rumah siapa oleh nya, namun melihat keterdiaman nya sejak tadi,, kini berhasil membuat Yussuf lagi lagi tersenyum dan mengelus lembut tangan nya yang masih memegangi lengan laki laki ini


memasuki rumah yang berhasil membuat nya bingung kini malah semakin bingung,, rumah nya memang terlihat nyaman,, mulai memasuki ruang tamu yang terdapat sofa yang mengelilingi meja di tengah nya, di alas kan dengan karpet merah dan masing masing nakas di ujung sofa, juga terdapat telepon rumah di salah satu meja nakas nya


terdapat lemari kristal yang di isi dengan berbagai hiasan seperti miniatur becak, miniatur menara Eiffel, piring hias, juga masih banyak lagi, namun yang benar benar berhasil membuat nya terpaku adalah,, mengapa foto ijab Qabul nya juga terpajang di sini? pikir nya


"ini ruang tamu nya neng,, tapi kita tidak beristirahat di sini, kita akan beristirahat di ruang keluarga saja, agar lebih nyaman,," jelas Yussuf sambil terus tersenyum ke arah nya


mendengar nya hanya membuat nya mengangguk patuh saja,, dan mengiringi ke mana langkah sang suami tertuju


hingga kedua nya pun sampai di ruang keluarga, terlihat dari pajangan yang tersusun rapi di ruangan ini, terlihat sofa yang sama dengan yang ada di ruang tamu,, namun dengan motif dan warna yang berbeda, karpet yang menjadi alas nya pun di ruang keluarga ini berwarna biru navy, berbeda dengan karpet yang menggelar di ruang tamu, hal yang sama, terdapat lemari kristal yang berukuran lebih besar dari yang ada di ruang tamu, isi nya pun berbeda, dari piring klasik, meski dengan foto pajangan berupa foto keluarga saat acara resepsi berlangsung, dan lain nya


"ayo duduk neng,, neng pasti merasa capek,, mau minum apa,, biar aa' ambil kan?" tutur Yussuf yang masih melihat nya berdiri


mendengar hal itu kini berhasil membuat Yussuf semakin mengembangkan senyuman menawan nya


"hmm,, baiklah,, akan aa' jelas kan,, sini,, duduk dulu?" ajak Yussuf seraya duduk dan di ikuti juga oleh nya


kedua nya terlihat duduk berdampingan sekarang, dengan diri nya yang terus menerus tertunduk dan Yussuf tak henti nya terus tersenyum ke arah nya, puas melihat sang istri merasa penasaran


"sebenar nya ini rumah kita neng,, rumah aa',, namun sekarang aa' sudah punya neng,, jadi mulai sekarang,, sudah resmi jadi rumah kita,, ada 15 ruangan di sini, dengan 4 kamar, dua kamar di lantai atas, dan dua kamar di lantai bawah, di lantai bawah, selain dua kamar juga ada satu ruang tamu yang tadi kita lalui, dan satu ruang keluarga,, ini,, satu ruang garasi,, satu ruang makan,, dua dapur, yaitu dapur kotor tempat mencuci pakaian, dan dapur bersih,, tempat neng bisa memasak, juga dua kamar kecil,,


ada beberapa ruangan juga di lantai atas,, selain dua kamar,, ada satu ruang kerja aa',, satu ruang olah raga,, satu perpustakaan pribadi,, juga balkon,, dan kamar kecil di masing masing kamar,," jelas Yussuf yang jelas saja membuat nya cukup terkejut dan tercengang


"ma,, maaf ustadz,, tidak kah ustadz berpikir,, jika rumah ini terlalu besar untuk ustadz juga saya sendiri,, bukan saya merasa keberatan perihal kebersihan, hanya saja,, tidak kah rumah sebesar ini akan membawa kesunyian,, jika hanya ustadz dan saya yang menempati nya?" tutur nya yang membuat Yussuf tersenyum lagi


"hmm,, insya Allah kita tidak akan merasa kesepian atau kesunyian neng,, jika nanti nya kita akan mempunyai anak,, tidak akan terlalu besar,, insya Allah,, ini akan cukup,, untuk keluarga kecil kita nanti nya,," jawab Yussuf yang menurut nya terdengar sedikit ambigu


"baiklah neng,, seperti nya neng merasa capek sekarang,, kini langsung istirahat saja di kamar utama ya, kamar nya ada di lantai atas,, ayo,, biar aa' tunjukkan,, mau minum terlebih dahulu atau bagaimana neng?" ajak Yussuf seraya berdiri


"kalau neng mau minum dulu,, biar aa' ambil kan terlebih dahulu di dapur?" tanya Yussuf lagi


"tidak apa ustadz,, terima kasih,, tapi tidak usah sekarang,," jawab nya yang seraya ikut berdiri dan mulai berjalan menyamai langkah kaki Yussuf yang menaiki anak tangga


"kamar utama nya yang ini ya neng,, silahkan masuk,,?" tutur Yussuf seraya membuka kamar dengan ukuran yang cukup besar


"di sini ada empat ruangan ya neng,, selain kamar juga ada ruang kamar kecil,, mushalla kecil,, ruang ganti,, sama balkon yang mengarah ke taman belakang rumah,," jelas Yussuf lagi


mulai menyapukan pandangan nya menelusuri penjuru ruangan kamar ini, kamar yang di dominasi warna abu abu dan putih, dengan tempat tidur yang berukuran lebih besar dari yang dimiliki nya di rumah Bunda, tirai berwarna abu abu yang menjuntai dari setiap ujung jendela, jangan lupakan dengan tirai yang terpasang di setiap tiang pada setiap ujung tempat tidur kedua nya, juga terdapat meja nakas berwarna putih di masing masing samping tempat tidur, juga lemari sliding door yang menyatu dengan dinding, terdapat cermin memanjang ke bawah di bagian depan lemari


_Assalamualaikum Zahra_


Sabtu, 26 Agustus 2023