Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Di Pekat Malam_...


..."kebanyakan orang selalu mengartikan kebahagiaan sebagai memiliki,, punya keluarga,, rumah,, mobil,, dan uang,, tapi kebahagiaan sesungguh nya adalah hidup tanpa beban,, tanpa rasa sakit,, dan tanpa bencana,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


niat nya akan sampai di rumah setelah ashar,, namun itu hanya lah sebuah niat,, pada kenyataan nya,, Khaliza dan Yussuf,, kedua nya sama sama terjebak macet hingga berakhir malam ini kedua nya masih di jalan menuju pulang 


"maaf Bund,, kakak sama aa' terjebak macet,, jalanan padat banget di sini,,?" ucap nya pada panggilan suara dengan Bunda


"tapi kakak sama Yussuf baik baik saja kan,, nggak ada yang terjadi apa pun di antar kalian kan,,?" tanya Bunda


"alhamdulillaah Bund,, kakak sama aa' baik baik saja,, hanya saja,, jalanan macet banget,, entah apa yang sedang terjadi di depan sana,, mana sudah malam juga,," jawab nya 


"syukur lah jika kalian nggak apa apa,, Bunda lega mendengar nya nak,, tidak apa,, sudah semalam ini,, sebaik nya kalian tidur dan mencari hotel saja,, kasihan juga menantu Bunda jika dia terus memaksa kan diri untuk terus menyetir,, bisa sakit semua badan nya,," nasihat Bunda yang di tanggapi anggukan dari nya meski tidak dapat di lihat oleh Bunda 


"eem,, iya Bund,, nanti kakak bilang sama aa',, Bunda sama semua nya sudah makan,,?" tanya nya 


"alhamdulillaah sayang,, kita semua sudah makan malam bersama di sini,, ini masih berkumpul karena menunggu kabar dari kalian,, jadi belum pada ke kamar masing masing,," jawab Bunda


"ya Allah Bund,, maaf banget ya Bund,, bukan nya kakak ulur waktu untuk memberi kan kabar ke rumah,, hanya saja,, di sini kakak sulit juga dapat sinyal tadi,, jadi nya baru memberi kabar ke rumah,," tutur nya yang merasa bersalah,, mendapat lirikan mata dari Yussuf di samping nya yang masih memegang setir


"iya kak,, nggak masalah,, lagi pula,, ini juga bukan kakak yang mau bukan,, jadi nggak masalah nak,," jawab Bunda 


"ya sudah kak,, sudah malam,, besok kakak bisa pulang kan ke rumah,, nggak masalah kak,, nggak perlu di paksa kan jika belum bisa,, kasihan Yussuf,, kalian jangan lupa segera istirahat jika sudah sampai di hotel atau penginapan ya kak,,?" peringat Bunda 


"hmm,, iya Bund,, kakak akan segera beristirahat nanti nya,, Bunda Ayah sama yang lain nya juga segera lah beristirahat,, insya Allah,, besok kakak pulang,, semoga saja macet nya sudah reda,," jawab nya 


"iya nak,, ingat,, tetap lah berhati hati,, Bunda tutup dulu panggilan nya,, jika ada apa apa lagi jangan lupa untuk selalu mengabari rumah ya nak,, assalamualaikum,,?" ucap Bunda 


"iya Bund,, Bunda tenang saja,, waalaikum salam warahmatullah,," jawab nya seraya menutup panggilan dan memati kan ponsel nya,, kembali menyimpan benda pipih itu di dalam tas selempang nya 


"dari Bunda ya neng,, Bunda bilang apa saja sama neng,,?" tanya Yussuf yang melihat nya menyimpan ponsel nya dan beralih memandangi jalanan yang padat di hadapan kedua nya


"kata Bunda,, malam ini aa' tidak perlu memaksa kan diri untuk terus menyetir mobil,, kita menginap saja di hotel,, atau sejenis penginapan gitu di sekitar sini,, seperti nya,, Bunda Ayah sama yang lain nya juga akan segera beristirahat,," tutur nya yang membuat Yussuf tersenyum simpul


"hmm,, begitu kah neng,, Masya Allah,, punya mertua pengertian sekali,," jawab Yussuf dengan takjub 


"ehm,, tadi nya Bunda khawatir a',, orang di rumah juga masih ngumpul,, nunggu kabar dari neng sama aa',, tapi nggak ada yang bisa di kabari,, karena sinyal nya juga kurang bagus,," lanjut nya 


"hmm,, iya juga si neng,, sinyal di area sini memang terbilang cukup sulit di dapat,, jadi jika aa' dulu ke sini langsung lupa kan ponsel,, simpan ponsel nya sejenak,, setelah nya,, baru kita bisa kembali lagi pegang ponsel,," jelas Yussuf 


"hmm,, sendiri neng,, jika pikiran aa' mumet,, aa' akan ke sini untuk menenang kan diri dan pikiran,, sebenar nya jauh juga sama hotel atau semacam penginapan gitu,, tapi aa' ada bangun rumah kecil kecilan di sekitar sini,, kita ke sana saja ya,,?" jelas Yussuf seraya menoleh dan menatap ke arah nya 


"b,, boleh a',," jawab nya yang perlahan mulai kembali menunduk kan pandangan dan kepala nya 


'astaghfirullah,, ya Allah,, menyadari tatapan dari aa',, kenapa berhasil membuat detak jantung saya tidak karuan,, his,, kenapa juga aa' menatap ku sampai seperti itu,, astaghfirullahaladzim,,' batin nya dengan kedua mata yang terpejam 


"kenapa neng,, apa ada yang salah,,?" tanya Yussuf seraya mengelus lembut tangan kanan nya dengan pelan,, dan membuat nya cukup tersadar 


"astaghfirullah,, a',, emm,, nggak apa apa a',, neng baik baik saja,, maaf,,?" ucap nya sontak saja menarik tangan kanan nya hingg terlepas dari elusan lembut Yussuf,, membuat Yussuf mengerut kan kening heran 


'aa' nya nggak ada masalah,, hanya saja,, detak jantung neng yang sering kali membuat neng merasa sulit untuk sekedar mengendalikan nya,,' batin nya seraya mengelus lengan tangan kanan atas nya dengan tangan kiri nya,, membuat Yussuf tersenyum dan mengangguk


"neng pasti kedinginan ya,, udara malam di sini memang terbilang cukup dingin neng,, tapi,," tutur Yussuf seraya tangan kiri yang meraba kursi penumpang di belakang,, dan mengambil kan nya sesuatu "neng bisa mengenakan ini terlebih dahulu untuk sementara,," lanjut Yussuf seraya mengulur kan tangan kanan dan memberi kan mantel pada nya yang sudah jelas merasa tidak karuan 


"emm,, terima kasih a',,?" ucap nya seraya menerima pemberian dari sang suami namun masih dengan menunduk dalam 


"astaghfirullah,," sontak nya di kala merasa tarikan pada tangan yang hendak mengambil uluran tersebut dan membuat nya refleks menoleh ke arah Yussuf


"kenapa sejak tadi nunduk terus hmm,,?" tanya Yussuf dengan tersenyum dan menggenggam tangan kanan nya yang sempat di tarik 


"e,, itu,, neng,, neng nggak apa apa a',, neng baik baik saja,," jawab nya dengan sedikit rasa gugup "sebaik nya,, aa' fokus menyetir saja,, tidak baik mengalihkan perhatian saat sedang dalam perjalanan seperti ini,," tutur nya mengingat kan 


"hmm,, benar juga apa yang di kata kan neng,, baiklah,, aa' berani seperti ini karena sedang macet neng,, mana berani aa' membawa istri sendiri celaka jika jalanan normal,," jawab Yussuf yang mulai melepas kan tangan dari tangan nya 


...***...


kedua nya kini sudah sampai di danau,, beberapa menit yang lalu,, rupa nya apa yang telah di kata kan oleh Yussuf benar ada nya,, bukti nya rumah minimalis ini tanpa cahaya penerangan dari listrik,, hanya lentera yang menjadi penerang antara kedua nya,, rumah minimalis yang di desain dari bambu dan batang pohon kayu jati,, yang di buat sedemikian rupa indah nya,, namun rupa nya rumah dengan satu tingkat ini memiliki kenyamanan yang tinggi,, meski tidak ada televisi,, sofa atau lemari kristal,, semua barang di sini nyaris di dominasi berbahan dasar kayu saja,, benar benar model rumah zaman dulu saja,, yang bahkan mungkin bisa membuat nya mengingat kehadiran sang kakek yang pernah muncul di dalam mimpi nya untuk memberi petunjuk dari segala tanya nya 


"maaf ya neng,, aa' hanya memiliki rumah ini di sini,, kala itu,, aa' masih lajang,, pikiran aa' juga masih labil,, jadi tidak berpikir panjang untuk mendesain rumah lebih besar dari ini,,?" ucap Yussuf saat melihat nya menyapu kan pandangan nya 


"hmm,, tidak masalah a',, sudah ada tempat untuk bermalam saja,, neng sudah bersyukur,, ini sudah lebih dari cukup,," mendengar ucapan dari Yussuf,, sontak diri nya terhenti dari berjalan dan memandangi wajah sang suami dengan tatapan teduh nya sambil tersenyum


"hmm,, syukur lah jika neng tidak keberatan dengan ini,, ini,, ini tempat rahasia aa',, tidak ada yang tahu tempat ini kecuali aa' sama Allah saja,, dan sekarang,, neng juga mengetahui nya,, aa' harap,, neng akan betah tinggal di sini,,?" tutur Yussuf yang membuat nya mengangguk 


"ya sudah,, mari neng,, biar aa' tunjukkan letak kamar kita,, di sebelah sini,,?" ajak Yussuf yang lagi lagi hanya mendapat kan anggukan saja dari nya sebagai jawaban


_Assalamualaikum Zahra_


Senin,, 2 Oktober 2023