Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Pacaran Halal_...


..."ketika do'a yang ku langit kan selalu ku yakin kan,, di sana lah harapan mulai muncul,, dan kenyataan,, kini datang,, membawa kebahagiaan,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


dini hari,, Yussuf terbangun dari tidur,, menyuguhkan wajah sang istri yang masih tertidur dengan nyenyak,, wajah asri tanpa sehelai benang pun pada wajah nya membuat Yussuf tersenyum simpul memandangi nya,, sungguh benar benar merasa beruntung Yussuf bisa mendapat kan nya sebagai istri,,


dalam hati laki laki ini tahu,, jika sang istri benar benar memiliki rasa malu dan sebuah ketakutan yang cukup tinggi juga tidak bisa di hindari tentu nya,, hingga mungkin itu lah yang membuat nya berkata,, jika diri nya sudah tidak p*r*w*n lagi malam itu,,


namun rasa yang hinggap dalam hati,, rupa nya tak bisa juga Yussuf hindari,, hingga laki laki ini berniat untuk membuktikan nya pada sang istri,, jika sang istri masih murni seorang p*r*w*n,,


laki laki ini bahkan sepenuh nya sadar,, jika mungkin sang istri belum siap untuk bisa melayani dia,, namun dengan hadir nya rasa itu lah bisa mengendali kan semua nya,, karena itu dia pun berharap,, perlakuan nya malam itu tidak membuat nya merasa sakit bahkan tersiksa karena ulah nya


kata kan,, laki laki mana yang tidak akan terpancing,, di kala melihat istri yang patuh meski tanpa menebar pesona,, namun dengan harga diri yang tinggi seperti nya,, sulit di taklukkan,, laki laki mana yang tidak akan terpancing,, jika melihat istri yang selalu tertutup,, hingga membuat nya cukup penasaran karena sudah lama tidak melihat wajah asli nya saja,, mungkin memang ada,, namun itu bukan Yussuf,, karena Yussuf adalah laki laki dewasa yang bisa saja terpancing jika berhubungan dengan sang istri,, apa lagi istri nya se pemalu Khaliza,,


terus memandangi wajah teduh nya,, hingga kedua mata tajam itu pun kembali tertutup dengan sengaja,, di kala melihat sang istri yang tampak nya akan terbangun juga,, terlihat dari mata nya yang mengerjap dalam tidur nya


Khaliza,, diri nya terbangun dari tidur panjang nya,, samar samar kedua mata meneduhkan itu terbuka,, hingga diri nya pun bisa dengan jelas melihat apa yang ada di depan mata nya,,


tunggu,, mengapa baru terbangun saja diri nya sudah berada di posisi seperti itu,, pasal nya,, tangan kiri nya yang sudah memeluk pinggang kanan Yussuf,, dan tangan kiri Yussuf yang menjadi bantalan bagi kepala nya,, juga tangan kanan Yussuf yang berada di,, pinggang kiri nya,, memeluk nya dengan lembut namun tegas,, seakan tidak ingin di lepas


dengan posisi seperti ini diri nya bisa mengetahui jika diri nya memang sudah melewat kan malam yang panjang bersama dengan sang suami,, bukan tanpa alasan,, pasal nya diri nya yang tengah memeluk Yussuf pun dapat mengetahui,, jika kedua nya,, sama sama sedang tidak mengenakan,, busana


saat di mana Yussuf sudah menyelesaikan urusan,, membuat nya hendak tertidur dengan membelakangi Yussuf namun Yussuf sendiri yang menarik tangan nya agar diri nya tidak tidur dengan posisi membelakangi Yussuf,, memeluk erat tubuh nya dengan lembut hingga berakhir seperti ini


menyadari hal itu,, kini berhasil membuat nya kembali memejamkan kedua mata nya dengan erat,, mencoba berpikir dan menerka,, entah apa yang harus diri nya lakukan setelah ini,, bahkan rasa malu itu masih saja hinggap dalam diri nya,, rupa nya rasa malu yang teramat itu sulit di usir nya,, harus kah diri nya menghindar dari Yussuf lagi,, atau kah,, diri nya yang kembali terdiam dalam tundukan kepala nya lagi,, akh,, jika itu memang terjadi,, apa kah hal itu tidak akan membuat nya terasa aneh,, karena sebelum nya diri nya memang sudah tidak menundukkan kepala dan pandangan nya lagi dari suami nya ini,,


"emm,, mungkin,, aa' memang tidak bisa mendengar nya,, namun,, maaf,, jika neng,, cukup lancang sebelum nya,, terutama,, karena hal ini,, bukan neng bermaksud,, untuk menunda nya,, hanya saja,, hal ini masih terasa,, terlalu besar,, untuk neng,, jalani,,


tidak juga,, neng menolak aa',, neng tidak,, melakukan hal itu,, karena,, neng tahu,, apa konsekuensi yang akan,, neng dapat kan,, jika neng,, melakukan hal itu,,


tidak mengapa a',, insya Allah,, neng ikhlas memberikan nya,, untuk aa',, hhh,, maaf,, jika neng memang salah di sini,, karena,, tidak seharus nya,, neng menyembunyikan,, semua rasa malu neng,, dari aa',, seharus nya,, neng dapat membuka pembicaraan,, mengenai hal ini,, dan berbicara,, juga berdiskusi,, bersama dengan aa',," tutur nya yang terbata,, terlihat jelas kegugupan yang ada dalam diri nya,, dengan menoleh sekilas ke arah wajah Yussuf dan kemudian kembali menunduk dengan kedua mata yang terpejam,, tak berani menatap apa yang tersuguh di hadapan nya


ya,, Yussuf yang memang mempunyai tubuh yang lebih tinggi dari pada tubuh nya,, kini membuat nya berhadapan langsung dengan dada bidang milik Yussuf,, dada bidang yang lebar dan putih bersih,, namun entah lah,, diri nya bahkan tidak berani hanya untuk sekedar menatap apa yang tersuguh di hadapan nya ini,, rasa nya,, akh,, rasa nya benar benar sulit di jelas kan


Yussuf yang mendengar setiap penuturan dari nya yang terkesan lembut pun tidak bisa menahan senyum dalam diam,, namun masih belum di sadari oleh nya yang jelas saja sudah memperbaiki posisi ke posisi semula


dengan perlahan tapi pasti,, Yussuf pun merendah kan kepala dan berhenti tepat pada puncak kepala nya "hmm,, tidak apa sayang,, aku mengerti,," bisik Yussuf tepat,, di atas ubun ubun nya,, dengan menumpu dagu di atas ubun ubun nya,, tanpa membuka kedua mata,, namun sangat sukses membuat nya yang mendengar benar benar terkejut


"hmm,, tidak apa sayang,, kini aku mengerti,, dengan apa yang kamu alami,, mungkin rasa itu memang sulit,, untuk kamu kendali kan,, namun ketahui lah,, sekarang,, ada aku yang akan selalu ada di samping mu,, aku,, akan selalu berusaha,, untuk tetap berada di samping mu,, jangan sungkan,, untuk selalu berbagi apa,, yang telah kamu alami,, entah pahit,, atau manis,, entah penderitaan,, atau kebahagiaan hmm,,?" lanjut Yussuf seraya menurun kan tangan kiri ke arah lengan nya,, kemudian dengan tangan kanan yang mengusap lembut punggung nya


_Assalamualaikum Zahra_


Senin,, 16 Oktober 2023