
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Rahasia Hati II_...
..."kamu tidak perlu tahu, seberapa berat luka yang aku bawa, dan seberapa besar harapan yang sirna"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
Jum'at, 05 Muharram, pukul 08.30
Hari-H pernikahan nya di Jakarta
di sini lah diri nya berada, terduduk di depan meja rias, dengan hanya memandangi wajah nya yang sudah di rias pengantin oleh pihak WO, dengan balutan niqab dan dengan hanya di temani oleh Khanaya, Alia, Syakira, Hanna, dan juga Alfi di dalam kamar hotel
"kamu yang tenang ya Kha, semua nya akan baik baik saja, percaya lah?" tutur Lia yang melihat nya gugup, diri nya pun hanya bisa mengangguk dengan lesu
"assalamualaikum?" ucap laki laki lajang dengan balutan jas hitam nya tengah berdiri dengan gagah di bingkai pintu sana
"kak, apa kah kakak merasa baik baik saja, rombongan calon kakak ipar sudah datang, sebentar lagi ijab Qabul akan segera di mulai?" tutur Arsen yang terlihat menghampiri nya yang hanya mampu menunduk dalam
"nanti Ayah dan Bunda sendiri yang akan menjemput dan mengantar kan kakak pada kakak ipar, kita semua hanya mengikuti dari belakang" ucap Arsen memberi instruksi yang di angguki oleh semua nya
tidak perlu menunggu lama, tiba tiba terdengar suara dari arah speaker, yang awal nya seperti suara speaker yang rusak hingga kini membuat semua orang yang ada di dalam kamar pun kini memilih menutupi rapat telinga nya masing masing kecuali dengan diri nya sendiri yang benar benar tengah di landa oleh rasa gugup yang cukup dalam
أتزوجك وأتزوجك بخليزة سو ليستية الز هو اءبنت أليف بلال الهند بمهر قدره ثم نية وثلا ثون جرام ذهب وثما نية وخمسون مليون روبية نقدا با لإ ضا فة إلى مجمو عة من أدوات الصلاة وسورةالرحمن، حلال،،،
'atazawajuk wa' atazawajk bikhaliza sulistya alzahra' bint 'alyf bilal alhind bimahr qadruh thamaniat wathalathun jiram dhahab wathamaniat wakhamsun milyun rubiatan naqdan bial'iidafat 'iilaa majmieat min 'adawat alsalaat wasurat alrahman, halal,,,
artinya "aku nikah kan engkau dan aku kawin kan engkau dengan Khaliza Sulistya Az Zahra putri Alif Bilal Al Hanand dengan mahar tiga puluh delapan gram emas dan uang tunai senilai lima puluh delapan juta rupiah juga seperangkat alat shalat serta surah Ar Rahman, halal,,,
أقبل زواج وخليزة سوليستيا الز هواء بنت ألف بلال الهنر بمهر سمي حلال،،،
'aqbal zawaj wakhaliza sulistia alzahra' bint 'alif bilal alhind bimahr sumiy halal,,,
artinya "aku terima nikah nya dan kawin nya Khaliza Sulistya Az Zahra putri Alif Bilal Al Hanand dengan mahar yang telah di sebut kan halal,,,
mendengar suara lembut ijab Qabul dari arah speaker, kini berhasil membuat nya tidak bisa menahan bendungan air mata nya yang sejak tadi terlihat berusaha di tahan nya
apa lagi dengan kegugupan yang sejak tadi pagi melanda nya, hati nya kian tidak bisa merasa setenang biasa nya, di kala mendengar suara ijab Qabul dalam satu tarikan nafas itu kini kian membuat jantung nya semakin berdetak lebih hebat tidak karuan, harapan nya hanya satu, semoga semua nya tidak ada yang mendengar suara degupan jantung nya yang berpacu lebih cepat dari biasa nya,,
selesai mendengar kan lantunan ijab Qabul juga lantunan ayat suci Al Qur'an surah Ar Rahman dengan merdu itu, kini semua nya langsung memeluk erat tubuh nya yang bergetar dengan hebat
"barakallah ya Za, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah,,?" ucap Syakira dengan penuh rasa haru, seraya menghampiri nya dan memeluk tubuh nya beberapa menit, kemudian melepas kan nya
"menjadi jodoh dunia dan akhirat Za?" sambung Hanna seraya tersenyum tipis dan memeluk tubuh nya juga melepas kan nya setelah beberapa saat
"Kha,, barakallah ya,, selamat menjalani dan membuka lembaran baru dalam hidup mu, semoga Allah selalu melindungi dan memberikan keberkahan pada mu dan suami mu?" lanjut Khanaya dan melakukan hal yang sama dengan yang kedua sahabat nya lakukan
"selamat atas pernikahan kamu Khaliza, semoga pernikahan mu ini senantiasa selalu memberikan keberkahan, rasa cinta, kasih sayang, dan kebahagiaan?" ucap Lia sambil tersenyum hangat ke arah nya, tak lupa memeluk, dan berdiam sejenak dalam pelukan juga melepas kan nya lagi
"selamat membangun bahtera rumah tangga kak Khaliza, semoga kebahagiaan, keceriaan, dan cinta senantiasa mengisi hari hari kalian berdua, semoga hari ini menjadi awal dari hari hari yang penuh dengan canda tawa dan kedamaian dalam kehidupan bersama, selamat menikah dan menempuh hidup baru,,?" tutur Alfi dengan tersenyum ramah ke arah nya dan mengelus lembut punggung tangan kiri nya dengan bersimpuh di hadapan nya
"kakak,, pernikahan yang di landasi hati yang suci dan niat yang tulus akan selalu mengagum kan, selamat atas pernikahan yang penuh dengan kebahagiaan ini,, samawa till Jannah,,?" ucap Arsen yang bersimpuh di hadapan nya yang terus menunduk dan menyentuh kedua tangan nya, lalu mencium nya dengan senyuman
"allahumma aamiin,, terima kasih saudara se syurga ku,,?" ucap nya penuh haru
"sudah, jangan menangis lagi, semua sudah selesai, nanti yang ada, riasa di wajah mu luntur, dan,, ustadz,, tidak bisa melihat kecantikan di wajah mu lagi" ujar Khanaya yang dapat mencair kan suasana hingga membuat semua nya terkekeh kecil
"hmm,, benar tuh kak, aku melihat kak ustadz itu gagah lho tadi, seperti nya nggak sabar juga untuk segera bertemu dengan istri?" lanjut Arsen ikut menggoda nya, namun tidak di tanggapi oleh nya yang hanya kembali menautkan kedua jari telunjuk nya
tak menunggu waktu lama, kini terdengar suara pintu kamar hotel yang di buka dari luar, menampil kan kedua sosok yang begitu di sayangi nya, Ayah dan Bunda yang kini tengah tersenyum hangat pada nya
semua yang ada di dalam kamar ini keluar terlebih dahulu, hingga menyisakan diri nya, Ayah dan Bunda di dalam
"masya Allah,, kamu begitu cantik nak, ini kah anak gadis pemalu nya Bunda?" ucap Bunda di kala memandangi wajah nya yang kini mengajak nya untuk duduk di tepi tempat tidur, namun diri nya sendiri saat ini hanya bisa menunduk dalam
"kamu benar benar begitu terlihat cantik hari ini sayang, kini anak gadis Ayah ini sudah tumbuh menjadi gadis dewasa,,
sayang,, saat ijab Qabul telah terlaksana, dan para saksi berkata sah atau halal secara serempak, saat itu lah tugas Ayah sudah berpindah, pada suami mu,
dan ingat lah satu hal nak, amarah nya suami adalah amarah nya Allah, jadi,, hormati dan perlakukan lah diri nya seperti kamu memperlakukan Ayah" nasihat Ayah di kala duduk di samping kanan nya yang berhasil membuat nya merasa sedih sekaligus terharu
"Ayah,, Bunda,, kakak minta maaf, kini kakak benar benar minta maaf, selama 22 tahun ini selalu membuat Ayah dan Bunda khawatir, selalu merepotkan Ayah dan Bunda, selalu membuat Ayah dan Bunda menahan marah, namun Ayah Bunda selalu sabar dalam merawat dan menghadapi sikap kakak yang seperti itu, kini kakak akan benar benar menempuh hidup dengan laki laki pilihan kalian, kakak berharap, Ayah Bunda merestui hubungan ini, insya Allah,, meski beliau adalah laki laki pilihan Ayah dan Bunda, tapi kakak akan selalu berusaha untuk menjadi istri yang berbakti kepada nya, do'a kan kakak Yah,,, Bund,,," tutur nya yang tak kalah membuat kedua orang tua nya yang mendengar nya bersedih hingga tanpa sadar kedua nya meneteskan air mata nya masing masing
"pasti kak, pasti, kakak selalu ada di setiap sujud dan bait do'a Ayah dan Bunda, kami percaya, kakak tidak akan mengecewakan kami, sudah,, jangan menangis lagi, semua sudah menunggu di bawah, kakak harus menemui sosok yang sudah menjadi suami kakak sekarang, Ayah Bunda yang antar" ucap Ayah seraya menuntun nya untuk berdiri, dan di iringi dengan Bunda juga di samping kiri nya
ketiga nya tengah keluar dari lorong hotel, dan menampak kan tamu undangan yang kini menjadi kan ketiga nya pusat perhatian, terutama dengan diri nya yang tengah di tuntun dengan perlahan di antara kedua orang tua nya, tidak ada yang tidak menangis haru di sini, di kala melihat nya yang kini di tuntun dan di duduk kan oleh sang Ayah di pelaminan sana dengan perlahan, lalu di tinggalkan nya begitu saja dengan seorang laki laki yang kini tidak melepaskan pandangan nya sejak tadi dari nya
dalam diam, semua nya memandangi nya dan memuji kecantikan nya meski sebagian wajah nya tertutupi oleh niqab, namun semua itu tak membuat suasana hati nya tenang, apa kabar dengan keadaan jantung nya? jantung itu masih berdetak dengan kencang, gugup, dan takut bercampur menjadi satu, entah harus senang atau sedih, entah harus tertawa atau kah menangis, diri nya sendiri pun tak bisa merasakan nya, meski kini diri nya telah terbilang terbiasa dengan sosok di samping nya ini, namun mendapat kan tatapan mata yang terlihat jelas begitu kagum pada nya itu membuat nya tak nyaman, apa lagi dengan duduk di satu kursi pelaminan yang sama, diri nya hanya bisa menunduk dalam
laki laki itu berwajah teduh, ber jubah putih dengan di sertai sarung, dengan balutan sorban putih yang melingkari kepala nya, membuat laki laki ini sendiri terlihat begitu tampan, yaah, dia lah Yussuf, dia terlihat gagah di hari istimewa nya ini, hati nya benar benar begitu terpikat di kala melihat sosok gadis di samping nya itu, akh tidak,, latah, sosok yang kini sudah di halal kan untuk nya sendiri, sehingga kedua mata nya pun tak bisa berpaling sedetik pun dari sang istri
"sayang,, sambut suami mu kak, cium punggung tangan nya" bisik Bunda yang kembali pada bagian samping nya
diri nya begitu merasa ragu dan malu di kala mendengar bisikan lembut dari sang Bunda, apa lagi sekarang, semua tengah memperhatikan gerak gerik nya, tidak terbiasa berpegangan tangan dengan laki laki selain Ayah dan keluarga nya sendiri, kini berhasil membuat nya merasa ragu untuk melakukan hal ini
"jangan pernah merasa ragu sayang, dia sudah halal untuk mu, dia suami mu, cium punggung tangan nya dengan khidmat, seperti mu mencium punggung tangan Ayah" sambung Ayah yang juga sudah hadir di hadapan nya, dan melihat nyata kegugupan yang melanda nya
dengan perlahan namun pasti, dengan tangan yang sudah bergetar, serta tangan yang mulai di penuhi dengan keringat dingin, tangan itu terulur untuk meraih dan mencium nya, namun,,,
"hmm,, bersih kan dulu tangan mu dari keringat nak, tenang lah, dia suami mu sekarang, kamu tidak perlu malu untuk melakukan hal itu, agar suami mu senang dengan ini" ujar Bunda yang ngundang banyak senyuman dari semua nya, terutama dengan ustadz Yussuf sendiri yang terlihat menahan senyuman tipis nya
hal itu juga semakin membuat nya merasa malu dan gugup, namun tatapan teduh itu kini terlihat meyakinkan nya untuk tetap merasa tenang, hingga kini diri nya pun bisa mencium punggung tangan kanan milik sang suami, dengan di balas usapan lembut di puncak kepala nya, di kala suami nya membacakan do'a setelah akad
semua nya berlalu, kini Ayah, dan Bunda pun sudah kembali duduk di tempat duduk kedua nya, saat nya yang lain mengucap kan selamat atas pernikahan nya
"Khaliza, barakallah atas pernikahan nya, semoga kamu bahagia dengan suami ya?" ucap Hanna saat bersalaman dengan nya
"allahumma aamiin,, terima kasih Na, do'a nya sudah cukup, terima kasih juga sudah menyempatkan datang di acara ini?" jawab nya sambil tersenyum
"iya,, kenapa enggak, aku bisa datang lah, hai ustadz, jaga kan sahabat aku ini ya, dia orang nya sedikit pemalu" ujar Hanna pada Yussuf yang hanya di angguki saja oleh Yussuf
"hai Za, barakallah, semoga menjadi pasangan yang sakinah mawaddah dan warahmah ya, pokok nya do'a terbaik nya buat kamu hari ini?" ucap Syakira yang bergantian bersalaman dengan nya
"hmm,, allahumma aamiin, terima kasih juga Ra, kamu sudah bisa datang di sini, aku merasa senang" jawab nya yang di angguki oleh Syakira
Hanna dan Syakira pun ber foto bersama kedua mempelai menggunakan kamera DSLR Canon, berbeda gaya hingga kehabisan gaya
"ya sudah, terima kasih ya Za, kita ke sana dulu, menikmati hidangan?" pamit Hanna sambil terkekeh kecil
"akh iya Na,, nikmati lah, semoga kalian menyukai hidangan nya ya, terima kasih juga atas kedatangan nya" jawab nya sambil tersenyum khas nya di balik niqab
kedua nya berlalu, dan datang lah sosok berikut nya
"assalamualaikum adik nya kakak,, hmm,, sayang,, pernikahan menjadi awal di mulai nya keluarga mu, selamat menjalani kehidupan yang baru dan penuh berkah,, barakallahu lakuma wa baraka a'laikuma wa jama'a bainakuma fii khoiiir,,," ucap kak Nisa di kala bersalaman dengan nya
"hmm,, selamat juga atas pernikahan kalian, semoga keberkahan selalu menyertai keluarga kecil kalian" tambah kak Ahkam
"selamat untuk kalian, semoga Allah selalu melimpah kan kebahagiaan dan rahmat-Nya untuk rumah tangga kalian?" ucap kak Ahkam pada ustadz Yussuf
"aamiin,, makasih kak, do'a nya saja" jawab ustadz Yussuf di kala menerima salaman dari kak Ahkam
kedua nya pun berlalu
"assalamualaikum Khaliza, selamat atas pernikahan nya, semoga Allah menyempurnakan kebahagiaan kalian, dan menyempurnakan ibadah kalian, serta memberikan petunjuk dalam setiap keputusan,,?" ucapan yang kini sontak saja membuat nya cukup terperanjat berusaha mengangkat pandangan nya tanpa melihat sosok yang berucap tersebut, bahkan merasa cukup terkejut di kala melihat sosok di hadapan nya
"a,, akh,, wa,, waalaikum salam warahmatullah,, allahumma aamiin, terima kasih kak Andra atas do'a nya, terima kasih juga sudah menyempatkan waktu untuk bisa hadir di sini?" ucap nya seraya kembali menunduk
"yaah, mana mungkin aku tidak bisa hadir di acara istimewa nya adik aku sendiri, bahagia selalu ya Kha, aku juga ikut bahagia untuk mu?" ucap kak Andra dan berhadapan langsung dengan ustadz Yussuf
"barakallah atas pernikahan kalian ya, aku harap kamu dapat menjaga nya seperti kamu menjaga ibu mu, bahagiakan lah dia, aku ikhlas, dan ikut berbahagia untuk kebahagiaan kalian?" ucap kak Andra tegas dengan senyuman tipis nya
"pasti, semoga saya bisa selalu menjaga nya, terima kasih sudah hadir di acara pernikahan kami, silahkan di nikmati hidangan nya,," jawab ustadz Yussuf yang tak kalah ramah
_Assalamualaikum Zahra_
Kamis, 10 Agustus 2023