Arestia Empire'S World Domination

Arestia Empire'S World Domination
Chapter 47 : Awal Bencana, part 1



...—Ibukota Excelia, Kekaisaran Arestia—...


...—18 Desember 1238—...


Zrrsshh.


Zrrsshh.


JGLAR!


Hujan lebat disertai petir yang berasal dari langit malam ibukota sekali lagi menerjang. Akibat dari pergerakan angin selatan, belahan utara dunia sekali lagi dihinggapi oleh dinginnya musim dingin, tak berbeda dengan sebab dari hujan yang sering mengguyur Ibukota Excelia, meski berada di wilayah tropis.


Suasana gelap, hanya beberapa titik penerangan jalan di beberapa sudut ibukota yang menyala terang. Pun demikian dengan para penduduk serta aktivitas ekonomi yang menurun, meski beberapa kereta barang masih terlihat berlalu lalang menyusuri jalanan ibukota.


Dari atas atap bangunan tertinggi yang berada pada distrik rakyat jelata, seorang berjubah hitam memandang jalanan ibukota tanpa ekspresi, hanya stagnansi yang dapat terlukis pada wajahnya.


Code : 9, salah satu pembunuh terbaik yang dimiliki oleh Bloodytears. Sebagai seorang "numbers" yang memiliki posisi satu angka, Code : 9 berada di bawah Kaisar Renacles secara langsung. Namun, Code : 9 telah melanggar aturan tersebut, ia menaati perintah yang diberikan oleh Sang Putri Kekaisaran Renacles, Sophia.


Sangat berkebalikan dengan Code : 0, hitam adalah ciri khas yang dimiliki oleh 9, seolah membuatnya menyatu dengan malam, seperti julukan yang tersemat pada Rea sebelum ia mendapatkan nama, Night Walker.


Tangan kanan Code : 9 terangkat, tatapan kedua matanya tertuju pada belati hitam yang ia genggam. Tampak seperti belati biasa, namun memiliki aura keilahian yang dapat dirasa bahkan untuk seseorang awam sekalipun.


"Tuhan memberkati Karel Yang Agung."


Sejenak terpejam, kedua kakinya bertumpu kuat, segera jatuh menuju istana kekaisaran tepat disaat petir sekali lagi jatuh menyambar.


JGLAR!


Code : 9 menerjang, tidak sedikitpun menggubris air hujan yang membasahi pakaiannya. Tanpa terlihat bersusah payah, Code : 9 dapat melewati beberapa atap bangunan dengan mudah, seolah jarak yang membatasi satu atap dengan yang lain hanyalah sebuah selokan kecil.


Segera, Code : 9 menarik Carnwennan, salah satu dari belati kembar yang juga dimiliki oleh Code : 0, dan mengayunkannya ke depan.


TRANG!


BLARR!


Anak panah yang melesat dengan pusaran samar yang mengelilinginya seketika berbelok, menghancurkan sebuah bangunan yang selaras dengan arah belokan.


"Hah?!" Kedua mata Lean terbuka lebar, sejenak tercengang terhadap sesuatu yang baginya sangat mustahil.


Ketidakpercayaan kuat sekali lagi terbentuk, tidak berbeda dengan Ares, meskipun tidak mampu untuk menghancurkannya, Lean baru saja menemui seseorang yang dapat selamat dari tembakan anak panahnya.


Demikian dengan Rea, yang telah berada di suatu sudut lain. Dari balik cerobong asap, Rea sejenak tercengang, sangat tidak mempercayai sesuatu yang terjadi tepat di hadapannya.


Tanpa penundaan, Code : 9 telah mengetahui tempat persembunyian Lean dari lintasan anak panah, segera melesat dengan meningkatkan kecepatannya hingga batasnya.


"Kurang berpengalaman." Code : 9 sedikit mengangkat salah satu sudut bibirnya, meremehkan Lean yang kini telah berada tepat di hadapannya.


Sejak kapan?!


TRANG!


Lean menangkis serangan dengan pedang pendek cadangannya. Meskipun begitu, karena statistik keduanya yang terlampau jauh, Lean sekali lagi merasakan ketidakpercayaan kuat, belati cadangan yang ia gunakan untuk menangkis seketika hancur, memaksanya untuk melompat mundur dengan cepat.


Conceal, efek khusus yang dimiliki oleh Carnwennan. Berlangsung selama tiga detik, memiliki andil luar biasa jika digunakan di tengah medan pertempuran, terlebih dengan hanya sebuah operasi penyusupan kecil seperti yang kini ia lakukan.


Rea dengan sigap bergerak, memangkas jarak diantara dirinya dan Lean, segera menghalau serangan belati yang dimungkinkan dapat membunuh Lean secara instan.


TRANG!


TRANG!


Rea memberikan tanda dengan tangan kirinya, koordinasi cepat dengan Lean segera tercipta, keduanya memutuskan untuk menggunakan strategi hit-and-run, bertujuan untuk menarik Code : 9 menjauhi istana kekaisaran.


TANG!


TANG!


TANG!


Statistik di luar nalar membuat pertempuran keduanya merusak area sekitar, beberapa atap bangunan dapat dikatakan hancur, tidak lagi dapat menghalau air hujan untuk masuk ke dalam bangunan. Dengan tanggap darurat, lonceng besar di tengah ibukota berdentang kencang, memperingatkan para penduduk jika ibukota telah berada dalam kondisi genting.


TRANG!


TRANG!


Beberapa kali Rea bertukar serangan dengan Code : 9, terasa semakin berat untuk menangkis serta menghalau setiap serangan Code : 9. Harapan besar Rea kini hanya tertuju kepada kesuksesan anak panah yang ditembakkan dari Zarrex Bow Lean.


Rea menggunakan kedua pedang pendeknya secara optimal. Salah satu digunakan untuk menyerang, tangkisan adalah sesuatu hal utama yang dirinya lakukan dengan pedang pendeknya yang lain. Meskipun begitu, Code : 9 belum memiliki keseriusan untuk bertarung dengannya.


BWOSSHH!


Sekali lagi, Zarrex Bow menembakkan anak panah. Lean telah memperkirakan dimana Code : 9 akan berada. Meskipun begitu, sekali lagi keanehan tampak, Code : 9 seolah sejenak menghilang, muncul tepat di belakang Rea.


"Lemah." Code : 9 menggunakan Carnwennan, menyayat punggung Rea.


JRASH!


"Ack!" Darah menyembur deras, Rea kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur hingga pingsan.


Code : 9 segera melompat, demikian dengan Lean yang bangkit mengejar. Hingga berjarak semakin dekat, Code : 9 sekali lagi mengangkat salah satu sudut bibirnya, menggunakan efek Carnwennan serta bergerak mendekati Lean dengan cepat.


"Taman bermainmu kurang besar." Kata-kata tersebut menjadi kalimat terakhir yang Lean dengar sebelum dia jatuh pingsan.


Penyesalan terukir kuat, Lean kembali mengalami kekalahan keduanya tepat setelah melawan Ares.


Sedikit terhuyung, Lean tersungkur jatuh. Pandangannya semakin kabur, tatapan Lean tetap tertuju kepada Code : 9 yang memunggunginya, berusaha meraih kembali apa yang dia telah sesali.


Di tengah kepanikan para penduduk ibukota, Code : 9 hanya memberi perhatian kepada istana megah berwarna putih. Terlihat memberikan gaya arsitektur seperti Inggris di dunia Ares sebelumnya, Code : 9 memiliki kesan jika arsitektur benua barat dan timur sangatlah berbeda, dimana Renacles berkiblat pada kebudayaan Yunani Kuno seperti di dunia Ares sebelumnya.


Terbesit kembali ingatan disaat Putri Sophia memberinya permintaan, atau dapat dikatakan perintah yang tidak memaksa.


"Apakah kau tahu kelemahan yang sangat mendasar bagi Kaisar Ares?"


Setiap kali Code : 9 memikirkan kalimat Sophia tersebut, hanya rasa sakit yang menusuk hatinya. Tidak berbeda dengan asal muasal para pembunuh, Code : 9 terlahir sebatang kara.


Lahir tidak memiliki ayah, Code : 9 mengetahui jika dirinya terlahir di suatu gang kumuh akibat pemerkosaan yang ayahnya lakukan kepada wanita jalanan yang memiliki gangguan kejiwaan.


Besar di lingkungan penuh kekerasan, tidak memiliki siapapun yang dapat dia andalkan. Code : 9 kecil hanya dapat dimanfaatkan oleh para orang dewasa hingga dirinya bertemu dengan sosok tersebut, seorang pria tua yang mengambil anak-anak terlantar dan mendidik mereka sebagai seorang pembunuh.


Mental psikologis Code : 9 telah rusak. Mendengar jawaban yang Sophia berikan atas sumber kebahagiaan Ares, Code : 9 menjadi sangat murka. Niat untuk menunjukkan kepahitan dunia kepada Sang Kaisar Arestia telah terpampang jelas.


Karena, hanya satu tujuan yang dapat Code : 9 pikirkan untuk ia dapat lakukan.


"Bunuh, rampas... aku pasti akan mengambil semua yang kau miliki, Ares."


...----------------...