
...—Kota Perbatasan Suretz, Kerajaan Gardom—...
...—18 Desember 1238—...
Dalam hening, puluhan belati yang terlumur racun terlempar, cepat melesat menuju Ares yang hendak mencapai beberapa ksatria Arestia yang berjaga di luar bangunan penginapan.
Melihat pendekatan Ares, para ksatria membuat wajah bingung, tidak ada yang mengerti alasan kaisar mereka melarikan diri dan kini berada tanpa satupun penjagaan.
"Awas!" Ares berteriak keras, tidak mungkin mencapai pintu sebelum terkena belati, dengan cepat memutar tubuh dan melompat untuk berlindung di balik dinding bangunan lain di dekat penginapan.
JRASH!
JRASH!
Tidak dapat bereaksi cepat, para ksatria segera tersungkur jatuh. Beberapa dalam keadaan sekarat karena mengenai wajah serta jantung mereka, beberapa ditemukan telah tewas terbunuh di tempat.
"Ck!" Ares mendecakkan lidah, kekesalan meluap dari dalam benaknya.
Kesempatan telah datang, Ares berpikir para pembunuh yang mengejarnya sedang mempersiapkan senjata atau turun menuruni bangunan. Statistik dalam skala penuh dia manfaatkan, hanya untuk sekedar memasuki bangunan penginapan.
BWOOSSH!
Sebuah anak panah meluncur jatuh. Dengan sigap, Ares mengangkat salah satu ksatria yang sedang sekarat untuk melindungi dirinya.
"Maaf, aku pasti menanggung seluruh keluargamu." Bisikan terakhir di dekat telinga, Ares mengarahkan perut ksatria yang diangkatnya sebagai tameng untuk keselamatan pribadinya.
"Senang... dapat melaya—"
JRASH!
Darah menyembur hingga bercecer. Melempar mayat ksatria tersebut, Ares segera memasuki bangunan penginapan, yang dia temukan kosong tanpa terasa adanya kehadiran dari seorangpun.
Tap!
Tap!
Tap!
Melangkah cepat, tapak kaki Ares terdengar sangat keras melewati lorong penginapan. Tidak terlihat satupun pegawai penginapan, pun dengan para ksatria Arestia yang seharusnya berjaga di lorong serta kamar-kamar para bangsawan, sedikit membuat benak Ares terasuk oleh ketakutan.
Hanya berselang beberapa saat, pintu putih kamar pribadinya mulai tampak. Dengan salah satu bahunya, Ares memaksa untuk mendobrak masuk, segera mengambil Rapier yang berada di sudut kamar.
Rapier sudah di tanganku... ayo tarik napas... tenang...
Jika delegasi Ecasia telah terbunuh, maka target mereka akan berubah menjadi Florentia dan aku.
Dan juga, aku harus segera pulang...
Sejenak terdiam, bibir bawah Ares tanpa sadar tergigit. Telah berada dalam ketenangan, namun hal tersebut tidaklah sedikitpun menyurutkan kekesalan dalam benak Ares. Dia telah bersumpah, jika sesuatu terjadi kepada anak-anaknya, meski hanya sebuah luka goresan kecil, tidak ada sedikitpun pilihan selain membalas perbuatan dua royalti Kekaisaran Renacles.
KRAK!
Kaca jendela kamar retak, sebuah tombak pendek melesat, hanya berjarak sepersekian sentimeter dari kedua mata Ares.
Sial!
Kepala ditarik ke belakang dengan cepat, tanpa sadar menoleh untuk menghindar, mata tombak pendek segera melubangi kecil pada ubin yang selaras dengan lintasan dimana kepala Ares sebelumnya berada.
Tidak lagi merasakan keamanan pada diri, Ares bergerak menuju jendela, memecahkan dengan menendangnya dan melompat jatuh dari kamarnya yang berada di lantai dua penginapan.
Ketidaknyamanan segera ia rasakan. Ares merasa jika kelompok yang menyerangnya bukan hanya Bloodytears yang diutus oleh dua pewaris tahta Renacles, namun juga beberapa organisasi lain dari "tujuh."
Puluhan, hingga mencapai ratusan, layar-layar tipis transparan bermunculan dalam bidang pandangannya.
Segera, kedua mata Ares terbuka lebar. Tidak berbeda dengan nilai pada statistik Code : 32 yang baru saja dilihatnya, sebagian besar orang yang statusnya terlihat memiliki poin statistik yang hampir serupa dengannya.
Tidak hanya kelompok "Bloodytears" yang diutus oleh Renacles, namun empat organisasi lain dari "tujuh" dapat Ares ketahui dari status mereka.
Dark Knight, organisasi gelap "pencuci tangan" Sang Kaisar Suci Alven; Eye of Truth, organisasi penentang gereja yang memiliki ambisi untuk kembali membangkitkan "Alter;" Dark Hand, tangan hitam Kepala House of Morgan, yang kini juga bertindak sebagai Kepala Republik Ecasia; serta Heart, organisasi yang diketahui Ares "tanpa tuan."
Idiot! Apakah rencana pembunuhan ini didalangi Kepala Republik?!
Jika kau memiliki dendam kepada orang lain, jangan libatkan aku ke dalam urusanmu, Sialan!
Yang terpenting, mengapa "Heart" ada di kota ini?!
Apakah mereka berniat untuk membunuhku?!
BWOOSHH!
Rentetan anak panah menghampiri Ares. Melihat di sekitarnya memiliki banyak bangunan bertingkat, dia lebih memilih untuk menghindar, menyembunyikan kemampuannya yang sebenarnya.
Bukan karena Ares meremehkan lawan, namun dia melihat adanya keanehan. Tidak satupun para pembunuh yang berasal dari Dark Knight, Eye of Truth, serta Heart yang menunjukkan jati dirinya, hanya bersembunyi dalam hening dan bertindak sebagai seorang pengamat.
Ares membuat keputusan cepat. Dia tahu jika dirinya sedang diwaspadai oleh banyak negara besar. Dengan momentum ini, meski bagi Dark Knight serta Eye of Truth merupakan tindakan yang mengejutkan, mereka memanfaatkannya dengan diam dan bertindak sebagai warga sipil biasa hanya untuk mengetahui kemampuan tempur Ares seorang.
Ratusan pembunuh yang tergabung dalam Bloodytears serta Dark Hand bergerak cepat untuk membunuhnya, indikasi bila Kepala Republik serta salah satu pewaris tahta Renacles memiliki hubungan di balik layar. Meskipun begitu, Ares tidak sekalipun mengetahui tujuan keberadaan para pembunuh Heart di kota ini.
JRASH!
Satu tusukan, Ares melompat dengan memanfaatkan statistiknya yang lebih besar 1,5 kali dengan para penyerang. Akibat dari penambahan statistik Rapier, Ares sebenarnya dapat dengan mudah mengeliminasi setidaknya 10 orang yang menyerangnya secara serentak, meski dia sedikit tidak yakin apakah dapat memenangkan pertarungan melawan Code : 0.
Namun, Ares tidaklah melakukannya. Akan sangat tidak wajar bagi orang normal untuk memenangkan pertempuran melawan banyak musuh sekaligus. Terlebih dengan adanya ratusan pasang mata yang memandang, kemampuan Ares yang sebenarnya akan tersebar luas, menyebabkan pihak lawan dapat mengambil langkah antisipasi terhadap dirinya.
Tanpa penundaan, Ares berbalik, tidak menyia-nyiakan satupun detik demi memastikan kehidupan Sang Ratu.
Lebih dari sepuluh orang datang mengejar, puluhan yang lain melalui jalur yang berbeda, beberapa juga terlihat bergerak melalui atap-atap bangunan yang berjarak berdekatan.
Tap!
Menapak dengan kedua kakinya untuk pendaratan, pria tua berjubah hitam segera berlari, mendampingi Ares menuju mansion baron penguasa kota yang kini memiliki penjagaan lebih dari sekitar 1.500 prajurit.
"Connor, apa yang sedang Eina lakukan?" Tanpa berpaling, tangan kanan tetap menggenggam Rapier, Ares tetap melesat bersama Connor.
"Kepala biro memimpin tugas untuk mengambil alih kota. Dan juga, 10.000 prajurit Arestia telah menyebar dan memblokade setiap gerbang kota dari luar," ujar Connor melaporkan.
"Perintahkan juga untuk memberi perhatian kepada Eleanor dan Andres. Dan juga, aku membutuhkan bantuanmu hingga aku tiba di mansion," timpal Ares.
"Baik, Tuan." Connor memperlambat pelariannya, sedikit berada di belakang Ares, yang semakin lama semakin menjauh.
Kepercayaan serta keyakinan kuat, Ares dan Connor segera berpisah, saling memunggungi dan menatap pada tujuan mereka masing-masing. Jawaban yang Ares dengar terasa tegas, tanpa sedikitpun keraguan di dalamnya.
Ada perasaan khawatir jika Connor dapat kalah saat menahan para pembunuh karena mereka memiliki statistik yang setara dengannya. Meskipun begitu, penilaian terhadap bilangan numerik tidaklah bersifat final. Ares sangat percaya kepada pengalaman Connor yang diyakini telah berkutat di dunia gelap lebih dari 20 tahun.
Telah berada di pelupuk mata, mansion putih baron penguasa kota menjulang megah, dengan penjagaan ribuan dari para ksatria Gardom.
Sedikit lagi...
Aku berharap dapat menarikmu dari kekacauan kota ini sebelum hal buruk yang kuprediksi terjadi, Florentia!
...----------------...