Arestia Empire'S World Domination

Arestia Empire'S World Domination
Chapter 16 : Perwakilan Gardom



...—Perbatasan Arestia - Gardom—...


...—28 Juli 1238—...


Menarik.


Di bawah sinar mentari pagi yang cerah, delegasi Kerajaan Gardom telah tiba di Benteng Kork, sebuah benteng besar yang membatasi Wilayah Arestia dan Gardom serta berada di bawah administrasi dan kekuasaan Margrave Francois.


Seorang pria berumur sekitar 50 tahun berambut kekuningan melangkah, mendekati sosok wanita bangsawan berpenampilan ksatria dengan rambut merah yang diikat ekor kuda dengan tangan kanan yang terulur.


Margrave Francois sekaligus ayah kandung Perdana Menteri Pertama Kekaisaran Arestia, Elfet von Francois.


Tangan kanan Sang Ratu Kerajaan Gardom, Florentia, yang berpangkat Countess, Leticia de Rodomea.


"Senang dapat bertemu kembali dengan Anda, Nona Leticia." Elfet tersenyum lembut, sangat memberikan kesan hangat bagi setiap orang yang memandangnya.


"Begitu juga dengan saya, Yang Mulia Gubernur Selatan." Leticia membalas sinis, meski raut wajahnya menunjukkan kecerahan, "Saya tidak pernah menyangka bila saya akan disambut secara pribadi oleh Anda."


Leticia merendahkan Elfet, salah satu bangsawan terkuat Kekaisaran Arestia yang memegang gelar militer tertinggi. Ucapan Leticia menjurus seolah Elfet tidak memiliki satupun bawahan yang berpengalaman hingga menyebabkannya menyambut dirinya secara pribadi.


Terhadap balasan berduri Leticia, Elfet hanya dapat tersenyum, "Saya kira, terakhir kali saya bertemu dengan Anda, bukankah pada saat itu Anda baru saja berumur 12 tahun?"


Ejekan "seumur jagung" terucap dari mulut Elfet, perasaan direndahkan karena ejekan tidak berpengalaman memenuhi hati Leticia, sangat membuatnya kesal.


Meskipun begitu, Leticia sadar apabila pria tua di hadapannya adalah seorang veteran dalam bersilat lidah. Terlebih, dia merasa hanya akan membuang waktunya dengan sia-sia jika Leticia membalas ejekan tersebut.


"Saya benar-benar merindukan pertemuan dengan mendiang pendahulu Count Rodomea." Nada yang Elfet tunjukkan sangat sedih, menyesal karena kepergian ayah Leticia.


Leticia tentu mengerti bila kata-kata Elfet memiliki pemaknaan yang sangat berbeda dibandingkan dengan apa yang ia utarakan.


Sekali lagi mengejek Leticia, Elfet membandingkan dirinya dengan ayahnya yang sangat cakap dalam setiap urusan kenegaraan dibandingkan dengan dirinya.


Elfet menganggap bila Leticia tidaklah memahami arti penting dimana dirinya—orang paling berpengaruh sekaligus memiliki jabatan tertinggi militer di kawasan tenggara dan selatan Arestia—akan menyambutnya secara pribadi.


Muak, Leticia menarik tangannya kembali dengan tidak sedikitpun memperlihatkan kekesalannya, hanya sebuah senyuman paksa yang tampak di atas raut wajahnya.


"Saya, Elfet von Francois, Gubernur Kawasan Selatan Kekaisaran Arestia, mendapatkan dekrit Yang Mulia Kaisar untuk mengawal Anda dan para bawahan Anda dengan aman menuju ibukota." Elfet mengubah wajahnya menjadi serius, seolah aura bangsawan agung seketika berada di sekelilingnya, sangat memberikan kesan mendalam bagi Leticia dan para bawahannya.


"Dari lubuk hati terdalam, saya sangat berterima kasih atas kebaikan yang telah Yang Mulia telah berikan." Leticia menunduk ringan, melukiskan senyuman penuh syukur.


"Baik, silakan mengikuti saya. Kami telah mempersiapkan kereta terbaik untuk ketua delegasi Gardom." Elfet sedikit melangkah mundur, tangan kanannya menunjuk sebuah gerbong keemasan dengan hiasan merah yang ditarik dua ekor kuda dengan kelima jarinya.


"Maaf?" Keberatan, keterkejutan, Leticia tidak pernah mengira bila dirinya akan mendapat sambutan yang sangat hangat, benar-benar membuatnya curiga serta memasang kewaspadaan tinggi, "Mengapa Anda mempersiapkan gerbong semewah itu untuk saya, Margrave?"


Elfet sejenak tersenyum, "Pelayanan ini juga merupakan sesuatu yang juga diperintahkan kepada saya, Perwakilan Gardom."


Leticia memutuskan untuk menyerah, menurut serta menerima gerbong yang ditawarkan oleh Elfet dan membawa seorang ksatria bersamanya.


Tentu, sangat tidak memiliki etika jika ia menolak sambutan hangat dari Sang Tuan Rumah—Ares secara implisit—karena Leticia sadar bila ia sedang memasuki rumah orang lain.


Dengan pengawalan beberapa ksatria dari kedua pihak, Elfet dan Leticia berjalan berdampingan, menunjukkan bila kedua negara sangat menyambut hubungan luar negeri yang sehat.


"Bagaimana kabar pewaris House of Francois?" Leticia memecah keheningan yang beberapa saat menyelimuti suasana keduanya.


"Tentu." Sejenak, Elfet menghentikan kata-katanya, tersenyum kecut saat ia melirik Leticia, "Saya... tidaklah mengetahuinya."


Dasar tulang tua!


Jawab saja basa-basiku apa adanya!


Kekesalan Leticia memuncak, merasa sangat dipermainkan oleh orang tua yang berjalan bersamanya.


Terlebih, dengan kerutan yang muncul di atas kening serta sebuah senyuman paksa, Leticia benar-benar berkeinginan untuk memukul kuat kepala Elfet, meskipun ia tetap menahan amarahnya.


Mereka tahu jika pembicaraan antar keduanya hanya untuk melunakkan suasana, meski mereka juga cukup terkejut dengan balasan yang Elfet berikan.


"Eh?" Leticia menatap aneh kepada Elfet, tidak menyangka bila jawaban yang sangat tidak sesuai akan diberikan kepadanya, "Apa yang Anda maksud?"


Elfet menatap penuh kerinduan. Wajahnya terarah kepada gerbong yang mereka tuju, walau pandangan Elfet tidaklah terfokus pada gerbong tersebut, "Warren... adalah seorang anak yang mudah mengalami stres dan sakit perut jika ia tidak terbiasa dengan lingkungan serta apa yang ia lakukan."


"Beberapa hari yang lalu, Yang Mulia telah mengangkatnya sebagai Perdana Menteri." Kata-kata Elfet sekali lagi membuat Leticia serta para ksatria pengawalnya terkejut.


"Eh?" Leticia mengungkapkan keingintahuannya, "Mengapa Yang Mulia tidak menunjuk Anda?"


"Generasi muda telah berada di lingkaran pusat. Saya tidak ingin menghancurkan impian mereka dengan pikiran saya yang telah kolot." Elfat sejenak tersenyum, "Bukankah Anda juga merasakan beban berat jika berdiskusi dengan orang tua yang seusia dengan saya?"


Leticia sangat menyetujui kata-kata tersebut. Tidak hanya Elfet, beberapa bangsawan birokrat yang bekerja di Istana Kerajaan Gardom juga demikian. Mereka akan menentang jika Florentia mengusulkan sebuah undang-undang baru.


Terbesit kembali ingatan Leticia pada malam itu. Seorang bangsawan menentang keras revisi pajak yang akan diberlakukan oleh Florentia.


Menyebabkan masalah menjadi semakin runyam, melalui Leticia, Florentia memerintahkan "mata" untuk mengungkap segala korupsi serta kekejaman yang dilakukan oleh bangsawan tersebut, menyebabkan seluruh asetnya disita dan seluruh anggota keluarga bangsawan tersebut yang telah berumur lebih dari 15 tahun diperbudak.


Hanya kekesalan serta rasa lelah yang akan Leticia peroleh jika ia mengajak para bangsawan tua menggelar sebuah majelis, meskipun ia tahu jika dirinya tetap harus menggelarnya.


"Begitu... Saya sangat setuju. Sudah pada hakikatnya bila para tetua beristirahat di daerah pedesaan." Leticia melirik, menampilkan senyuman mengejek, menuduh jika Elfet sangatlah tidak berguna.


"Benar." Elfet tidak menggubris ejekan Leticia, bahkan memberikan persetujuan untuk dirinya, "Beristirahat sekaligus melakukan pengawasan terhadap intelejen negara lain yang melewati perbatasan."


Sejenak, suasana diliputi keheningan. Berbeda dengan Florentia yang mendapat laporan dari Olfrey secara langsung, Leticia hanya dapat mengetahui informasi jika Florentia telah membuka mulutnya.


Tidak nyaman, rasa bersalah, kegelisahan segera meliputi hati Florentia dan para ksatrianya. Tidak ada diantara mereka yang mendapat informasi jika Margrave Francois telah mengetahui Olfrey memasuki perbatasan dan melancarkan beberapa aktivitas mata-mata.


Leticia hanya dapat terdiam, menutup rapat kedua bibirnya. Tentu, dia sangat ingin membalas perkataan Elfet walau ia yakin bila dirinya tidaklah sanggup.


Hingga berada tidak jauh dari tempatnya berpijak, secara naluriah tatapan Leticia tertuju kepada tumpukan besi panjang yang dihubungkan dengan roda.


*Apa itu?*


Mengetahui jika wanita di sampingnya membuat ekspresi ingin tahu, Elfet hanya dapat tersenyum masam, "Tongkat besi bertumpuk tersebut adalah suspensi. Silakan naik dan periksa kenyamanan yang Anda rasakan dalam perjalanan."


"Baik... Terima kasih atas bimbingan Anda, Margrave." Leticia menundukkan ringan kepalanya. Bersama seorang ksatria elitnya, Leticia memasuki gerbong dengan anggun.


"Kita akan beristirahat di Kota Windsor terlebih dahulu dan berangkat menuju ibukota besok," ucap Elfet, sebelum seorang ksatria pengawal Leticia menutup pintu gerbongnya.


"Aku akan berada di dalam perawatanmu." Leticia mengungkapkan rasa syukurnya.


Perlahan, gerbong mulai bergerak, menyebabkan kedua mata Leticia serta ksatria wanita pengawalnya terbuka lebar.


"Ba—bagaimana..." Tidak sedikitpun merasakan guncangan setelah kecepatan meningkat hingga normal, ksatria pengawal Leticia yang terduduk tepat di hadapannya melontarkan kata-kata penuh takjub.


Begitu.


Kami telah kehilangan satu poin sebelum bertanding.


Leticia merebahkan dirinya di atas sofa empuk gerbong kereta, menatap jendela di sampingnya yang menampakkan pemandangan hutan serta pegunungan di baliknya.


Kurasa... individu yang akan kulawan bukanlah individu biasa.


Tetap saja... Mengapa kamu menikahi monster seperti itu, Excel?


Aku benar-benar tidak memahami jalan pikiran penikmat pembantaian.


Mengingat sosok gadis yang dahulu pernah bertemu serta bermain dengannya saat masih belia, Leticia hanya dapat menghela napas berat.


...----------------...