
...—Kota Perbatasan Suretz, Kerajaan Gardom—...
...—18 Desember 1238—...
Ares telah beberapa kali mengambil napas dalam, mencoba untuk menenangkan kegundahan hatinya tepat setelah mendengar jawaban Code : 0 yang kini telah pergi meninggalkan ruangan.
Firasat buruk menggerayangi pikirannya, Ares tetaplah seorang ayah yang sangat menyayangi anak-anak kandungnya meski tidak ia tampakkan secara jelas. Dia telah menganggap jika dunia ini juga bukan lagi sebagai sebuah permainan belaka.
Meskipun begitu, kenaifan serta kepercayaan diri yang berlebih telah membuatnya sekali lagi merasakan penyesalan yang begitu dalam. Tidak pernah sekalipun terlintas di dalam benak jika Carnwennan, belati tingkat Phantasmal, akan digunakan oleh para pembunuh yang dikirim oleh para pewaris tahta Renacles.
Terlebih, tepat di depan kedua matanya, Ares memiliki masalah tersendiri yang harus ia tangani, memastikan keselamatan atas kedua penerus keluarga dengan tanggung jawab besar atas Republik Ecasia.
BRAK!
Pintu terbuka cukup keras, Warren—yang sebelumnya dikerdilkan dengan perintah untuk memakan hidangannya sendiri di ruangan lain—menerobos masuk dengan wajah khawatir.
"Apa yang terjadi, Oi?!" Warren tidak dapat berpikir tenang sebelum melihat Ares dalam keadaan baik-baik saja, membuatnya tanpa sadar menghilangkan formalitasnya.
Bagi Warren, keselamatan Ares merupakan prioritas utama. Kekaisaran Arestia dipastikan akan hancur jika Ares terbunuh atau bahkan menghilang tanpa adanya kabar karena pengaruh pribadinya yang sangat kuat.
"Terima kasih, namun kami baik-baik saja, Perdana Menteri." Eleanor menjawab tenang, senyuman juga tampak di atas raut wajah, meski kegelisahan berat juga masih dapat terlihat dari gelagat tubuhnya, "Jadi, tidak perlu mengkha—"
Merasakan sinar merah menyala dari balik tirai jendela, Eleanor tanpa sadar mengalihkan wajah. Hatinya menjadi gundah, terbesit di dalam pikirannya berbagai hal buruk karena jendela tersebut secara langsung dapat memperlihatkan penginapan yang dihuni oleh para anggota delegasi Republik Ecasia.
Bukan berarti Gardom memperlakukan dua delegasi negara lain dengan buruk. Dengan alasan pertimbangan keamanan di samping Kota Perbatasan Suretz hanyalah sebuah kota kecil yang hanya memiliki satu mansion yang dihuni keluarga baron di tengah kota, mempersiapkan penginapan mewah di tengah kota merupakan hal terbaik yang dapat mereka lakukan.
"Andres!" Eleanor berteriak, langkah kakinya tanpa sadar cepat menuju jendela. Dengan kasar, Eleanor menarik tirai, diikuti oleh Andres tepat di belakangnya.
Pemikiran buruk yang sejenak terlintas di dalam benak telah menjadi kenyataan, kedua mata mereka seketika terbuka lebar, Eleanor dan Andres menemukan penginapan mewah para delegasi Ecasia berada dalam keadaan terbakar hebat.
Kepulan-kepulan asap kehitaman telah naik dari jendela penginapan, pun demikian dengan api yang menjulur keluar dari jendela-jendela serta membakar kayu-kayu yang menjadi pondasi bangunan.
"Apa yang sebenarnya para ksatria lakukan?!" Eleanor memprotes keras, mengutuk kelengahan para ksatria mereka.
Keluarga Lourentz dan Levene membawa tentara serta puluhan kapal perang dalam jumlah besar, tidak pernah terbesit di dalam benak Eleanor jika para penyusup akan bertindak meski memiliki resiko besar atas kegagalan yang mungkin menimpa usaha mereka.
Meskipun begitu, Eleanor tidak menampik kemungkinan bila pertemuan ini merupakan kesempatan emas. Jika saja satu orang anggota delegasi terbunuh, meski Gardom dan Ecasia sebelumnya memiliki hubungan diplomatik yang baik, tidak menapik jika kemungkinan perang antar negara—termasuk Kekaisaran Arestia—dapat terjadi.
Berbeda dengan sikap Eleanor serta Andres yang panik, Ares hanya diam, pikirannya terbagi atas keamanan keluarga serta hubungan politik luar negeri negaranya, meski dia lebih mengkhawatirkan keselamatan anggota keluarganya.
"Gale." Ares memanggil, seorang pelayan berpakaian formal hitam yang sebelumnya berada di sudut ruangan melangkah mendekat dengan gerakan sopan dan elegan.
"Ya, Tuan," timpal Gale.
"Aku akan pergi, prioritaskan keselamatan Eleanor, Andres, dan Warren." Ares memberi perintah tegas.
"Eh?!" Keterkejutan tampak pada ekspresi Gale, "Ta—tapi, bagaimana dengan keamanan diri Anda?!"
"Itu benar! Jika kau mati, negara akan kacau! Pikirkanlah sekali lagi!" sambung Warren mengungkap keberatannya.
"Apa... yang ingin kamu lakukan, Ares?" Andres bertanya khawatir, tidak mengerti bagaimana pemikiran saudara sepupunya.
Setelah memberikan perintah kepada para ksatria untuk memeriksa penginapan, Eleanor mendengar percakapan yang mengganggu telinganya, "Saat ini, aku bahkan tidak mengerti bagaimana keadaan ayah, ibu, serta paman dan bibi. Kita harus memprioritas—"
"Mengganggu." Hawa membunuh kental terpancar memenuhi ruangan. Dengan nada berat, Ares mengungkapkan dendamnya dengan kepala yang tertunduk.
Tidak hanya Eleanor dan Andres, bahkan untuk Gale—yang memiliki statistik yang hampir menyamai Ares—terlihat sedikit gemetar kecil dengan intimidasi tersebut.
"Gale, hanya dengan satu langkah, janjiku kepada kalian akan segera terpenuhi." Meninggalkan Gale dengan langkah yang terlihat berat, Ares bergerak menuju jendela aula makan restoran, membuka jendela tersebut dengan kasar dan hendak melompat keluar.
"Ares! Apa yang ingin kau lakukan?!" Warren berlari mendekati Ares, tangan kanannya terulur, mencoba menggapai pakaian Ares, "Ares!"
Tidak teraih, hanya dinginnya udara malam yang dapat Warren rasakan. Menahan tubuhnya dengan kedua tangannya pada jendela, Warren melihat Ares melompat, yang baginya sangat mustahil untuk dilakukan seorang manusia biasa.
Tap!
"Bagaimana... bisa..." Warren tercengang, pendaratan Ares dengan kedua kakinya terlihat seolah tanpa kesulitan.
Gale menyadari, meski kemampuan tempur Klan Cornwall dapat dikatakan setara dengan "tujuh," namun mereka sangatlah kurang dalam kemampuan intelejen. Dia mengerti bahwa penyerang kota pasti termasuk dalam "tujuh" organisasi gelap, yang mana tidak diketahui berapa banyak organisasi gelap tersebut yang melakukan penyerangan.
Tidak dapat meminta bantuan kepada siapapun, dengan Lean serta Rea yang memiliki tugas untuk mengawal Excel serta Marie dengan tugas khususnya, Gale hanya dapat berharap kepada Sang Kepala Klan, Connor Cornwall, serta Kepala Biro Intelejen yang tidak ia ketahui sosok serta namanya.
Di tengah kekacauan kota, Ares berlari dengan memanfaatkan penuh statistik kelincahan yang ia miliki. Kobaran api dari beberapa tempat, orang-orang yang berlarian untuk menyelamatkan masing-masing diri serta anggota keluarga mereka, Ares tanpa sedikitpun berpaling, hanya satu tujuan yang berada dalam kepalanya.
Rapier.
Dengan kehadiran serta kekacauan masif yang kini telah menyelimuti kota, Ares berpikir jika terdapat beberapa organisasi gelap yang datang untuk menyerang. Tidak hanya Bloodytears yang diperintah oleh dua pewaris tahta Renacles, telah terbesit di dalam benak bahwa organisasi tanpa tuan, "Heart," memiliki kemungkinan tinggi untuk datang memanfaatkan kesempatan.
Ares menyadari bahwa ia hanyalah seekor semut jika menghadapi para pembunuh dari organisasi tersebut tanpa Rapiernya.
Bangunan penginapan telah terlihat, jarak diantara keduanya menjadi semakin dekat. Meskipun begitu, harapan mengkhianatinya, alarm dalam benak kini berdentang kencang. Beberapa hawa membunuh intens tertuju kepada Ares yang kini berlari hanya seorang diri.
Mengintip kepada delapan orang berjubah yang berlari melewati atap banyak bangunan tinggi, Ares merapal, "Appraisal!"
......................
...[Status]...
Nama : 72
Umur : 26 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Afiliasi : Bloodytears
Gelar : –
Statistik
Keahlian Senjata : 100 (+0)
Kelincahan : 103 (+0)
Kepandaian : 36 (+0)
Tubuh : 112 (+0)
Kepemimpinan : 38 (+0)
Loyalitas : 100
Moral : 99
Pelatihan : 100
......................
Beberapa layar transparan seketika muncul, statistik dari beberapa orang yang ditunjukkan memiliki nilai yang setara. Meski diterpa oleh dinginnya angin malam, Ares berkeringat dingin, secara naluriah mengerti apabila mustahil dapat melawan tanpa Rapiernya.
Sialan!
Sialaaan!
Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Sophia!
...----------------...
Resolusi 2022 : Update setiap Selasa, Kamis, Minggu..... semoga...
...----------------...