
...—Jalan Utama Kekaisaran Arestia—...
...—24 Agustus 1238—...
Cahaya bulan sabit sekali lagi menghujam tanah dengan suasana yang sangat sepi, hanya terdengar beberapa kicauan burung hantu serta lolongan serigala dari kedalaman hutan.
Beberapa titik merah api unggun dapat terlihat dari tepian hutan yang menjadi sisi jalanan utama yang menghubungkan Ibukota Excelia dengan Kota Windsor.
Berada tepat di depan salah satu api unggun tersebut, Leticia duduk termenung, terjaga disaat beberapa bangsawan bawahannya tertidur lelap.
Tujuh hari telah berlalu semenjak Leticia bertolak menuju perbatasan Kekaisaran Arestia dengan Kerajaan Gardom.
Terbesit kembali ingatan pertemuannya dengan Excel. Ada perasaan aneh di dalam benak Leticia terhadap istri Sang Kaisar tersebut tepat setelah ia membaca surat yang dikirimkan kepadanya.
Entah kesal, marah, atau bahkan sedih, Leticia tidaklah memahaminya. Jika berdasar kepada kata-kata Ratu Gardom sekaligus Tuannya, Florentia, seharusnya Excel dapat memberikan setidaknya tanggapan positif kepadanya, walau mengulur waktu hingga hari kepulangan Ares tiba.
Namun, Excel tidaklah melakukannya. Bahkan, hanya Perdana Menteri Warren yang menemuinya pada pertemuan lanjutan, terasa seperti Excel yang tidak lagi berniat untuk bertemu kembali dengan Leticia.
Karena alasan "keadaan fisik yang tidak dirasa sehat," Leticia diharuskan untuk menerima ketidakhadiran Excel dengan lapang dada tiga hari setelah pertemuan tersebut.
Meskipun begitu, kunjungan kenegaraan Leticia tidaklah sia-sia. Tatapan kedua matanya sekali lagi terarah menuju gulungan perkamen di dalam genggamannya, yang merupakan surat yang ditujukan kepada Sang Ratu atas nama Permaisuri Excel.
Leticia tentu tidak mengetahui jawaban yang diberikan oleh Excel. Sebagai perantara pesan, Leticia tidaklah diperkenankan untuk membuka surat meski dirinya merupakan tangan kanan Sang Ratu.
Srrk.
Srrk.
Suara dahan pohon dimana Leticia bersandar padanya samar terdengar. Tidak mencurigai sedikitpun asal suara, Leticia mengambil cangkir susu hangat yang telah terseduh tepat di hadapannya dan dengan tenang meneguknya.
"Wilayah ini aman." Nada maskulin menusuk kedua gendang telinga Leticia.
Senyuman masam segera terbentuk di atas raut wajah Leticia. Merebahkan kembali punggungnya pada batang pohon, pandangan Leticia terangkat dan menemukan sosok berjubah hitam yang duduk di atas dahan pohon.
"Mata Ratu" serta Kepala Intelejen Kerajaan Gardom, Olfrey. Walau bekerja pada bidang yang berbeda, Leticia sering berinteraksi dengannya karena posisi keduanya yang sangat membutuhkan koordinasi.
"Apa pendapatmu tentang wilayah ini?" Menggenggam cangkir susu hangat untuk menghangatkan tubuhnya, Leticia memandang jalan raya di hadapannya dengan sedikit kagum.
"Tanah impian." Singkat, Olfrey mengutarakan pendapat pribadinya.
"Apa maksudmu?" tanya Leticia, terdengar penasaran.
"Keamanan terjamin, tidak terjadi kelaparan saat musim panas, lapangan kerja seolah terdapat di berbagai tempat." Olfrey menjawab padat.
"Jika kau melihat dari kacamata awam." Leticia menimpali sinis, menyalahkan Olfrey atas jawabannya yang universal.
"Aku telah menyelinap ke beberapa rumah bangsawan, keuangan mereka dalam keadaan bagus. Beberapa diantara mereka berada dalam keadaan surplus yang cukup tinggi bahkan setelah ditarik pajak tahunan." Nada Olfrey terdengar sangat terkagum.
Sebelum Leticia memberikan tanggapan, Olfrey berniat untuk segera menutup rapat bibirnya, "Penyebab utama dari ini semua adalah Sang Kaisar, dia telah mendanai semua kebutuhan fiskal prioritas daerah dengan uang pribadinya."
"Hah?! Mustahil!" Tanpa sadar, Leticia meninggikan suaranya.
Kedua tangan Leticia segera menutup rapat bibirnya dan melirik sekitar, menemukan tidak ada satupun bangsawan yang keluar dari tendanya serta para ksatria yang tetap berdiri pada posisinya, meski beberapa diantara ksatria tersebut dalam keadaan tertidur.
"Berapa banyak uang yang dia miliki?!" Berkata lirih, nada yang Leticia lontarkan memberikan kesan ketidakmungkinan.
"Kau bertanya kepada orang yang salah, Nona," timpal Olfrey acuh tak acuh.
"Tch." Leticia membalas sebal. Beberapa kemungkinan terbesit di dalam benaknya, Leticia mengungkapkan sesuatu yang sangat mungkin menjadi tujuan Ares di masa depan, "Apakah dia berniat membuat para bangsawan wilayah dapat mandiri tanpa bergantung dengan Keluarga Aubert di tahun selanjutnya?"
"Kurasa, tidak mungkin Ares akan melakukan itu kecuali uangnya sangat melimpah," timpal Leticia.
"Apa kau iri?" Meski tidak berhadapan, Leticia merasa Olfrey tersenyum mengejek, menghinakan dirinya yang tidak mampu melakukan hal tersebut untuk Gardom.
"Tch." Sekali lagi, Leticia mendecakkan lidahnya, "Dalam tiga tahun, Dataran Normadia akan menjadi milik kita."
"Mengapa kau sangat yakin?" Olfrey mengungkap keheranannya, "Ada pakta non-agresi dan kerjasama darurat yang mengikat tiga negara aliansi, kau tahu?"
Kerajaan Normadia, sebuah negara yang berada di bawah tiga kerajaan yang sejak dahulu memperebutkan tanah tersebut.
Berbeda dengan Tanah Vietra yang diperebutkan oleh Kerajaan Rowling dan Kerajaan Natrehn selama ratusan tahun, di atas Dataran Normadia didirikan sebuah kerajaan boneka yang berperan untuk memasok makanan kepada tiga negara di sekitarnya.
Kerjasama tidak berhenti berkembang hanya sampai di situ, untuk memperkuat hubungan aliansi, kerjasama pengembangan pendidikan pun digulirkan.
Di atas tanah tersebut, didirikan sebuah universitas netral yang berperan dalam penelitian agar dapat digunakan oleh tiga negara tersebut, walau seringkali penelitian tersebut tidaklah terlaksana karena perbedaan pendapat antar para pemegang kepentingan dan masalah pendanaan.
"Maka dari itu, aku akan membuat Valmes atau Roland melanggar pakta. Lalu, jika kita telah memiliki kerjasama dengan Arestia, kita akan membuat militer mereka berperang melawan kedua nega—"
Duk!
"Aduh!" Buah yang baru saja dipetik Olfrey mengenai kepala Leticia, kedua tangan Leticia terarah ke atas untuk mengusap ubun-ubunnya.
Leticia mengadah, melukiskan kekesalan di atas raut wajahnya, "Apa yang kau lakukan, Sialan?!"
"Mengapa kau sangat percaya diri?" Meskipun wajahnya tidak terlihat oleh Leticia, Olfrey mengerutkan keningnya, merasa Leticia tidak memikirkan sesuatu yang dapat terjadi di luar kendalinya.
"Hah? Aku telah menyusun rencana ini bersama Yang Mulia dengan matang. Tidak mungkin akan gagal." Leticia sangat yakin atas strategi yang ia canangkan, yang disusun bersama Florentia serta beberapa bangsawan Gardom berperingkat tinggi lain.
"Begitu, sepertinya aku harus memperingatkan beliau," timpal Olfrey.
"Mengapa?" tanya Leticia, terlihat kebingungan.
"Musuh kita kali ini adalah orang yang telah menaklukkan empat negara di bawah kakinya." jawab Olfrey.
"Lalu? Aku sudah memperhitungkan hal itu, kita hanya harus menghentikan gerakan Ares—" Kata-kata Leticia tersela.
"Mustahil." Olfrey menyela Leticia dengan tegas.
"Mengapa kau bisa berkata seperti itu?" timpal Leticia, mengadah dengan kening yang berkerut.
"Aku sebenarnya ingin memberikan laporan terbaru kepada Yang Mulia terlebih dahulu." Di dalam benak, Olfrey sebenarnya tidak menginginkan menyebarkan informasi lebih lanjut kepada siapapun sebelum mencapai Florentia. Meskipun begitu, ia juga tidak menginginkan Leticia bersikap terlalu angkuh hingga lupa daratan.
"Tapi, aku akan mengatakan ini untukmu, kelompok 'hitam' Kaisar merupakan salah satu dari 'Tujuh.'" Kata-kata Olfrey membuat Leticia sejenak terdiam, sangat terkejut hingga tidak dapat berkata-kata.
"Bagaimana... dia dapat membawahi mereka? Dan juga... siapa?" tanya Leticia, nadanya terdengar sangat takut.
"Jika kau bertanya padaku, aku tidak dapat menemukan informasi itu... Tetap saja, karena empat merupakan organisasi negara dan satu adalah kelompok sesat, mungkin... 'Cornwall' atau 'Heart,'" jawab Olfrey.
"Bukankah 'Cornwall' dilaporkan telah hancur?" Leticia sedikit tidak mempercayai informasi tersebut. Tetap saja, di dunia bawah, bahkan organisasi yang telah terkubur lebih dari 1.000 tahun dapat terbangkitkan kembali.
"Aku hanya mendapatkan informasi jika hanya beberapa orang petinggi saja yang telah terbunuh." Kata-kata Olfrey membuat Leticia terdiam.
Kini, kebenaran telah terungkap jelas. Leticia segera menarik kesimpulan apabila salah satu dari kedua organisasi tersebut berada di bawah telapak tangan Ares jika melihat prestasi yang ia ukir, terlepas dari kekuatan militer serta finansialnya.
Hanya dengan sebuah kalimat, rencana petinggi Gardom yang telah dibuat lebih dari kurun waktu satu tahun, harus berubah total, "Aku akan menindaklanjuti ini sebelum Ares bergerak."
...----------------...