Arestia Empire'S World Domination

Arestia Empire'S World Domination
Chapter 34 : Peresmian Guild Pedagang



...—Kota Hauzen, Kekaisaran Arestia—...


...—14 September 1238—...


Menurut apa yang buku itu katakan, pencampuran genetik yang sama dari kemurnian darah Apostle Abel yang melebihi 70% dapat menyebabkan ketidaknormalan yang berujung pada kebangkitan "Alter"...


Apakah itu berarti kedua orang tua Esther adalah keturunan Abel yang memiliki kemurnian darah lebih dari 50 persen?


Jika begitu, besar kemungkinan jika Esther berasal dari keturunan Linius yang sengaja "dibuang" pada masa lampau...


Dan juga, meskipun entah berapa persen kemurnian darah Abel yang terkandung di dalam tubuhku, aku tidak pernah menyangka jika Ares juga merupakan keturunan langsung dari Apostle dan Saint.


Lagipula, apa-apaan itu spektator?


Apakah Kakek Rueter diperintahkan oleh Abel untuk mengawasi jalannya dunia dan mewariskan tugas itu kepada anak keturunannya hingga Kakek Friedrich?


Lalu, apa alasan Friedrich memutuskan untuk menghentikan tugas yang diberikan pendahulunya?


Di depan jendela yang menampilkan kecerahan sinar mentari pagi dengan Kota Hauzen di bawahnya, Ares berdiri termenung, melamun dengan menatap pemandangan kota.


"Tuan... Tuan..."


Panggilan lirih seorang wanita membuyarkan lamunan Ares. Perhatiannya teralihkan, Ares menampakkan sebuah senyuman lembut kepada seorang wanita berambut putih panjang sebahu yang menutupi salah satu matanya yang berwarna merah.


"Ada apa, Esther?" tanya Ares.


Terbesit kembali ingatan malam itu. Tepat setelah mengetahui identitas asli Esther dari buku tersebut, Excel memerintahkan Ares untuk segera menyentuhnya, yang jika Ares menolak maka Excel akan membunuhnya dengan kedua tangannya sendiri.


Excel mengabaikan kecemburuannya sebagai seorang wanita. Bagi seorang royalti atau bahkan bangsawan tingkat terendah, telah tertanam dalam pribadi apabila perasaan hati bukanlah sesuatu yang harus diutamakan, yang mana Excel sebenarnya juga telah menganggap Esther sebagai gundik suaminya semenjak dahulu.


Hal ini terkait dengan anak yang dapat Esther lahirkan, bahkan Ares dan Excel tidak mengetahui berapa banyak kemurnian darah Abel yang terkandung dalam nadinya.


Jika Esther berpihak kepada musuh negara, maka dipastikan dia akan menimbulkan sesuatu yang sangat buruk bagi keduanya, meski Excel sedikit memiliki ketenangan hati karena Esther secara jelas memiliki perasaan dan hutang budi kepada suaminya tersebut.


"Sudah saatnya, Tuan." Esther menampilkan senyuman cerah, kedua tangannya menggenggam sebuah dokumen yang merekat ke dadanya yang sama sekali tidak terlihat menonjol dari seragam militer yang dikenakan olehnya.


"Ah, ya... Tolong antarkan aku," balas Ares.


"Baik, Tuan. Saya akan membimbing Anda." Esther berbalik, menuju pintu ruangan dan diikuti oleh langkah Ares dengan beberapa ksatria serta pelayan di belakangnya.


Menyusuri lorong, tatapan Ares secara naluriah tertuju pada rok hijau gelap Esther, yang juga tidak sedikitpun memiliki tonjolan padanya.


Jika kupikirkan kembali... bukankah Esther telah berumur lebih dari 15 tahun?


Apakah aku harus menyerangnya nanti malam?


Bukan pemikiran bernuansa kotor, Ares memiliki hati yang berat karena perasaan bersalah kepada istrinya jika melakukan hal tersebut. Terlebih, meski orang-orang telah menganggap jika Esther juga merupakan salah satu gundik Ares, namun Ares memiliki perasaan kompleks terhadapnya karena dia menganggap Esther hanya sebagai adiknya yang telah dia rawat sejak berumur 13 tahun.


Berkumpul kembali dengan Excel serta kedua anaknya, dengan menggunakan kereta kuda termewah, kelompok Ares pergi menuju sebuah bangunan tiga lantai yang sangat besar, landmark yang berada di Distrik Kelas Atas Kota Perdagangan Bebas Hauzen.


Bernuansa abu-abu keputihan, atapnya menonjolkan sebuah bentuk yang sangat modern sesuai dengan apa yang Ares perintahkan. Bangunan tersebut memiliki kemiripan bentuk yang sangat tinggi dengan Gedung Putih yang ditinggali oleh Presiden Amerika Serikat serta keluarganya. Pun demikian dengan taman-taman yang berada di sekelilingnya.


Meskipun begitu, perbedaan mencolok berada di baliknya. Tepat di belakang gedung tersebut, berdiri sebuah bangunan besar dengan warna yang serupa untuk transaksi skala besar bagi para pedagang serta akses menuju uang mereka yang tersimpan di dalam bank.


Keluarga royalti Kekaisaran Arestia telah turun dari kereta kuda yang telah dilengkapi sistem suspensi. Semua orang berbaris, berdiri berjajar menyambut sembari menundukkan dalam kepala mereka.


Ares, Excel yang menggendong Raze, Esther yang dipercayakan Orcian, hingga beberapa pejabat lain melangkah, mendekati sebuah pita merah yang terpasang tepat di depan pintu kembar bangunan Guild Pedagang.


Sebuah tradisi baru. Ares menggunakan gaya dunia sebelumnya untuk melakukan peresmian dengan menggunakan pita merah.


Prok.


Prok.


Prok.


Putus, pita tersebut kini telah tergunting. Bersama dengannya, suara tepuk tangan meriah serta suara-suara perkataan yang penuh akan harapan terdengar, menyambut sebuah organisasi baru yang melindungi serta menjadi tempat persatuan bagi para pedagang.


Keriput penuaan telah menghiasi wajah, tapak langkahnya juga terkesan lambat. Meskipun begitu, aura wanita tua tersebut memancarkan apabila dia juga merupakan salah satu tetua, seseorang yang wajib untuk dihormati.


Ullysia Rottern, kepala sekaligus pemilik Firma Rottern, sebuah perusahaan besar perdagangan dan pertanian yang berpusat di Ibukota Kekaisaran Suci Alven.


Mendapat tatapan kewaspadaan dari Esther serta para ksatria pengawal, Ullysia tetap melangkah dengan tenang, tidak sedikitpun terintimidasi dan tetap menunjukkan keanggunan pada gerakannya.


Para ksatria membuka ruang, mempersilakan agar Ullysia melontarkan tujuannya, meski suasana tetap terasa berat karena para ksatria tetap menganggap jika Ullysia—seorang rakyat jelata—sangat berani mendekati seorang darah biru seperti Ares dan Excel.


"Appraisal." Ares dengan lirih bergumam, menargetkan Ullysia yang berjalan mendekatinya.


......................


...[Status]...


Nama : Ullysia "Hucarf" Rottern


Umur : 68 Tahun


Jenis Kelamin : Perempuan


Afiliasi : Eye of Truth


Gelar :


+ Kepala Firma Rottern


+ Pangkat Hucarf, Mata-mata Eye of Truth


Statistik


Keahlian Senjata : 26 (+0)


Kelincahan : 24 (+0)


Kepandaian : 48 (+0)


Tubuh : 46 (+0)


Kepemimpinan : 68 (+0)


Loyalitas : 87


Moral : 92


Pelatihan : 35


......................


Mereka sudah mulai bergerak.


Apakah kalian akan mengincarku sebagai korban pertama kalian?


Ullysia menampilkan senyuman cerah, menundukkan dalam kepalanya sebagai penghormatan formal kepada Ares dengan mengangkat sedikit pakaiannya.


"Terima kasih karena telah memberi perlindungan dan dukungan kepada para pedagang yang lemah seperti kami, Yang Mulia." Kepala Ullysia kembali terangkat, "Sungguh, tanpa bantuan Anda, kami tidak tahu bagaimana harus menginjakkan kaki di tengah tekanan para bangsawan dan golongan gereja di belahan timur dunia yang dikenal sangat tamak dan rakus."


"Tidak perlu khawatir, Kepala Firma Rottern. Akan sangat membohongi diri jika pihak kekaisaran tidak mengambil keuntungan dari kerjasama yang dilakukan dengan para pedagang." Ares menampilkan senyuman lembut, ia sangat paham apabila Ullysia sangatlah sering berinteraksi dengan para pendeta dan bangsawan Alven hingga polesan kata-katanya terasa sangat menyentuh.


Nah, ayo segera penuhi tujuanmu datang kepadaku.


Aku sangat penasaran dengan sesuatu yang akan kalian lakukan pada masa yang akan datang nanti.


...----------------...