
...—Kota Perbatasan Suretz, Kerajaan Gardom—...
...—18 Desember 1238—...
Sialan!
Sialan!
Memandang Code : 0 yang kini berdiri tanpa ekspresi di sudut ruangan dengan Carnwennan yang tersarung di atas kereta makanan yang tidak jauh darinya, Ares hanya dapat terdiam gelisah, menyebabkan beberapa orang di sekitarnya kebingungan.
Ares telah memastikan apabila makanan yang kini telah disajikan tepat di hadapannya tidak sedikitpun memiliki racun. Bingung, tidak dapat sedikitpun memprediksi, Ares benar-benar memberikan kewaspadaan penuh atas keselamatan diri serta dua sepupu yang kini duduk berhadap-hadapan dengannya.
"Jika Anda berkenan... bolehkah kami mengetahui apa yang Anda sedang rasakan?" Andres bertanya khawatir, demikian dengan Eleanor yang sedikit mengerutkan keningnya.
Tenang...
Benar... dia belum melakukan apapun...
Dan juga, dia belum berniat untuk membunuhku untuk saat ini. Tapi... memang apa perintah yang diberikan kepadanya?
Ares sejenak mengambil napas, mengendalikan perasaannya yang sedari tadi telah gundah. Merasakan apabila kematian instan dapat sewaktu-waktu datang menghampirinya, bahkan seseorang seperti Ares yang telah mengalami beberapa medan perang akan berkeringat dingin.
"Tidak... tidak ada." Ekspresi wajah telah kembali menjadi sedia kala, Andres serta Eleanor hanya dapat kebingungan terhadapnya.
Perlahan, Ares mendekatkan satu sendok sup ikan laut yang menjadi menu khas kota menuju mulutnya. Namun, tangannya segera terhenti, menahan sendok tersebut tepat di depan kedua bibirnya.
"Kapan ikan ini diambil?" tanya Ares.
"Tepat sebelum matahari terbit, Yang Mulia, sesuai dengan kebiasaan para nelayan pada umumnya." Code : 0 menjawab sopan, sedikit menundukkan kepalanya.
"Seperti yang dia katakan, Saudaraku." Eleanor tersenyum masam kepada Ares, dia mengerti pertanyaan sebagai tanda yang Ares berikan kepadanya, "Meskipun begitu, untuk seorang rakyat jelata biasa... bukankah kamu terlalu percaya diri saat berhadapan dengan kami?"
Merasa sedikit janggal, dimana perilaku Ares yang sangat tidak wajar disertai dengan pembawaan koki yang tidak biasa untuk seorang rakyat jelata saat berhadapan dengan para kasta tinggi, alarm dalam naluri Eleanor memberikan sinyal merah. Anggapan bila dia dapat segera kehilangan nyawa telah terukir kuat.
Ketakutan telah menyelimuti hati, Eleanor tidak sekalipun pernah merasakan hal ini sebelumnya. Tetap saja, Eleanor tidak dapat mengesampingkan posisinya yang diharuskan untuk berada di atas, seolah mengendalikan apapun sesuai dengan keinginan dirinya.
Berbeda dengan Andres yang masih tidak memahami alur percakapan, mata Ares kuat tertuju pada Code : 0, yang kini samar mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Mundur!" Bersamaan dengan gerakan tangan cepat Code : 0, Ares berteriak sembari mempersiapkan dirinya, tidak berbeda dengan Eleanor yang segera melompat mundur dan mengelilingi dirinya di tengah para ksatria.
Para ksatria dan pelayan segera mengepung, beberapa yang lain segera melindungi tiga bangsawan yang sedang berkumpul.
"Apa yang kau inginkan? Kau sengaja melakukan ini, bukan? Aku tidak berpikir Executor dari 'Bloodytears' akan melakukan kesalahan yang sepele seperti itu," ungkap Ares, yang kini berada di tengah dari lima ksatria pengawal yang berdiri mengelilinginya.
"Hah?!"
"Apa?!"
Suara-suara keterkejutan bermunculan. Serupa dengan Eleanor, Andres sangat terkejut, benar-benar ingin menyangkal kata-kata yang baru saja Ares lontarkan.
Di tengah-tengah banyak bilah pedang yang terhunus kepadanya, Code : 0 memposisikan untuk tetap tenang, diam tidak bergerak dengan belati Carnwennan pada genggaman tangan kanannya.
Sedikit perasaan aneh menghampiri benak, tidak menyangka jika Ares dapat mengetahui latar belakangnya dengan sangat cepat, Code : 0 memutuskan untuk memasukkan Ares ke dalam daftar "hitam." Code : 0 menganggap jika Ares adalah seseorang yang memiliki "bayangan" yang setara dengan Kekaisaran Renacles.
"Ares Aubert." Code : 0 memberikan senyuman kecil, panggilan yang terlontar tidak sekalipun memiliki nada, seolah ia telah membunuh emosi dari kepribadiannya.
"Lanca—" Beberapa ksatria hendak memotong dengan mengumpat, namun Ares menahan mereka dengan mengangkat salah satu tangannya.
"Yang Mulia Kaisar masih menganggap dirimu berguna." Dengan kata-kata Code : 0, semua yang hadir menjadi paham, pria berpakaian koki tersebut dapat mengeliminasi Ares bahkan sebelum dia menyadarinya, yang mana juga Ares akan mengakui hal tersebut.
Itu berarti... dia datang kemari untuk memberiku peringatan.
Kupikir... sama seperti di dalam game, Kaisar Renacles menganggap anak-anaknya hanya sekedar alat semata.
"Tugasku telah berakhir." Code : 0 menarik pakaian kokinya, melepasnya dengan cepat sembari mendekati salah satu ksatria pengepung yang berada tidak jauh dari jendela ruangan.
"Hentikan dia!"
"Jangan pikir kau bisa kabur!"
PRANG!
"Uhok!"
Hanya dengan satu hantaman kepalan tangan, ksatria tersebut terdorong mundur hingga terlempar keluar dari kaca jendela.
Ketidakpercayaan kuat merasuk dari bidang pandang, tidak ada yang ingin mempercayai kekuatan seorang pria berpakaian koki yang bahkan dapat melakukan sesuatu hal yang sangat mustahil bagi seorang manusia.
Tidak berbeda dengan Andres serta Eleanor, Ares hanya dapat sejenak terdiam, terkejut dengan kecepatan serta kekuatan yang Code : 0 keluarkan, meski sebelumnya dia telah mengetahui kemampuannya yang sebenarnya.
JRASH!
Ksatria yang berdiri di dekat ksatria yang terlempar segera merasakan keanehan. Pandangannya melayang, seolah terlempar ke atas. Saat dia menyadari, untuk terakhir kalinya, kepalanya telah terputus dari lehernya.
"Hentikan!" Ares berteriak keras, dia mengerti bahwa melawan Code : 0 adalah sesuatu yang sangat mustahil, terlebih dengan keadaannya saat ini dimana dia berada di dalam ruang dengan gerak terbatas.
Para ksatria melompat mundur, menjaga jarak dengan Code : 0, beberapa yang lain terlihat semakin mengetatkan keamanan Andres, Eleanor, dan Ares.
"Biarkan dia pergi." Ares memberi pernyataan tegas.
"Ta—tapi—"
"Yang Mulia—"
"Lakukan!" Eleanor memberikan perintah, mendukung pernyataan Ares setelah mendengar keluhan para ksatria.
"Ya, Tuan Putri!" Tidak memiliki pilihan lain, para ksatria melangkah mundur dengan kewaspadaan mereka yang tinggi, memberikan sedikit ruang gerak bebas kepada Code : 0.
Code : 0 meluweskan posisinya yang saat ini mengenakan pakaian serba hitam yang sebelumnya berada di balik pakaian kokinya.
"Pilihan bijak." Code : 0 memberikan tanggapan datar, "Para bangsawan dengan sifat seperti kalian adalah hal yang langka."
Udara masih terasa sengit, Code : 0 dengan acuh tak acuh berbalik, melangkah menuju pintu untuk keluar dari ruangan.
Cklik.
"Dimana keberadaan Carnwennan yang lain?" Kata-kata Ares menghentikan langkah Code : 0, tepat saat dia hendak menutup pintu.
Gerakannya menjadi kaku, tidak pernah menyangka jika Ares akan mengetahui nama senjatanya yang bahkan hanya diketahui oleh Sang Kaisar serta seniornya, selain dari dirinya sendiri.
"Bagaimana... kau tahu tentang itu?" tanya Code : 0, masih terasa datar, namun keterkejutan tidak dapat terlepas dari nada yang ia lontarkan.
Ares hanya terdiam, menolak untuk menjawab. Mengetahui respon tersebut, Code : 0 menghela napas berat. Penilaian kepada sosok Ares semakin meningkat, melebihi orang-orang yang telah berada dalam daftar hitamnya.
Code : 0 kembali berbalik, menatap Ares dengan ekspresinya yang datar seperti biasanya, "Ibukota Excelia."
...----------------...