Arestia Empire'S World Domination

Arestia Empire'S World Domination
Chapter 33 : Kebenaran Dunia, part 2



...—Kota Ereth, Wilayah Administrasi Keluarga Aubert—...


...—7 September 1238—...


Messiah.


Dapat dikatakan, penyelamat dunia.


Hingga masa kini, bahkan untuk seseorang yang tidak memiliki iman kepada Tuhan, setiap orang akan bersepakat jika julukan tersebut tersemat kepada seseorang yang telah mengakhiri era kekacauan besar yang terjadi pada 4.000 tahun yang lalu.


Era dimana banyak orang melakukan ritual-ritual hitam yang keji, mengorbankan orang lain dan bahkan darah daging mereka sendiri, hanya untuk memenangkan sebuah pertempuran demi tercapainya keinginan serta kejayaan bagi diri dan golongannya.


Sihir adalah sesuatu yang nyata. Pun tidak berbeda dengan ramalan yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu di dunia ini.


Pemanggilan-pemanggilan adalah sesuatu yang hal yang dapat dilakukan. Iblis atau bahkan binatang neraka tidak luput menjadi alat untuk menyerang penentang mereka, walau harus menumbalkan puluhan ribu jiwa.


Dunia telah menjadi rusak, banyak orang-orang yang mengajarkan keimanan hanya kepada Tuhan telah tewas terbunuh.


Tidak jauh berbeda dengan linimasa dunia yang ditinggali Ares sebelumnya, sejarah yang ditulis menyebutkan bahwa Tuhan mengirimkan, mengutus seseorang untuk memurnikan kembali ajaranNya.


Abel, seseorang yang memiliki kehendak Tuhan di dalam dirinya.


Dengan kedua tangan bersama beberapa pengikutnya, Abel menggerakkan dunia menuju arah yang seharusnya.


Berperang dengan para ahli sihir dan penguasa pada saat itu, dengan izin Tuhan, Abel dan para pengikutnya menghempaskan, menghancurkan segala bentuk kesesatan mereka. Patung-patung, tongkat-tongkat sihir, hingga jimat-jimat, tidak lagi terdapat satupun dari mereka yang tersisa.


Meskipun begitu, Abel dan para pengikutnya menjalani perjuangan yang begitu berat. Banyak orang sesat yang memanfaatkan kekuatan iblis sebagai bentuk perlawanan mereka.


Bukan merupakan sihir emisi seperti api, atau bahkan petir seperti apa yang akan terbesit di dalam benak seseorang era modern saat berpikir mengenai sihir. Namun, lebih condong kepada sesuatu yang bertentangan dengan logika dan akal sehat.


Perubahan tongkat menjadi seekor ular, menumbuhkan ribuan tanaman, hingga terjadinya pembunuhan tanpa sebab adalah tantangan yang Abel dan para pengikutnya harus hadapi.


Mukjizat, sebuah plot armor klasik yang diberikan oleh Tuhan. Dengan izin-Nya, Abel memiliki kemampuan untuk membuat persenjataan ilahi, yang Ares kenal sebagai item khusus di dalam game, serta darah dan tubuh yang telah diberkahi Tuhan.


Tidak hanya itu, Tuhan memberikan Abel banyak kemenangan dengan perlindungan-Nya, hingga terjadi kehancuran kepada orang-orang sesat dan kembalinya kemurnian serta kesucian hati setiap orang.


Hari itu, Agama Arafant telah terlahir. Abel menggunakan nubuat Tuhan yang diberikan kepadanya untuk mengajak orang-orang kembali ke jalan yang benar.


Anggapan Abel adalah messiah, seseorang yang menjadi utusan Tuhan telah melekat di dalam hati pengikut setia dan khalayak. Karenanya, orang-orang dari seluruh penjuru dunia memilihnya, mengangkat Abel menjadi seorang pemimpin atas kebijaksanaan, keilmuan, serta keimanannya yang sangat tinggi.


Diangkat, menjadi seorang pemimpin seluruh penjuru negeri, Abel mewariskan kepemimpinannya kepada putranya, Regulus, seseorang yang menjadi cikal bakal kebangkitan Kekaisaran Suci Regulus di masa lampau.


Hingga beberapa ratus tahun telah berlalu, keimanan mulai kembali terkotori oleh kesesatan, bermula dengan adanya anggapan bila darah Sang Apostle adalah sesuatu yang suci, menyebabkan Keluarga Kekaisaran Suci Regulus kala itu kembali mencari, merekatkan kembali seluruh darah murni dari Sang Leluhur.


Praktik keji dan kotor mulai kembali terbentuk. Setelah beberapa generasi darah suci kembali berkumpul, keturunan-keturunan Abel yang sesat melakukan perkawinan sedarah, menyebabkan banyak keturunan royalti terkena banyak kelainan akibat faktor genetik dan masalah fisik lain.


Diantara banyaknya kasus kelainan tersebut, terdapat sebuah kasus khusus yang sangat mengkhawatirkan.


Heterochromia, awal dari ketakutan masyarakat dunia yang berawal dari kalangan bangsawan dan gereja.


Jika itu merupakan kelainan heterochromia biasa, hal tersebut tidaklah akan menimbulkan sebuah ketakutan. Namun, karena kembalinya kepekatan darah Abel, kedua mata keturunan yang mengalaminya bersinar redup, yang bahkan dapat menyebabkan ketidakstabilan mental hingga merusak moral dan hati nuraninya.


Alter.


Sebuah kata yang telah menghilang dari peradaban, bersama dengan kehancuran Kekaisaran Suci Regulus itu sendiri.


Kebangkitan "Alter" mewarnai beberapa pihak yang tidak puas dengan tindakan gereja, yang diketahui melakukan pembantaian atas keturunan berdarah murni Abel yang memiliki perbedaan warna mata karena sikap mereka yang tidak lagi dapat terkontrol dan akan menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya.


Tidak lagi merasa tahan, rahib-rahib tradisional bangkit, melakukan perlawanan dengan pihak gereja dan memproklamirkan diri mereka sebagai "Kelompok Mihiral" yang kini telah berubah menjadi sebuah kepercayaan.


Perang besar sekali lagi terjadi.


Meski kelompok Mihiral mengetahui jika keberadaan Alter merupakan sebuah masalah, namun mereka menolak, tidak menginginkan adanya pembantaian kepada kaum darah murni hanya karena memiliki sebuah kelainan genetik.


Jika gereja memperlakukan rehabilitasi kepada mereka, maka Kelompok Mihiral hanya akan diam, tidak sedikitpun terbakar rasa amarah, meski ketidakpuasan mereka juga tetap tidak terhindarkan.


Hanya karena ketakutan besar pihak gereja, pembantaian kembali terjadi, yang tidak berbeda dengan sejarah Holocaust serta perintah Fir'aun yang mengharuskan setiap penduduknya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru saja terlahir.


Gereja telah dikalahkan, pun demikian yang terjadi dengan rahib-rahib penentangnya. Tindakan peperangan mereka menghasilkan sesuatu yang fatal, Kekaisaran Suci Regulus telah runtuh, menyebabkan dunia kembali terbagi menjadi dua.


Pendeta-pendeta, rahib-rahib, serta para ahli kitab sebagian besar telah tewas, entah karena terbunuh ataupun karena faktor usia.


Ajaran murni telah ternodai. Kitab-kitab yang merupakan wahyu Tuhan telah diubah, ditulis ulang oleh tangan-tangan kotor para pemegang kepentingan yang rakus dan tamak akan kenikmatan dunia.


Dua agama besar telah terbentuk. Memiliki asal yang sama tidaklah sama sekali membuat mereka saling berdamai.


Sekali lagi, meski tidak mengetahui asal usul mereka, "Alter" kembali muncul. Para bangsawan, pendeta, hingga rahib-rahib berkedudukan tinggi memanfaatkan kekuatan mereka demi kepentingannya sendiri.


Karenanya, pembunuhan massal kembali terjadi. Ketakutan besar di tengah khalayak umum sekali lagi terbentuk, predikat "Anak yang dikutuk oleh Iblis" tersemat kepada mereka, yang kala itu berjumlah tidak lebih dari banyaknya jumlah jemari tangan.


Di tengah situasi hidup yang tidak lagi menentu, beberapa kelompok bangsawan yang tidak lagi memiliki iman memutuskan untuk berpindah, mencari tanah baru yang jauh dari sebuah pertikaian antar agama di ujung dunia, yang saat ini dikenal sebagai Benua Barat.


Diantara mereka, terdapat sebuah keluarga kecil yang menyembunyikan diri. Sepasang suami istri yang juga merupakan saudara sepersepupuan mengetahui jika mereka memiliki darah murni Sang Apostle karena keberadaan anak mereka yang memiliki kedua mata dengan warna yang sangat kontras.


Hanya berdiam diri, menyembunyikan indentitas sejati mereka dengan menjadi salah satu bawahan bangsawan tersebut—yang dikenal sebagai Richard Rowling serta merupakan pendiri Kerajaan Rowling—sembari menyembunyikan keberadaan anak mereka agar tidak terbunuh.


"11 Agustus 126, penulis dan spektator terakhir dunia—Freidrich von Rueter, seseorang yang mempertahankan darah murni terakhir Rueter, anak bungsu tersembunyi Apostle Abel dan Saint Noven-Belle..."


Tepat setelah Ares menyelesaikan kata-katanya, secara naluriah dia perlahan menolehkan wajah kepada istrinya yang berada dalam pangkuannya, yang hanya terdiam, tidak sekalipun membalas kata-katanya.


Entah mengapa, Ares benar-benar memahami perasaan duka yang merasuk ke dalam benak istrinya. Kehilangan ibunya, satu-satunya orang yang benar-benar menyayanginya dari lubuk hatinya yang terdalam hanya karena kesalahan nenek moyang sangatlah menyakitkan.


Tanpa sadar, butiran air mata menetes hingga membasahi wajah. Meski Ares tidak melihatnya, ia entah mengapa dapat mengetahuinya.


Suara samar tegukan ludah terdengar dari tenggorokan Ares. Menenangkan hatinya, Ares sejenak mengambil napas dalam, "Aku... sebenarnya bukanlah orang yang berasal dari dunia ini."


"Eh?" Perhatian Excel teralihkan. Terasa panik, ia membalikkan sebagian tubuhnya, dengan cepat menatap suaminya meski tetap duduk di atas pangkuannya.


"Bukankah kamu merasakan jika Ares yang kamu kenal saat berada di Akademi Kerajaan dahulu sangatlah berbeda denganku?" tanya Ares, terdengar sangat sedih.


"Itu..." Excel merasa sulit untuk menjawab. Meski dia telah menolak, tidak ingin mengetahuinya dan telah mengabaikannya, perasaan aneh yang terbesit di dalam hatinya saat ia bertunangan dengan Ares kembali muncul.


"Ares von Rueter, pemilik tubuh yang saat ini kudiami sebenarnya telah tiada. Dia mengorbankan nyawanya demi wanita yang telah diperkosa oleh saudara tirimu, Pangeran Zee, dan memintaku untuk membalaskan dendamnya." Mendengar ungkapan Ares, Excel hanya dapat terdiam, tidak mengerti bagaimana harus membalas.


Perasaan rumit menyelimuti hatinya. Jauh dari pergaulan karena anak-anak para bangsawan yang tidak menyukai sifatnya, Excel hanya memiliki sedikit pengetahuan mengenai rumor yang beredar di kalangan bangsawan.


Pandangan Excel mengikuti. Ares menggerakkan tangan kanannya untuk membuka lembaran terakhir yang tersemat dalam buku tua di hadapannya.


"Aku dipanggil olehnya menggunakan ritual ini." Ares menunjuk tepat kepada lukisan lingkaran dengan sebuah Bintang David di dalamnya, "Ritual pemanggilan iblis tingkat tinggi, aku adalah individu yang bahkan tidak dapat disandingkan dengan dirimu, keturunan murni Utusan Tuhan."


Ares tidak sekalipun pernah membuka buku catatan dunia yang telah ditunjukkan oleh jiwa Ares sebelumnya. Namun, dia telah memeriksa sebuah catatan pribadi yang ditinggalkan di ruang pribadinya, yang merujuk pada sebuah hamparan tanah datar di tengah hutan yang menjadi tempat ritual yang dilakukan oleh jiwa Ares sebelumnya untuk memanggilnya.


Ares mengangkat tubuh Excel dengan kekuatan penuhnya, menyebabkan Excel hendak terjatuh, meski dia segera menahan tubuh istrinya.


Kini, keduanya berdiri berhadap-hadapan. Sebuah senyuman penuh kesedihan terukir, Ares tahu jika istrinya sedang menatap rumit disertai dengan sedikit ketakutan kepadanya.


Perlahan, kepala Ares tertunduk, berniat untuk mengungkapkan penyesalannya yang begitu dalam, "Maaf... karena selama ini telah menipumu... tidak pernah mengatakan apapun kepadamu..."


Mengangkat kembali kepalanya, raut wajah yang terasa penuh kesedihan kembali tampak, "Dan juga... jika kamu tidak ingin merawat Raze dan Orci—"


Tangan kanan Excel mengepal kuat, Excel tanpa sadar menggigit bibirnya, tidak lagi tahan dengan perkataan laki-laki yang dia sangat cintai selain putra semata wayangnya.


Excel menarik kuat kerah Ares dengan kedua tangannya. Dia melihat air mata telah membasuh seluruh wajah istrinya, menyebabkan hati kecilnya entah mengapa terasa sangat sakit.


"Apakah kamu melupakan janji yang kamu buat denganku dulu?!" Excel berteriak keras, pancaran kuat sorot matanya tertuju kepada kedua mata suaminya, "Apakah kamu sama sekali sudah melupakan kata-kataku?!"


"Aku juga merupakan seorang putri dari anak terkutuk! Persetan dengan itu semua! Jadi! Jadi..."


Duk.


Dengan kedua tangan yang tetap menggapai kerah, Excel menjatuhkan keningnya di atas dada suaminya dengan melontarkan nada lemah. Isak tangis samar terdengar hingga semakin keras, Ares tidak mengerti bagaimana harus memperlakukan seseorang yang benar-benar ia cintai.


"Bahkan... bahkan jika kamu adalah seorang Raja Iblis sekalipun... aku... aku sama sekali tidak peduli... Jadi tolong... jangan pernah pergi..."


"Karena aku... tidak lagi memiliki siapapun... selain dirimu seorang..."


Dekapan kuat menghangatkan tubuh Excel. Penuh kasih sayang, terasa sangat menenangkan hati.


Dengan wajah seseorang yang ia cintai menyentuh kepalanya, Excel mendengar gumaman lirih, "Maaf... dan terima kasih..."


...----------------...


Note :


Yes, sub arc pertama yang penuh adegan romance yang bikin iri telah kelar!! Meledaklah kalian!!


Setelah ini, sub arc kedua dari Arc Perang Dagang, Pertempuran Intelejen!


PS. Warna mata Orcian itu kuning, mirip seperti Ares. Di eps sebelumnya, itu dijelaskan memancarkan sinar merah redup... jadi...


...----------------...