Arestia Empire'S World Domination

Arestia Empire'S World Domination
Chapter 42 : Menyamar



...—Ujung Timur Perbatasan Kerajaan Gardom—...


...—15 Desember 1238—...


Grrrtk.


Grrrtk.


BRAK!


"Sialan!"


"Idiot!"


"Dasar Bajingan!"


Di bawah sinar mentari yang telah tergelincir dari puncaknya, beberapa gerbong kereta kuda yang tergabung dalam suatu karavan yang membawa orang-orang dari berbagai kalangan.


Akibat ketidaksengajaan Sang Kusir, semua orang yang duduk berhadap-hadapan di dalam gerbong mengumpat, beberapa diantara mereka bangkit dengan kesal, beberapa yang lain hanya diam sembari menahan kekesalan mereka di dalam hati.


Pun begitu juga dengan Kaisar Arestia, Ares Aubert, yang kini menjadi salah satu penumpang di dalamnya. Ekspresi wajah yang ia tunjukkan hanya datar, tidak sedikitpun menunjukkan tanda-tanda sebuah senyuman sejak beberapa hari terakhir.


Baginya, yang telah mengendarai kereta kuda dengan sistem suspensi, merasa sangat tidak nyaman. Kecewa dengan apa yang telah ia putuskan beberapa pekan kemarin.


Kusir yang terduduk di luar gerbong tetap mempertahankan kelajuan gerbong kereta, tidak sedikitpun menarik tali kekang kudanya, meski ia tersenyum penuh penyesalan, "Ahaha... Maaf, maaf."


Mendengar kata-kata kusir kereta, para penumpang hanya dapat menahan kekesalannya, terdengar beberapa decakkan lidah yang berasal dari mulut mereka.


Gale—yang kini duduk tepat di samping Ares—juga demikian. Keningnya berkerut, meremas kedua lututnya karena memiliki perasaan yang tidak berbeda dengan para penumpang lain.


Gale melirik Ares, menemukannya menyandarkan kepalanya pada gerbong kereta yang bergetar, sedikit kagum dengan ketahanan Tuannya selama perjalanan bersamanya sejak beberapa hari terakhir.


"Tuan." Gale memanggil lirih.


"Hm?" timpal Ares, tetap menutup kedua matanya meski semua panca inderanya peka terhadap kondisi sekitar.


"Sebentar lagi kita akan tiba di kota perbatasan Gardom," balas Gale lirih.


"Begitu..." Ares sejenak terdiam, "Ah, benar. Di dalam gerbong ini, ada satu pembunuh berantai dan dua anggota guild 'hitam.'"


Mendengar suara yang sangat lirih dari Ares, Gale sejenak terpana, kedua matanya terbuka lebar karena sangat terkejut.


Bukan berarti Gale merupakan seorang agen intelejen yang buruk, namun kedua anggota guild tersebut memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan dirinya, baik itu dalam penyamaran ataupun dalam misi penyusupan, meski Gale telah melihat gelagat aneh yang beberapa kali pembunuh berantai berbadan normal tersebut telah tampakkan.


"Ap—" Hendak sedikit mengeraskan suaranya, kulit tangan Gale merasakan sakit akibat cubitan. Selaan Ares menyebabkan Gale kembali menutup rapat kedua bibirnya.


"Jangan berisik, santai saja," timpal Ares dengan tersenyum kecut, yang bagi Gale sangat terlihat acuh tak acuh.


"Appraisal." Ares menargetkan kedua anggota dark guild yang duduk tak jauh darinya.


......................


...[Status]...


Nama : Humbrey


Umur : 34 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Afiliasi : Dark Guild Laguna, Eye of Truth


Gelar : Knight of Greed


Statistik


Keahlian Senjata : 99 (+0)


Kelincahan : 96 (+0)


Kepandaian : 35 (+0)


Tubuh : 94 (+0)


Kepemimpinan : 41 (+0)


Loyalitas : 100


Moral : 94


Pelatihan : 82


......................


......................


...[Status]...


Nama : Velmine


Umur : 29 Tahun


Afiliasi : Dark Guild Laguna, Eye of Truth


Gelar : Knight of Greed


Statistik


Keahlian Senjata : 89 (+0)


Kelincahan : 101 (+0)


Kepandaian : 49 (+0)


Tubuh : 98 (+0)


Kepemimpinan : 32 (+0)


Loyalitas : 100


Moral : 87


Pelatihan : 83


......................


Senyuman masam yang terlihat samar sekali lagi terukir. Sedikit berada di luar prediksi, Ares sebelumnya tidak berpikir bila Ullysia akan segera menghubungi atasannya, Greed, kursi kedelapan Knight of Round.


"Nah, Gale," bisik Ares.


"Ada apa... Tuan?" Ada ketidaknyamanan yang terasa pada nada yang Gale lontarkan.


Gale tahu, saat tuannya sedang melukiskan wajah masam, sesuatu yang tidak terduga yang bahkan sangat buruk bisa saja dapat terjadi. Memantapkan hatinya, ia melirik kepada dua anggota dark guild yang baru saja ditunjukkan oleh Ares. Namun, dia tidak mendapati satupun gerak-gerik mencurigakan dari keduanya.


"Apakah kamu mengerti apa yang akan terjadi pada sebuah kota kecil yang akan dilangsungkan sebuah pertemuan para pemimpin negara besar di dalamnya?" Dengan tetap berekspresi serupa, Ares berbisik kecil, berkeinginan untuk mengetahui jawaban yang akan Gale lontarkan.


"Penjagaan yang sangat ketat?" Gale dengan lirih menjawab, dia tahu jika jawaban atas pertanyaan Ares bukan hanya itu, namun besar keinginan di dalam hatinya untuk tidak menjawab hal tersebut.


"Salah."


Keyakinannya benar, Ares menginginkan jawaban lain yang telah terpikir di dalam benak Gale.


"Sabotase." Gale menjawab cepat dengan sangat lirih.


"Bingo," timpal Ares, seolah sedang bersenang-senang.


"Tapi... mengapa Anda sangat yakin jika hal tersebut akan terjadi, Tuan?" Gale bertanya heran.


"Hm? Haruskah aku menjelaskannya kepadamu?" Ares melirik Gale, menemukannya berwajah penasaran yang terkesan serupa dengan sosok wanita imut.


Jujur, jika kau adalah wanita, aku akan segera menyerangmu, Gale.


"Jika Anda berkenan... Tuan." Memandang Ares yang mengalihkan perhatiannya kepada lingkungan sekitar, Gale hanya dapat melukiskan kebingungan.


"Jika begitu... tunggu saja dalam tiga detik," balas Ares, salah satu tangannya segera menggenggam pegangan Rapier yang kini berada di balik jubahnya.


"Eh?!"


Segera, laki-laki kekar pembunuh berantai menghunus pedang pendeknya yang tersembunyi di balik jubah.


Kini, mata pedang pendek yang sangat tajam telah menyentuh kulit leher seorang pria paruh baya kaya yang duduk tepat di sampingnya, bahu yang lain juga telah tertahan oleh tangan kuat pembunuh berantai.


"Aku sedang berbaik hati kepada kalian, segera tinggalkan kereta ini jika kalian masih tetap ingin hidup."


Berkeringat deras, pria paruh baya kaya yang saat ini memiliki mata pedang pendek di lehernya hanya dapat gemetar hebat. Pun demikian dengan orang-orang di sekitarnya yang tidak dapat sedikitpun menahan tekanan aura yang terpancar dari pembunuh berantai tersebut.


Memiliki perasaan jika gerbong kereta yang ia tumpangi telah terkepung di segala sisi dari luar, Ares hanya dapat tersenyum kecut, bangkit sembari mengangkat tinggi kedua tangannya.


Ia telah menebak. Pembunuh berantai tersebut telah bekerja sama dengan kusir kereta untuk menyelinap ke dalam kota yang kini memiliki penjagaan ketat sebagai penumpang sipil.


Diikuti oleh Gale serta beberapa orang lain, Ares turun dari pintu kayu yang kini beberapa pembunuh telah berada padanya dan sedang mengintimidasi para penumpang gerbong untuk turun.


"Tuan," panggil Gale lirih.


"Ya." Ares menerima tanda yang diberikan Gale saat turun dari gerbong kereta.


Perasaannya benar, tatapan Humbrey serta Velmine terus tertuju kepadanya saat keduanya turun, yang berarti keduanya telah mengerti jika ia merupakan Kaisar Arestia.


Apakah kalian ingin melawanku di sini?


Namun, kekhawatirannya terbukti salah. Ares dan Gale tidak sedikitpun mendapatkan serangan yang ditujukan kepadanya. Keduanya hanya pergi, menapaki jalanan menuju kota yang di dalamnya akan dilangsungkan sebuah pertemuan tingkat tinggi setelah gerbong yang diisi oleh para pembunuh telah pergi.


"Tuan." Panggilan Gale membuat Ares berpaling kepadanya.


"Apa itu?" tanya Ares.


"Bisakah kita... memasuki kota?" Mendapati pertanyaan Gale, Ares sejenak terdiam, tersadar jika ia telah melupakan sesuatu yang sangat penting.


"Kita... tidak bisa..." jawab Ares yang masih tetap terperangah.


...----------------...