Arestia Empire'S World Domination

Arestia Empire'S World Domination
Chapter 45 : Di Luar Perhitungan



...—Kota Perbatasan Suretz, Kerajaan Gardom—...


...—18 Desember 1238—...


"Sebelumnya... bolehkah aku bertanya mengenai sesuatu yang sedikit menggangguku kepada kalian berdua?" Di depan Eleanor serta Andres yang terduduk secara berdampingan, Ares mengubah serius wajahnya, sedikit menyipitkan kedua matanya seolah tidak membiarkan keduanya mengelak.


"Ada apa?" Eleanor membuat wajah bingung, pun demikian dengan Andres.


"Apakah pertemuan ini diketahui oleh kedua kepala keluarga?" Kata-kata Ares membuat Eleanor sejenak mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Tentu saja, Yang Mulia. Mengingat posisi kami, tidak mungkin kami akan melakukan sesuatu yang sangat lancang seperti itu." Eleanor menjawab lugas, sejenak memejamkan kedua matanya dan mengubah wajahnya menjadi serius, "Niat tulus kami hanya didasari oleh keinginan untuk merekatkan kembali hubungan keluarga kita demi hubungan baik kedua negara di masa yang akan datang."


"Begitu," timpal Ares.


"Tetap saja..." Sekilas, tampak sedikit penyesalan pada Eleanor, "Kami sangat memohon maaf. Bukan bermaksud untuk bersikap lancang kepada Anda, Yang Mulia. Namun, kedua orang tua kami tidak dapat hadir untuk menemani sebelum sambutan resmi diadakan karena khawatir dapat merusak hubungan Ecasia dengan Gardom. Jadi... Anda tidak perlu khawatir, segala bentuk kesepakatan tidak mungkin tercatat dalam pertemuan informal ini."


Aula makan sebuah restoran mewah terasa terang oleh lentera-lentera besar yang memancarkan cahaya kekuningan, pelayan-pelayan serta para ksatria dari kedua belah pihak juga dapat terlihat di beberapa sudut ruangan.


Eleanor memesan khusus sebuah restoran kelas atas yang memiliki nama terbaik di kota, berniat untuk mengenal kembali dua saudara sepupunya yang bahkan salah satunya tidak pernah ia temui sebelumnya.


Bukan tanpa alasan, Eleanor berusaha untuk mendapatkan sisi baik dari Ares. Dia sangat memahami posisi dan pengaruh yang dimiliki oleh sepupunya tersebut.


Terlebih, dengan sifat yang dimiliki olehnya, Eleanor menganggap jika Ares juga tidak berbeda dengannya, seseorang yang memiliki sifat manipulatif, mendahulukan strategi yang dapat serendah mungkin mencelakai dirinya.


Dengan pengamanan ketat, tidak satupun orang yang diizinkan untuk mendekati tiga orang yang terduduk di pusat ruangan, terkecuali mereka yang akan mengantarkan makanan.


"Aku memahaminya." Ares menjawab lugas.


Berbeda dengan dua orang yang sedari tadi mengendalikan suasana ruangan, Andres lebih sering terdiam, meski mimik wajahnya beberapa kali menunjukkan ketidaknyamanan.


Meski merupakan saudara sepupunya serta dirinya yang diharuskan untuk menjaga hubungan baik dengan Eleanor, Andres tidaklah menyukainya, baik dari sifat maupun untuk kedekatan politik bagi keluarganya.


Telah menjadi rahasia umum apabila Lourentz adalah rubah pemerintahan. Meski tidak menjadi keluarga yang kini memegang tampuk kekuasaan, Lourentz memiliki pengaruh nyata akibat kekuatan militer serta ekonominya yang terlampau besar, menyebabkan Lourentz akan memegang setidaknya tiga basis kekuatan utama Republik Ecasia bahkan saat sang kepala keluarga tidak menjabat sebagai kepala negara.


Militer, ekonomi, serta kehakiman.


Kekuasaan hakim pada negara republik tidak dapat dipandang sebelah mata. Terdiri dari beberapa keluarga besar yang menggenggam kekuasaan, hakim tertinggi akan memutus segala sengketa jika terjadi pada keluarga-keluarga tersebut di depan para perwakilan, sangat berbeda dengan Arestia yang mana keputusan Ares sebagai kaisar telah berbentuk final.


Meskipun begitu, bahkan untuk Levene, yang kini memegang kekuasaan yuridis, mereka tidak dapat mengabaikan kekuatan Lourentz. Hampir setengah dari seluruh garis pantai yang dimiliki oleh Republik Ecasia berada dalam kekuasaan mereka.


Meskipun begitu, Andres juga tidak ingin hanya dianggap sebagai angin lewat, berusaha membendung pengaruh Eleanor yang semakin besar, "Yang Mulia."


Ares memunculkan sebuah senyuman masam, "Jika ini adalah sebuah pertemuan tidak formal, mengapa kamu masih memanggilku secara formal?"


"Nah..." Andres sedikit sulit untuk melakukan hal tersebut.


"Itu juga berlaku untukmu, Eleanor." Mendengar hal tersebut, senyuman masam sekali lagi terbentuk di atas ekspresi Eleanor.


"Jika begitu, tolong izinkan aku." Eleanor sejenak sedikit menundukkan kepalanya dengan elegan.


"Ya," jawab Ares.


Sejenak melirik kepada Andres, samar senyuman mengejek Eleanor tampakkan, ia tahu jika sepupunya tersebut sangat kurang dalam hal pengalaman, meski terpaut dua tahun lebih tua dengan dirinya.


"Bolehkah kami mendengar cerita hebatmu saat menaklukkan Kerajaan Natrehn? Sungguh, sebagai keturunan Levene dan Lourentz yang sama, sejujurnya aku sangat iri dengan prestasi itu." Eleanor kembali membuka percakapan.


"Terima kasih" adalah apa yang kamu ingin agar aku ucapkan karena memiliki darah Lourentz, bukan?


Maaf saja, sekuat apapun militer yang Lourentz miliki, bahkan tidak mampu untuk berhasil menguasai kepulauan selatan.


Tok.


Tok.


Saat Ares hendak membuka kembali mulutnya, menceritakan kisahnya dengan memberikan sedikit bumbu agar rahasianya dapat terjamin, pintu aula makan terketuk, tanda pesanan mereka telah berada di balik pintu.


Pintu perlahan terbuka. Beberapa pelayan, ksatria, serta seorang koki yang mendorong kereta makanan memasuki aula makan. Berbeda dengan reaksi Andres dan Eleanor saat keduanya melirik yang hanya datar, kedua mata Ares seketika terbuka lebar.


Me—mengapa... mengapa dia ada di sini?!


Aku saat ini belum siap untuk melawanmu seorang diri, Sialan!


Rambut putih disisir secara rapi menyamping, wajah yang terlihat sangat datar seolah tanpa ekspresi, pakaian putih koki berlengan panjang yang membalut tubuh, Ares sangat mengenalnya, melebihi siapapun karakter yang ia kenal di dalam game.


Bagaimana statusnya saat ini?!


"Appraisal." Dengan sedikit menyentak, Ares berkata lirih, menargetkan sang koki dan segera membandingkannya dengan dua orang yang terduduk tepat di hadapannya serta dirinya sendiri.


......................


...[Status]...


Nama : 0


Umur : 23 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Afiliasi : Bloodytears, Kekaisaran Renacles


Gelar : Executor


Statistik


Keahlian Senjata : 146 (+0)


Kelincahan : 151 (+0)


Kepandaian : 74 (+0)


Tubuh : 142(+0)


Kepemimpinan : 36 (+0)


Loyalitas : 100


Moral : 100


Pelatihan : 100


......................


......................


...[Status]...


Nama : Eleanor Nodenne de Lourentz-Levene.


Umur : 18 Tahun


Jenis Kelamin : Perempuan


Afiliasi : House of Lourentz


Gelar : Putri Pertama


Statistik


Keahlian Senjata : 67 (+0)


Kelincahan : 42 (+0)


Kepandaian : 78 (+0)


Tubuh : 41 (+0)


Kepemimpinan : 49 (+0)


Moral : 82


Pelatihan : 75


......................


......................


...[Status]...


Nama : Andres Levene


Umur : 21 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Afiliasi : House of Levene


Gelar : Pewaris


Statistik


Keahlian Senjata : 73 (+0)


Kelincahan : 56 (+0)


Kepandaian : 55 (+0)


Tubuh : 71 (+0)


Kepemimpinan : 55 (+0)


Loyalitas : 83


Moral : 95


Pelatihan : 56


......................


......................


...[Status]...


Nama : Ares Aubert


Umur : 20 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Gelar : Kaisar Arestia, Ares I


Afiliasi : Royalti Kekaisaran Arestia


Statistik


Keahlian Senjata : 94 (+0)


Kelincahan : 87 (+0)


Kepandaian : 78 (+0)


Tubuh : 92 (+0)


Kepemimpinan : 83 (+0)


Kewilayahan dan Militer


Jumlah Prajurit : 800.000 (250.000 Personel Aktif)


Moral : 85


Pelatihan : 74


Pasokan Makanan : 44.742.821.286


Jumlah Dana :


+ Pribadi \= 5.312.684.914 G


+ Utang \= 7.101.871.000 G


+ Kas Negara \= 572.614.261 G


......................


Sejenak, tatapan Ares teralihkan kepada senjata yang disamarkan menjadi pisau dapur yang berada di atas kereta makanan.


Keringat deras mengucur, berbagai hal buruk terbesit di dalam benaknya. Meskipun begitu, Ares memberanikan dirinya, terdapat harapan besar di dalam hati karena pisau tersebut seharusnya memiliki pasangan.


"Appraisal." Dengan sangat lirih, Ares menargetkan pisau dapur tersebut.


......................


...[Item]...


Nama : Carnwennan (Halved)


Kelas : Phantasmal


Efek :



Keahlian Senjata +30


Kelincahan +27


Tubuh +27



Efek Khusus :



Critical Rate +4% (Halved)


Attack Speed +6% (Halved)


Conceal (3 detik)



......................


"Sial." Hanya satu kata terucap dari kedua bibir Ares saat melihat layar transparan yang mengambang tepat di hadapannya.


Eleanor serta Andres hanya dapat melihat sepupu mereka dengan mata aneh, tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya.


Hanya dapat berharap, Ares tidak tahu apa yang akan terjadi bahkan untuk satu detik ke depan.


Jika aku tahu dia akan datang, aku pasti akan membawa Rapierku, Sialan!


...----------------...