"My Little Angel"

"My Little Angel"
Nine



Sepertinya sang fajar pun masih malu-malu menampakkan dirinya. Cuaca saat ini masih sedikit gelap. Kediaman Irham pun yang biasanya sudah bersuara hari ini terdengar sepi. Keadaan itu dikarenakan tidak adanya keberadaan Mira di dapur. Saat ini Mira masih terlelap di kamar tidurnya karena semalam ia sering terbangun tengah malam karena nyanyian kecil dari putri bungusnya itu.


Brian dan Irham pun sudah di ruang makan. Brian menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan sang ibu yang tidak biasanya tidak ada saat mereka sarapan. Irham yang menyadari tingkah sang anak pun paham.


"Mom masih tertidur, semalam Mommy mu sering terbangun mungkin saat ini masih terasa lelah karena belum terbiasa kembali terbangun tengah malam, cepat habiskan sarapanmu, kita harus segera berangkat" ucap Irham ke Brian.


"Tapi Dad, aku tidak mau selain masakan Mom" protes Brian ke sang ayah.


"Untuk hari ini saja Nak, besok Mommy mu akan memasakkan kembali sarapan untukmu, biarkan Mommy mu beristirahat setelah menjaga adikmu" pintanya kembali.


"Aku tidak peduli Dad" seru Brian menanggapi ucapan sang ayah. Seketika itu juga emosi Irham memuncak.


"Jaga tutur katamu terhadap orangtua, apa kami mengajarkanmu bersikap seperti itu kepada kami? darimana kamu belajar sikap tidak sopan seperti itu, hah?" bentak Irham kepada sang putra. Irham kecewa dengan kata-kata anaknya itu. "Cepat habiskan sarapanmu sekarang juga" sambung Irham suasana pun terasa mencekam, mba Sri pun merasakan dinginnya pagi pindah ke dalam ruang makan ini.


Brian pun hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sang ayah. Rasa takut menjalar di dirinya melihat kemarahan ayahnya.


Sarapan pun sudah selesai, mereka pun bergegas sesuai kegiatannya masing-masing. Lagi-lagi pikiran buruk bersarang dipikiran Brian.


'Lihat pagi ini, baru pertama kali Mom tidak menyiapkan sarapan untukku bahkan Dad pagi ini memarahiku , Mom juga tidak mengantarkan aku dan Dad pergi' batin Brian


Mereka berlalu meninggalkan rumah, menuju tempatnya masing-masing.


----------------------------------------------------------


Oeeekkk...ooeekkk...


Tangisan terdengar kencang di pendengaran Mira. Ia pun terkejut mendengarnya, berusaha menyadarkan kesadarannya Mira pun bangun untuk melihat putri kecilnya itu.


Tuuuttt...ttuuuttt....


Tuuttt....tu...ttttt...


"Hallo, Sayang ada apa?" jawab Irham dengan nada paniknya.


"Tidak ada apa-apa Mas, Mas maafkan aku, hari ini aku tidak membuatkan kalian sarapan dan aku tidak mengantar kalian" jawab Mira dengan lesu karena baru pertama kali ini Mira melewatkan membuat sarapan untuk keluarganya.


"Sudahlah tidak apa-apa, Mas mengerti sekarang kan kita sudah tidak seperti dulu, sekarang kan sudah ada putri kecil kita, Mas paham ko sayang jangan terlalu menyalahkan dirimu, kami baik-baik saja" jawab Irham seraya menenangkan Mira karena dia tahu bagaimana watak istrinya itu.


"Apa Brian tadi sarapan dengan lahap Mas? biasanya dia tidak terbiasa makan selain masakan buatanku" tanya Mira lagi ke Irham ia paham betul bagaimana putranya itu, dia tidak akan memakan makanan selain buatan sang ibu. Entah apa yang dikatakan Irham ke Mira. Akhirnya Mira pun mendapat jawaban meyakinkan dari sang suami yang membuat ia lega mendengarnya.


"Baiklah sayang sekarang saatnya kita mandi, selesai mandi waktunya minum susu" ucap Mira ke putri bungsunya. Mira pun dengan telaten memandikan Hana walaupun ia sudah berpengalaman tapi itu sepuluh tahun yang lalu tetap saja ia masih merasa kaku saat memandikan Hana pertama kali.


Haripun menjelang sore, sudah saatnya Brian kembali dari sekolahnya sedangkan Irham biasanya pulang menjelang malam. Ya karena tugasnya seorang dokter yg mengharuskannya standby kapan saja saat berada di rumah sakit. Terdengar suara deru mobil yang baru saja tiba. Dan tanpa disangka ternyata yang keluar dari mobil itu adalah Irham dan Brian.


Mira pun bergegas menyambut suami dan putra tercintanya di bawah.


"Selamat datang kembali tuan-tuan" ucap Mira sambil merentangkan ke dua tangannya dan saat itu juga suami dan putranya berhambur memeluk tubuhnya.


"Apa kau lelah nak?" tanya Mira ke Brian yg diangguki oleh Brian."Lekaslah ganti bajumu dan istirahatlah dulu nanti waktu makan malam Mom akan memanggilmu" ucap Mira ke sang anak. Brian pun berlalu menuruti perintah sang ibu.


Mereka menikmati makan malam seperti biasanya dengan suasana nyaman, yang pasti tidak seperti pagi tadi. Ya lagi-lagi karena keberadaan Mira yang bisa mencairkan disetiap suasana.