"My Little Angel"

"My Little Angel"
Thirty Five



Tak terasa musim pun telah berganti menjadi musim penghujan, aroma tanah lembab pun tercium sangat harum di indera penciumanku. Ku rekatkan kembali selimut yang membalut tubuhku, rasanya sangat enggan untuk membangunkan tubuhku dari atas tempat tidur ini.


Tookkk...tookkk


Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar, itu adalah alarm pagiku sekarang semenjak kepulangan Mommy disini.


"Yes Mom" jawabku singkat karena aku masih sangat mengantuk.


"Katanya kamu mau mengantar Hana, cepat adikmu sudah menunggu" terang Mommy padaku, ku lihat jam dinding dikamarku sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Tak perlu menunggu lama aku sudah rapi dengan penampilanku.


"Kau tidak mandi Brian?" tanya Daddy padaku yang ku jawab dengan senyuman manisku. Astaga sudah tampan seperti ini masih saja ada yang tahu kalau aku belum mandi.


"Ayo cepat Hana nanti kau terlambat" pinta ku padanya


Hari ini aku memang menjanjikan untuk mengantar Hana ke sekolahnya karena hari ini ada acara di luar sekolah jadi mereka berkumpul terlebih dahulu di sekolahnya.


Kami pun tiba di sekolah.


Ku lihat ada seseorang yang bertampang masam sedang melihat ke arahku dan dia pun menghampiri kami. Ku lihat dia sedang berusaha mencari perhatian Hana dengan pemikiran usil aku mencoba untuk menggodanya.


"Sayang nanti kalau sudah selesai cepat hubungi aku ya, biar kamu nanti tidak terlalu lama menunggu" ucapku pada Hana dengan kecupan di puncak kepalanya. Ku lihat wajah Hana yang berusaha mencerna apa maksudku, sekilas ku lihat wajah pria itu berubah kesal. Aku pun tertawa dalam hati melihat ekspresi pria itu.


Setibanya di rumah sakit.


"Dad, acara wisudaku akan berlangsung beberapa bulan lagi. Kali ini Daddy bisa kan sampai selesai menemaniku, aku akan menunjukkan siapa Daddy ku" banggaku sendiri mengatakan itu. Daddy pun hanya tersenyum mendengar perkataanku, tapi senyuman itu meruntuhkan imanku, senyum penuh ketulusan yang dia berikan padaku.


"Doakan saja ya kali ini kita tidak ada halangan supaya kita bisa berkumpul untuk waktu yang lebih lama dan maafkan kami saat wisudamu waktu lalu kami tidak menemanimu sampai selesai" terang daddy padaku, ku lihat raut wajah menyesalnya.


Rencananya setelah menyelesaikan pendidikan ini, aku akan langsung melanjutkan pendidikan spesialisku dan itu tetap di kampus ini.


Waktu pun tak terasa sudah hampir sore, ku lihat jam ditanganku sudah pukul lima, kenapa Hana belum juga menghubungiku. Tanpa menunggu Hana menghubungiku, aku langsung saja menuju sekolahnya.


Ku lihat sekolah yang sudah sepi dan akhirnya aku bertanya pada penjaga sekolah, Penjaga itu mengatakan kalau anak-anak yang pergi tadi ternyata sudah kembali satu jam yang lalu. Aku pun menghubungi Mommy di rumah dan syukurlah Hana sudah sampai di rumah.


Langit pun sudah mulai menunjukkan wajah sendunya yang menandakan sebentar lagi ia akan menangis.


Aku bergegas menuju rumah. Ku perhatikan sepanjang jalan ini terlihat sepi atau mungkin karena cuacanya seperti ini jadi tidak banyak orang yang berlalu lalang dan tiba-tiba sekilas ku lihat seseorang yang bersama Hana tadi di sekolah. Dia sedang berjalan menuju ke arah sebuah toko roti tetapi tidak seorang diri ku lihat dia bersama orang lain di dalam sana.


Dengan seorang wanita.