
Hari pun telah berganti, hari ini aktivitas sekolahku sudah normal berarti hari ini hari pertama belajar sekolahku di mulai. Aku pun sudah tidak sabar memakai seragam putih abu-abu ini.
Tak butuh waktu lama aku pun sudah siap dengan seragam baru ku. Aku bergegas menuju ruang makan untuk sarapan bersama mereka, dari kejauhan aku melihat seorang anak kecil memakai pakaian seragam merah putihnya dengan menggunakan jepitan kupu-kupu di atas kepalanya. Sungguh gemas sekali aku melihatnya. Saat ini pun bersamaan dengan anak kecil itu masuk sekolah dasar, entah karena apa kenapa Daddy tidak menyekolahkan dia di tempat ku yang dulu padahal itu salah satu sekolah favorit, melihat background Daddy tidaklah sulit untuk memasukkan dia di sana.
"Pagi Mom, pagi Dad" sapaku pada mereka
"Wah anak Mommy sudah tampan sekali" goda Mommy padaku, mendengar godaan seperti itu membuatku tersipu malu.
"Lihat Mom wajah anakmu, jangan-jangan dia bukan untuk sekolah tapi untuk memikat gadis-gadis di sekolahnya" lanjut Daddy yang juga ikut menimpali ucapan Mommy. Ku lirik ke arah si kecil, rupanya dia sedang ikut menertawaiku. Wah keluarga yang kompak bukan? Kompak dalam membullyku.
Kami pun segera menyelesaikan sarapan kami dan bergegas ke sekolah masing-masing.
---------‐-------------------------------------------
Tak terasa jam pelajaran pun telah usai, aku pun beranjak dari sekolah menuju rumah, entah kenapa rasanya hari ini sangat melelahkan, mungkin karna baru kemarin aku menyelesaikan MOS tanpa ada istirahat. Di tengah perjalanan aku meminta untuk berhenti di salah satu kedai minuman. Rasanya aku sangat haus.
Setibanya di rumah, dengan langkah gontai aku masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba saja.
"Brruuukkkk"
"Maaf" ucapnya
Bruuukk
"aw sakit" rintihnya
"Apa matamu buta hah? Orang sebesar ini tidak kau lihat" bentakku padanya. Kulihat dia yang meringis menahan sakit. "Cepat bersihkan minuman ini" bentakku lagi, aku pun segera meninggalkannya. Dari kejauhan ku lihat dia sedang membereskan tumpahan minuman yang tadi terjatuh dengan tangan gemetar dan tak sekali dia mengusap ke dua matanya.
"Apa yang terjadi Brian?"tanya Mommy yang baru saja keluar dari kamarnya. Mommy pun terkejut melihat keadaannya.
"Kamu tidak apa-apa nak, biar nanti Mommy yang bereskan sekarang kamu cuci tangan dulu" pinta Mommy padanya mencoba mengajaknya bangun. Tetapi bukannya bangun, dia malah memeluk erat Mommy sambil menangis. Terdengar suara tangisannya yang menyayat hati apalagi ketika mendengar kalimat itu di sela tangisannya.
"Mom, apa kakak tidak menyayangiku?" tanyanya menangis dengan tersedu-sedu sambil menatap wajah Mommy. "Kenapa kakak jahat padaku Mom, aku tidak melakukan apa-apa, aku tidak sengaja menabrak kakak Mom, aku sudah meminta maaf sama kakak Mom, Mommy yang mengajariku kalau aku minta maaf di saat aku salah kakak akan menyayangiku, aku sudah melakukan itu Mom." racau anak kecil itu pada Mommy. Ku lihat wajah Mommy sudah dipenuhi oleh deraian airmatanya yang mengalir deras. Dipeluk eratnya tubuh anak kecil itu dalam dekapan Mommy. Mommy pun berusaha untuk menenangkannya.
Aku tidak kuat menyaksikan semua ini, ku lihat Mommy melihatku dengan sendu, seakan-akan menyampaikan sebuah pesan padaku, tapi pesan apa yang Mommy sampaikan padaku? Akupun berlari menuju kamarku. Sungguh aku tidak ingin ini semua terjadi, aku tidak ingin menyakiti siapapun terutama keluargaku. Tapi ego ku terlalu besar untuk menerima ini semua.
Tuhan apa yang harus aku lakukan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sepertinya konflik yang sebenarnya akan terjadi