
Memaafkan adalah cara terbaik untuk melanjutkan hidup. Mungkin itu prinsip yang dipegang teguh seorang Hana.
Saat kami sedang berbicara dengan Dika di lantai bawah ternyata Hana sedang mendengarkan dengan seksama percakapan kami dan kejadian tadi pun tak luput dari pandangannya. Mungkin dia terbangun karena keributan yang kami timbulkan. Gagal sudah rencana kami untuk menyembunyikan ini semua.
"Daddy hentikan" pintanya pada Daddy. Kami pun terkejut dengan suara miliknya, ku alihkan pandangan mataku ke arahnya karena aku takut kejadian semalam akan terulang tetapi syukurlah Hana terlihat cukup tegar saat ini.
Tak lama dia pun menyusul kami ke bawah. Dan ku lihat Dika sepertinya mendapat angin segar setelah mendengar kata-kata Hana, terbukti dari raut wajahnya yang sedikit lebih tenang
"Hana" lirihnya kepada Hana.
"Kamu tidak apa-apa nak?" tanya Mommy padanya karena Mommy pun merasakan hal yang sama denganku.
"Aku baik-baik saja Mom, jangan khawatir" jawabnya kepada Mommy dan senyuman simpul pun ditunjukkannya. Ku lihat saat ini Hana sedang memandang Dika entah apa yang ingin dia katakan padanya.
Apa yang semalam Li bicarakan dengan Hana sampai-sampai Hana begitu mudah menerimanya?
"Kalau tujuan kakak ke sini untuk meminta maaf padaku, aku sudah memaafkannya, sekarang pergilah sebelum kedua orang ini bertingkah lebih jauh melihat kakak" sindirnya padaku karena saat ini dia sedang menatap ke arahku.
"Sungguh kamu sudah memaafkan aku Hana, setelah aku melakukan banyak kesalahan untukmu?" tanyanya yang meragukan perkataan Hana. Dan Hana pun menganggukkan kepalanya. Beruntunglah kamu Dika, Hana tidak menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya ingin meminta maaf Hana, jujur aku tidak menyangka semua ini terjadi akibat kebodohanku, karena cinta yang membuatku gelap mata bahkan karena cinta juga membuat orang yang aku sayangi menjauh dari kehidupanku, tapi percayalah rasa cinta yang aku berikan benar-benar tulus padamu. Tetapi sekarang aku menyadari bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan dan inilah hasilnya bila aku terus memaksakannya akan ada hati seseorang yang tersakiti" ucapnya panjang lebar mengutarakan isi hatinya.
"Dan aku berjanji, mulai saat ini aku tidak akan mengganggumu lagi dan untuk persahabatan ku denganmu Brian, sepertinya sudah ku rusak dengan keegoisanku. Percayalah dengan kata-kataku, aku tidak mau kamu terbebani dengan masa lalumu yang dirusak olehku. Sekali lagi saya meminta maaf Om, Tante, Brian dan juga kamu Hana. Selamat tinggal" pamitnya pada kami.
Kenapa Hana sekuat itu, padahal semalam dia sudah seperti orang gila.
Jampi-jampi apa yang dipakai oleh Li
Kenapa aku selalu membawa-bawa nama Li di sini. Karena semalam sebelum dia pergi, dia meminta ijin kepada kami ingin bicara berdua saja dengan Hana dan inilah hasilnya.
Ku dengar suara bariton Daddy bergema di ruangan ini.
"Tunggu Nak!" panggil Daddy padanya. Kami pun cukup terkejut dengan sikap Daddy, jangan-jangan dia mau dipukul lagi. Pikiran buruk terlintas begitu saja di benakku. Dan dia pun kembali menghentikan langkahnya.