"My Little Angel"

"My Little Angel"
Twenty Six



"Kakak jangan bilang Mommy dan Daddy kalau aku pingsan, aku tidak mau mereka khawatir. Lihatlah aku baik-baik saja sekarang" pinta Hana padaku menampilkan senyum yang dibuat-buatnya.


Ucapan itu selalu terngiang-ngiang di kepalaku. Apa yang harus ku lakukan, wajahnya saja masih pucat seperti itu, kalau aku membawanya pulang pasti Mommy akan khawatir.


"Yakin kau baik-baik saja?" tanyaku memastikan keadaannya dan dia pun menganggukinya. Sudahlah daripada pusing memikirkan, tiba-tiba aku mempunyai sebuah ide. Ku ambil telepon genggamku.


Tuuutttt...tuuuttt....


"Hallo nak" jawab seseorang diseberang sana, itu adalah Mommy


"Mom, Hana masih di sekolahnya, anak nakal itu lupa memberitahu Mommy karena Handphonenya ketinggalan di rumah, oh iya Mom, nanti aku dan Hana akan mampir sebentar ke kedai es cream ya" terangku pada Mommy. Handphonenya memang benar tertinggal di rumah jadi aku tidak terlalu banyak berbohong pada Mommy dan jelas saja aku tidak akan membawanya pulang sekarang makanya aku ajak di ke kedai es cream.


Eh..


Aku baru ingat, aku kan bawa motor bukannya mobil nanti klo anak ini tambah masuk angin bagaimana. Dengan segala keterpaksaan akhirnya ku lepaskan jaket yang melekat ditubuhku, ku pakaikan jaket itu ditubuhnya. Dan seketika itu juga.


"Jangan kak, aku tidak apa-apa pakai kembali jaket kakak" tolaknya padaku. Ini anak masih saja keras kepala sekali, tidak apa-apa bagaimana, kalau kalian bisa melihat wajahnya. Iiihhhh pucat seperti mayat hidup.


"Sudah jangan banyak membantah, mau aku beritahu Mommy atau pakai ini" paksaku lagi sambil menyerahkan jaket itu kembali. Tanpa banyak bicara dia memakai kembali jaketnya dan kami pun bergegas menuju ke kedai es cream dekat sekolahnya.


Setibanyanya di kedai es cream


Ku lihat raut kebingungan pada wajahnya dan semakin ku perhatikan lagi fisik anak ini memang tidak seperti yang lainnya soalnya sebentar-bentar sakit, selama dia bersekolah saja sudah sering kali Mommy dikabari kalau dirinya pingsan di sekolah. Kalian pasti tahu kan bagaimana reaksi Mommy melihat anak kesayangannya ini sakit? Berasa naik roller coaster rasanya. Maka dari itu mungkin alasan anak ini tidak mau memberitahu Mommy merupakan salah satu alasan yang tepat.


"Makanlah habis itu kita pulang" pinta ku padanya sambil menyerahkan satu cup es cream. Kalian jangan heran kenapa aku memesan rasa tanpa menanyakan dulu padanya, masih ingat ulah Daddy dulu kan, upayanya untuk menyatukan kami?


Hampir satu jam kami disini, aku pun hanya duduk manis sembari memainkan ponsel ku. Ku lihat dia sudah menghabiskan es creamnya, syukurlah jadi aku tidak perlu menunggu lama lagi di sini dan wajahnya pun sudah sedikit normal walaupun masih terlihat pucat tapi tidak seperti tadi.


Kami pun memutuskan untuk kembali ke rumah. Sekitar sepuluh menit kami sampai dirumah dan Mommypun sudah berdiri di depan rumah.


"Maaf Mom aku lupa mengabari Mommy." ucapnya pada Mommy, ku lihat Mommy memperhatikan wajah putrinya itu.


"Mom aku lapar" seruku pada Mommy.


'Semoga caraku berhasil'


Dan yes, Mommy pun mengalihkan pandangannya padaku tanpa perlu berpikir macam-macam akupun membawa masuk Mommy ke dalam dan anak kecil itu bergegas masuk ke dalam kamarnya.


Sungguh hari yang berat ku rasakan, ku lihat jam di ponsel ku sudah beranjak sore sebentar lagi aku ada janji dengan teman-temanku untuk bermain basket di lapangan dekat sekolah.


'Baiklah sebaiknya aku harus siap-siap sekarang'