"My Little Angel"

"My Little Angel"
Fourty One



Di sela waktu luangku, ku habiskan waktu bersama keluarga. Karena Hana yang baru saja selesai ujian jadi ia pun lebih banyak di rumah.


Tak lama kemudian ku dengar suara ponselku berdering, tertera nama Dika di layar ponselku.


"Hallo, Dik!" sapaku pada seseorang diseberang sana.


"Bolehkah aku ke tempatmu? ku mohon jangan halangi usahaku" pintanya padaku, sejauh ini aku memang tidak melarang siapapun bertemu dengan Hana selagi aku sudah tahu siapa orangnya dan kelakuannya selama dia baik aku tidak mempersalahkannya.


"Silahkan saja, tapi aku tidak menjamin Hana mau menemuimu" jawabku terkekeh dan tidak lama ku dengar nada kecewanya padaku. "Sudahlah, cepat kau datang ke sini sebelum aku berubah pikiran" pinta ku padanya, tidak tega juga melihatnya kalah sebelum berperang.


Adikku ini memang sangat tertutup apalagi kalau sudah berhubungan dengan lawan jenis, dia sangat menjaga jarak. Untuk berteman dengan wanita pun bisa dihitung tidak lebih dari dua jari. Entah apa yang membuatnya seperti itu.


Setelah menutup panggilan tadi aku pun kembali menemui mereka.


"Brian, ajak adikmu keluar rumah, sesekali ajaklah liburan" ucap Daddy padaku.


What?


Aku sudah berjanji pada Dika, apa ini mungkin kesempatannya untuk bisa bertemu dengan Hana, kalau dia ke rumah, belum tentu Hana mau menemuinya. Akhirnya ku hubungi Dika kembali, ku ubah tempat pertemuan kami dan dia pun menyetujui usulanku.


Aku pun mengiyakan ajakan Daddy,


"Dad, bagaimana kalau Hana ku ajak untuk melihat pertandingan teamku hari ini?" tanyaku pada Daddy. Hana pun terlihat gembira mendengarnya. Kami bergegas menuju kamar masing-masing untuk menyiapkan keperluan kami.


Kami pun sudah dalam perjalanan, Dika pun sudah mengabari kalau dia hampir sampai di lokasi pertandingan.


"Han, kamu tidak bosan kan nanti disana?" dijawabnya dengan gelengan kepalanya.


Semoga hari ini berjalan lancar.


Begini ya rasanya jadi mas comblang sedangkan yang menjadi mas comblang pun sedang kesepian karena sang pujaan hati belum kembali-kembali juga. Fika masih betah disana, apakah dia tidak tahu kalau kekasih hatinya disini sedang merindukannya.


Tak berselang lama kami pun tiba di lokasi, sepertinya Dika sudah tiba terlebih dahulu. Ku edarkan pandanganku mencari yang bersangkutan, akhirnya ketemu.


"Hei sob, sudah daritadi kah?" tanyaku padanya yang terlihat gugup. Sedangkan Hana hanya berdiri diam disampingku bahkan tidak mempedulikan keberadaan Dika, benarkan firasatku.


"Kakak tinggal dulu ya sebentar untuk menemui team kakak" ucapku pada Hana, raut wajahnya seperti tidak mengijinkanku meninggalkannya sendiri, karena aku sudah berjanji untuk tidak menghalangi Dika untuk mencoba dekat dengan Hana, aku pun mengorbankan Hana.


Aku bergegas ke tempat khusus teamku, ku beri pesan semangat untuk mereka, mereka sangat menyayangkan aku untuk tidak bergabung di team kali ini. Ku lihat Dika yang sedang mencoba mendekati Hana tetapi tetap saja adikku ini terlihat tidak suka dengan kedekatan Dika.


Aku pun tidak tega membiarkan Hana seperti itu, akhirnya ku putuskan untuk menemani mereka, walaupun ku lihat Dika tidak menyukai keputusanku saat ini, karena usahanya sia-sia dia pun akhirnya berpamitan dengan kami sedangkan kami menikmati kembali pertandingan seru ini.


Baru begini saja sudah menyerah