"My Little Angel"

"My Little Angel"
Fourteen



Disepanjang jalan kami tidak henti-hentinya bercerita dan diselingi canda tawa. Seketika Daddy menghentikan kendaraannya.


"Bisakah kita mampir ke kedai es cream?" tanya Daddy padaku. Aku tahu apa maksud Daddy, ia pasti ingin membelikannya es cream untuk anak kesayangannya itu. Aku pun hanya bisa mengikuti kemauan Daddy. Kami memasuki kedai es cream itu dan memesan beberapa cup es cream untuk dibawa pulang. Dan benar saja itu es cream kesukaan dia. Aku tahu Daddy selalu melakukan itu. Secara tidak langsung Daddy memberitahuku apa yang adikku sukai dan tidak disukainya. Aku dan adikku tidak dekat bahkan bisa terbilang jauh, aku mendekati adikku kalau orangtuaku memaksa saja, selebihnya aku lebih banyak mengurung diri di kamar sambil membaca buku. Kami pun sudah beranjak keluar dari kedai es cream.


Akhirnya kami pun tiba di rumah.


"Selamat datang sayang-sayangnya Mommy" sapa Mommyku kepada kami. Dipeluknya kami satu persatu, ini yang selalu aku rindukan saat aku baru tiba di rumah, Mommy yang selalu menyambutku.


Dari kejauhan aku melihat dia berlari mengikuti Mommy. Tetapi di saat jarak sudah dekat dia pun bersembunyi di belakang tubuh Mommy mungkin dia pikir yang baru saja tiba hanya Daddy.


"Ayo sayang ke sini, sepertinya ada yang merindukan Daddy ya?" kata Daddy sambil mengelus rambut halus dia dan menunjukkan apa yang dibawa Daddy saat ini. Dan dia pun menghampiri Daddy dan langsung memeluknya.


Kami pun sudah mulai beranjak masuk ke dalam rumah, akupun langsung menuju kamarku untuk langsung membersihkan diri. Dari belakang ku dengar suara langkah Mommy menghampiriku.


"Sayang, Mommy sudah siapkan air hangat, segeralah mandi sebelum airnya menjadi dingin setelah itu turunlah kita akan makan malam bersama" beritahu Mommy padaku, akupun menganggukkan kepala tanda menyetujui ucapan Mommy.


Tidak butuh waktu lama aku pun tiba di meja makan, ku lihat Daddy sedang menyuapi dia es cream yang tadi kami beli sedangkan Mommy dengan telaten sedang menata makanan di meja makan. Kami pun mulai menyantap makanan seperti biasanya. Setelah kami selesai makan malam yang biasa kami lakukan berkumpul di ruang keluarga karena hanya ada satu televisi di rumah ini tepatnya hanya di ruang keluarga. Daddy sengaja tidak memperbolehkan kami memiliki tv lain, tujuan Daddy hanya satu agar kami bisa berkumpul bersama di satu waktu, tepatnya saat ini, di tempat ini juga kami bisa membicarakan apa saja yang ingin kami katakan.


Waktu pun sudah beranjak larut, Mom dan Dad masih sedikit berbincang sambil mengusap lembut putri kesayangannya yang sudah tertidur. Mereka belum kembali ke kamarnya karena mereka menenamiku menyelesaikan film yang sedang tanyang saat ini.


Keluarga yang diidamkan bukan? andai saja aku bisa menerima dia mungkin keluarga ini pun menjadi keluarga idamanku tapi sayang sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggapnya bagian dari keluargaku apalagi dengan status sebagai "adikku".