"My Little Angel"

"My Little Angel"
Six



Setelah mereka kembali ke kamarnya, keheningan pun kembali menyelimuti ruangan. Hanya denting jam yang masih menemani kesunyian malam ini.


Entah apa yang dipikirkan dua insan ini. Mereka masing-masing tenggelam dalam kesunyian.


"Sayang, lebih baik istirahatlah dulu" pinta Irham yang mencoba membujuk istrinya. Sungguh ironis melihat kondisi istrinya saat ini, dengan wajah sendunya ia hanya termenung dipinggir ranjang dengan tatapan kosong. Harapan yg akan datang sudah direncanakannya akhirnya sirna begitu saja, mendengar suara bayi yang telah dinantikannya bertahun-tahun pun harus pupus kembali saat ini. Tapi apa yang harus ia perbuat? Sungguh ia dilema saat ini, di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan putra kesayangannya dan di sisi lainnya ia memikirkan kondisi bayi itu, bisa saja memang bayi itu dirawat oleh orang lain tetapi kenapa rasanya ia tidak rela melepas begitu saja, apalagi mengingat pesan ibunya yang menitipkan anaknya padanya.


"Aku tidak bisa tidur Mas" jawab Mira tanpa melihat Irham.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, saat ini cobalah untuk menenangkan dirimu terlebih dahulu, besok kita akan jelaskan kembali ke Brian, semoga dia bisa menerima niat baik kita" pinta Irham, Irham pun membawa Mira ke dalam pelukannya disaat itu pula tangis Mira pecah dengan isakkan-isakkan yang menyayat hati bagi siapa pun yang mendengarnya, seketika itu juga Irham memeluk erat tubuh istri yang sangat dicintainya.


"Aku tidak bisa melakukannya Mas" ucap Mira masih diselingi isak tangis. "Aku tidak bisa" ucap Mira lagi kali ini suaranya pun nyaris tak terdengar


"Aku tidak bisa meninggalkan anak itu sendiri Mas, biarkan aku merawat anak itu." pinta Mira kembali dengan wajah mengiba.


Tanpa mereka tahu, ada sepasang mata yang melihat pemandangan saat ini, ia pun mendengar dengan jelas percakapan ke dua orang itu. Orang itu adalah Brian, awalnya ia hanya ingin meminta maaf ke ibunya karena ucapannya yang kasar. Tetapi siapa sangka ia malah mendengar itu semua.


'Mom, maafkan aku yang sudah membuatmu bersedih seperti itu, aku hanya tidak ingin kalian membagi kasih sayang kalian kepada orang lain hingga kalian melupakan aku, sungguh sakit hatiku melihat kau menangis Mom' batin Brian


Dengan perlahan Brian pun menutup pintu kamar orangtuanya, setiba dikamar ia pun bergegas menuju kasurnya untuk beristirahat.


-------‐-----------------------------------------------


Sang fajar pun telah menampakkan wajahnya.


Terlihat seorang wanita yang dengan cekatan sedang menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya. Wanita itu adalah Mira, walaupun suasana hatinya sedang tidak baik tetapi dia tidak ingin mengabaikan keluarga yang amat disayanginya.


"Sarapan" sapa Mira ke Irham dan Brian tidak lupa dengan senyuman khas miliknya.


"Kenapa kau belum bersiap Sayang?" tanya Irham yang bingung melihat Mira karena wanita itu masih memakai apron. Mira yg ditatap pun bingung tetapi dia langsung tersadar apa yang dimaksud suaminya. Tanpa sadar dia melirik ke arah Brian yang sedang menikmati sarapan paginya seketika itu juga Brian melihat lirikan ibunya.


"Pergilah Mom" jawab Brian seraya melanjutkan sarapan paginya.


Begitu indah pagi ini, seperti ada pelangi dikala habis hujan. Raut wajah Mira pun langsung berubah seketika. Ya, itulah yang diharapkan Brian, ia berharap agar selalu bisa melihat senyuman di wajah sang ibu.


"Tunggu Mas, tunggu aku akan segera bersiap" ucap Mira sambil melepaskan apron yang masih melekat di tubuhnya. Tidak perlu waktu lama Mira pun sudah rapi dengan penampilan barunya.


Cup..cup..cup..


"Terima kasih sayang, anak lanangku yang ganteng." peluk Mira ke sang anak dengan kecupan bertubi-tubi di wajahnya. Irham pun yang menyaksikan pemandangan ini cukup terharu dengan sikap Brian yang dinilai sudah luar biasa.


"Mom, sudah nanti wajahku akan luntur oleh kecupan Mom" rengek Brian ke sang ibu.


Akhirnya yang diharapakan Mira pun terwujud.


"Aku tidak akan membiarkannya" ucap Brian


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Apa maksud dari perkataan Brian?