
Ku rebahkan raga ini di pembaringan terindahku, ku pandangi satu persatu gambar indah dalam mimpiku, ku lihat seseorang yang sedang tersenyum manis padaku di ujung jalan itu, jalan yang nampak lurus tanpa berliku dihapadanku. Seketika tepat dihadapanku, tembok besar menghalangi jalanku, ku cari jalan lain untuk menuju ke sana tapi nihil. Seketika, sosok di depanku pun menghilang dari pandanganku.
---------------------------------------------------
Mimpi, mimpi itu terasa nyata dirasakan olehku. Apa ini pertanda untukku?
Pagi ini aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tadi malam Daddy memberitahuku kalau siang hari akan ada kunjungan dari beberapa lembaga kesehatan di kota ini. Sebenarnya aku ingin menolak ini karena khawatir dengan keadaan adikku di rumah, walaupun kondisinya sudah lebih baik dari kemarin tapi tetap saja aku mengkhawatirkan keadaannya.
Setibanya aku di rumah sakit aku mengecek kembali persiapannya sudah sejauh mana karena ini merupakan salah satu kesempatan kami untuk mengenalkan rumah sakit ini ke kalangan yang lebih luas.
Waktu yang dinanti pun tiba, ku sambut satu persatu orang-orang yang hadir di sini. Dari kejauhan aku melihat seseorang yang sangat familiar di mataku, itu adalah Dika, Setelah aku selesai menyambut para tamu undanganku, aku segera menghampirinya.
"Sepertinya kamu datang untuk menggantikan papamu ya?" tanyaku padanya, orangtua Dika merupakan salah satu orang terpandang di dunia kesehatan mungkin saat ini mereka berhalangan hadir maka dari itu digantikan olehnya.
"Betul sekali sob" jawabnya padaku. Sebenarnya mulutku gatal ingin menanyakan peristiwa kemarin tapi momen ini sangat tidak tepat untuk membahas masalah pribadi dan akhirnya aku pun menyampingkan perasaan pribadiku.
Semakin siang kunjungan pun semakin ramai baik dari tamu undangan maupun pasien di rumah sakit ini. Setelah sekian jam berlalu akhirnya acara ini selesai sesuai dengan rencana, ku lihat tamu-tamu undangan pun cukup puas dengan kinerja rumah sakit kami.
Karena aku sudah berada di sini aku pun bertanya pada mereka itu.
"Permisi, orang yang baru saja dari sini, tadi menanyakan apa?" tanyaku pada mereka.
"Orang tadi menanyakan Nona Hana pak datang atau tidak, itu saja" jawab mereka padaku.
"Baiklah terima kasih" balasku singkat.
Aneh, sungguh aneh, kenapa dia tidak langsung bertanya padaku, kenapa harus bertanya pada mereka di sini.
Tidak lama kemudian ku dengar ada yang memanggilku, ternyata asisten Daddy memanggilku untuk memberitahuku bahwa ada beberapa tamu yang ingin berpamitan pulang. Aku pun mengikutinya untuk menuju tamu yang dimaksud.
Satu persatu tamu pun sudah meninggalkan gedung ini, karena hari sudah beranjak siang, memang acara ini merupakan acara singkat karena hanya sekedar kunjungan kerja saja, jadi mereka pun tidak terlalu lama di sini karena harus berkunjung ke tempat lainnya. Aku sudah tidak sabar untuk segera pulang.
Tiba-tiba ponsel ku pun berdering.