"My Little Angel"

"My Little Angel"
Eleven



Tidak terasa hari pun sudah berganti bulan. Hana pun sudah mulai menunjukkan tingkah lucunya. Tubuhnya yang gempal, pipinya yang tembam jangan ditanya perihal ocehannya, bayi itu sudah mulai berisik merapalkan apa saja yang ia dengar dan tiru. Irham dan Mira pun tidak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan karena telah mengirimkan malaikat kecil ini sebagai pelengkap keluarga kecilnya. Saat ini Hana sudah mulai belajar berjalan walaupun masih tertatih, jatuh duduk pun ia pantang menyerah.


"Mas, coba lihat anakmu ingin rasanya aku ajak lari" celetuk Mira yang gemas melihat putrinya yang sedang belajar berjalan.


"Ada-ada saja kau ini, yang ada juga kamu yang dituntun sama Hana" kekeh Irham menanggapi ucapan Mira. "Ayo sayang kesini sama Daddy kalau tidak Mommy akan Daddy ambil" ledek Irham ke Hana. Tentu saja anak itu pun mulai menunjukkan wajar gelisahnya mendengar ucapan sang ayah perlahan-lahan Hana pun bangkit kembali dari duduknya menghampiri sang ayah yang perlahan mundur ke belakang.


Satu langkah, dua langkah dan sampai dengan langkah kelima Hana mampu menjangkau Irham. Dipeluk erat tubuh putrinya itu, tak henti-hentinya Irham mengecup pipi gembul sang anak. Dan seketika itu juga terdengar tangisan kencang di telinganya. Ya itu suara tangisan Hana yg merasa tidak nyaman dengan kecupan dan dekapan sang ayah.


"Mas cukup kau lihat anakmu menangis" seru Mira yang mendengar anaknya menangis, diambillah Hana dari pelukkan Irham, Irham pun malah semakin gemas melihat putrinya itu, pipi dan hidung yang memerah dan matanya yang menjadi sipit, lagi-lagi dengan usilnya Irham menyubit pipi gembul putrinya yang membuat tangisan Hana menjadi lebih kencang dan iapun bergegas masuk ke dalam kamarnya membuat Mira hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku suaminya.


'Tingkah lakumu Mas mengalahkan Brian' batin Mira


Brian yang sedang menonton televisi pun mulai risih dengan suara tangisan itu.


"Mom bisakah mommy diamkan dia?" tanya Brian seraya menunjukkan jari telunjuknya, Mira melihat arah yg ditunjukkan Brian, tunjukkan itu mengarah ke Hana yang sedang menangis. "Menganggu saja" lanjut Brian yang kemudian mematikan televisi itu, Brian berlalu meninggalkan mereka.


"Tunggu sayang, ayo lanjutkan menontonnya Mommy akan temani di sini, Mommy akan diamkan adikmu" bujuk Mira ke Brian tetapi Brian pun mengacuhkan permintaan Mira .


"Adik? sampai kapanpun aku tidak pernah mempunyai adik" racau Brian sambil berjalan menuju kamarnya.


Semenjak Hana hadir ke dalam keluarga Irham suasana di rumah pun terasa lebih hidup karena kehadiran kedua anak mereka, ditengah kesibukkannya, Mira dan Irham tidak pernah lelah mengurus putri mereka, malah mereka sangat bersyukur dengan kehadiran ke dua buah hatinya. Sekarang Mira sudah jarang menemani Irham bertugas dikarenakan Hana yang masih kecil, masih tidak bisa ditinggal terlalu lama dan tidak bisa dibawa pergi terlalu jauh. Sebenarnya bisa saja ia menitipkan ke pengasuh atau mba Sri tapi itu sudah keputusan Mira kalau dia ingin merasakan langsung mengurus buah hatinya sendiri. ia tidak ingin melewatkan setiap moment penting dari putrinya.


Melihat kepergian Brian begitu saja membuat hati Mira sedih.


--------------------------------------------------------


"Tahun 2002"


Waktu pun terus berganti, tak terasa sekarang Hana berusia 2 tahun. Anak itu sudah lancar berjalan bahkan sudah bisa berlari.


"Hana jangan lari-lari seperti itu nanti terjatuh sayang" seru Mira yang merasa khawatir anaknya terjatuh. Hana pun hanya tertawa mendengar perkataan Mira. Tiba-tiba Mira ingat sesuatu karena ia khawatir Hana terjatuh ia pun meminta Brian menjaga Hana sebentar.


"Brian, tolong jaga Hana sebentar Mommy lupa mengabari Daddy mu" ucap Mira ke Brian sambil berlalu meninggalkan mereka, belum ada dua langkah Mira berjalan, dia dikejutkan dengan jawaban sang anak seketika itu juga Mira membalikkan tubuhnya.


"Aku tidak mau Mom" bantah Brian, ia pun berlalu meninggalkan Hana yang sedang asyik bermain sendiri.


'Enak saja memangnya aku pengasuhnya, biarkan saja dia di sana sendiri, apakah Mom sudah melupakan Daddy karena sibuk mengurus anak itu' batin Brian


Karena Mira yang khawatir meninggalkan putrinya sendiri, akhirnya Mira membawa Hana bersamanya.