
Kebahagiaan itu masih terpancar jelas di dalam keluarga kecil Irham. Mereka pun tiada henti mencurahkan kasih sayangnya ke sang putri yang baru saja tiba di rumahnya tanpa menyadari keberadaan seseorang di ambang pintu kamarnya. Untuk sementara kamar inilah yang akan ditempati Hana, karena kamarnya sedang direnovasi mengingat kedatangannya yang mendadak.
'Awas saja kalau kasih sayang mereka berkurang kepadaku, aku tak akan membiarkannya' batin Brian
Brian pun berlalu begitu saja meninggalkan kamar orangtuanya entah apa yang ia pikirkan. Wajar saja sikap Brian seperti itu karena biasanya Brian dilimpahkan perhatian dan kasih sayang penuh dari orangtuanya sekarang sepertinya kasih sayang mereka harus terbagi untuk adik barunya bahkan pada saat ini, pikirnya belum genap satu hari kedatangannya orang tua Brian sudah melupakannya.
"Mas, dimana Brian? aku tak melihatnya sedari tadi" tanya Mira menoleh ke arah Irham.
Irham pun baru menyadari ketidakberadaan sang anak. "Sebentar Mas akan lihat di kamarnya, mungkin saja sedang mengerjakan tugas sekolahnya" jawab Irham
"Baiklah, aku akan menidurkan Hana terlebih dahulu" ucap Mira dilanjutkan dengan meninabobokan Hana di dalam pelukannya dan Irham pun berlalu meninggalkannya. Seketika airmata Mira lolos begitu saja, karena saat ini adalah saat-saat yang sangat berharga karena ia bisa merasakan kembali dekapan seorang bayi. Ini adalah airmata kebahagiaannya. Dengan hati-hati Mira meletakkan Hana ke atas tempat tidurnya.
"Tidurlah yang nyenyak nak, Mom akan selalu disampingmu" ucap Mira tak lupa mengecup lembut pucuk kepala Hana. Mira pun menyusul sang suami melihat putra sulungnya.
ttookkk...toookkkk
"Brian, apakah kau di dalam nak?" tanya Irham di ambang pintu kamar sang anak.
Tak butuh waktu lama terdengar sautan dari dalam "Masuklah Dad" saut Brian. Benar saja, Brian sedang mengerjakan tugasnya saat ini.
"Bagaimana kabarmu hari ini, apakah tugasmu sudah selesai?" tanya Irham ke Brian dengan memperhatikan apa yang dikerjakan sang anak, seketika itu juga Brian membereskan pekerjaan rumahnya. Kening Irham berkerut menandakan kebingungan yang ia rasakan, ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan putranya. Diperhatikannya wajah sang anak yang tidak seperti biasanya, saat ini Brian lebih banyak diam.
"Istirahatlah lebih awal agar besok saat kau terbangun lebih segar" jawab Irham bersamaan mengecup pucuk kepala sang anak. Irham pun membenarkan apa yang ada dipikirannya sekarang tentang sikap Brian yang berbeda. Saat Irham melihat buku sang anak, buku itu masih kosong belum ada coretan pena sedikitpun tetapi apa yang membuatnya seperti itu. Dengan menghela nafas panjang membuang segala pikiran buruknya Irham pun keluar dari kamar Brian.
"Apa Brian ada di dalam?" tanya Mira yang melihat suaminya keluar dari kamar Brian.
"Lebih baik kita kembali ke kamar, Brian sudah tertidur setelah mengerjakan tugasnya, kau juga pasti lelahkan hari ini?" ucap Irham seraya menuntun istrinya kembali ke kamarnya.
"Tunggu Mas, tapi aku ingin melihat Brian" pinta Mira, karena setiap malamnya rutinitas yang ia jalani adalah memberikan kecupan selamat malam ke sang anak.
"Sudahlah jangan ganggu dia, dia baru saja tertidur nanti kalau terbangun dia akan sulit untuk tidur kembali" bujuk Irham ke Mira yang diangguki olehnya. Mereka pun berlalu dari kamar Brian, padahal Irham menyadari sikap sang anak yang sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk ke dua orangtuanya maka dari itu ia melarang Mira untuk ke kamar Brian. Tapi apakah perbuatannya ini benar?
Dikegelapan malam, terdengar suara racauan seseorang, itu adalah Brian. "Lihatlah sekarang bahkan Mom tidak datang menemuiku, sekarang Mom lebih peduli dengan bayi itu" racau Brian tak terasa airmatanya menetes begitu saja, ia takut membayangkan ke dua orangtuanya akan mengabaikannya. Saat ini Brian belum mengetahui siapa nama bayi itu karena belum sempat Irham memberitahukan nama anak itu Brian sudah terlebih dahulu memotong ucapan ayahnya.
Setelah lelah menangis Brian pun terlelap dengan sendirinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Aku tidak peduli Mom" saut Brian