"My Little Angel"

"My Little Angel"
Seventeen



Back to Brian POV


Hari ini aku sudah terbangun lebih pagi karena hari ini ada pertandingan basket antarsekolah. Aku pun bergegas untuk sarapan bersama orangtuaku.


Tapi aku ada sedikit heran, melihat Mommy dan dia sudah rapi sekali seperti akan pergi.


'Apa mereka ingin melihatku bertanding padahal aku tidak memberitahu mereka' batinku, aku pun membayangkannya sambil tersenyum.


"Pagi Mom, pagi Dad" sapaku kepada mereka


"Pagi sayang" jawab Mommy dan ku lihat wajah Mommy yang heran melihat penampilanku."Kau mau kemana pagi-pagi sekali ini kan weekend?" tanya Mommy padaku. Dan benar itu hanya khayalan saja mereka akan melihat pertandinganku.


"Hari ini aku ada pertandingan basket Mom di sekolah lain" jawabku sambil memakan sepotong roti yang sudah disiapkan Mommy untukku.


"Oh iya, hari ini Mom dan Hana akan ikut Daddy ke rumah sakit ya nak, mungkin kami akan pulang telat" ucap Mommy padaku. Akupun mengiyakan ucapan Mommy. Sudah lama sekali Mommy tidak ikut pergi dan kenapa juga dia dibawa yang ada nanti pasti merepotkan. Kami pun melanjutkan sarapan sampai dengan selesai. Daddy pun menyempatkan untuk mengantarkan ku ke tempat pertandingan, kalau Daddy sibuk kenapa ia sempat-sempatnya mengantarkan aku. Mommy pun tidak menjelasakan alasan tujuannya ikut kali ini.


Wah, jangan-jangan mereka ingin pergi tanpa diriku.


Tanpa sadar akupun tersenyum masam. Dan andai saja kalian bisa lihat wajah anak itu, lucu sekali dia hanya duduk manis sambil menyembunyikan kepalanya disamping tubuh Mommy. Sesekali dia melirik ke arahku. Kami pun saling beradu pandang dengan cepat dia menyembunyikan wajahnya. Tanpa sadar senyuman yang tadi masam berubah menjadi senyuman indah dari wajahku melihat tingkah laku anak kecil itu.


Akhirnya aku pun tiba.


"Semoga pertandingan kali ini dapat kalian menangkan ya nak" ucap Daddy memberi semangat padaku.


Detik berganti menjadi jam


*Satu jam


Dua jam


Tiga jam*


Terdengar sorak sorai bergema di lapangan basket ini, lokasinya memang bertempat di Indoor. Kami pun berpelukkan bersama dengan team kami. Ya, kali ini kami kembali memenangkan pertandingan ini. Mungkin ini salah satu doa dari orangtuaku .


Aku pun baru saja tiba di rumah dan ku dengar suara yang tidak asing sedang berceloteh ria di luar sana. Ku intip dari balkon kamar ku, benar saja itu suara anak kecil itu yang sedang bercengkrama dengan orangtua kami dan mereka pun sesekali menimpali celotehannya. Sungguh irinya hatiku ini, eiittss itu hanya kiasanku saja karena sekarang aku sudah besar dan bukan anak kecil lagi hehehehee


Terdengar suara mereka memasuki dalam rumah


"Den Brian sudah pulang Nyonya" sapa mba Sri kepada orangtuaku.


"Oh iya mba, terima kasih nanti aku akan melihatnya sekarang kami ingin mandi terlebih dahulu" balas Mommyku.


Mereka kan pun menuju kamarnya masing-masing tapi tidak dengan Mommy karena Mommy mengantarkan anak kecil itu terlebih dahulu dan menyiapkan perlengkapan mandinya.


Akhir-akhir ini aku merasakan ada perasaan aneh yang ada di diriku, kenapa setiap melihat anak itu membuatku ingin sekali mendekatinya terus mencubit pipinya sampai memerah sampai menangis. Kejam bukan pikiranku, tapi itu pikiran bukan untuk menyakitinya, ya walaupun aku tidak menyukainya tapi aku tidak pernah sekalipun menyakitinya. Asal kalian tahu saja kalau sampai aku melakukannya, Hiiiii, sang pawang sudah pasti akan menerkamku. Kalian tahu siapa pawang itu, tidak lain adalah Daddy ku.