"My Little Angel"

"My Little Angel"
Twelve



Awan gelap menyelimuti langit pertanda bahwa hujan akan turun pagi ini.


"Mom, dimana dasiku?" teriak Brian dari dalam kamarnya karena cuaca yang mendung ia takut hujan akan turun terlebih dahulu sebelum dia sampai di sekolahnya, sebab kalau sudah turun hujan ia pun akan semakin terlambat untuk sampai di sekolahnya dikarenakan jalanan yang cukup padat, karena tidak terdengar jawaban dari sang ibu, Brian pun menghampiri ibunya. Baru saja ia ingin masuk ke kamar ibunya, terdengar suara canda tawa dari dalam kamar itu. Itu adalah suara tawa Irham dan Mira yang sedang mendengarkan celotehan dari putri kecilnya, Hana.


Dibukalah pintu itu secara tiba-tiba.


Brraaakkkk..


Suara pintu itu terdengar keras menyentuh dinding kamar mereka. Sontak mereka melihat ke arah suara itu, seketika rahang Irham mengeras melihat putranya itu. Dengan cepat Mira berdiri menahan suaminya yang sudah emosi.


"Sudah Mas, aku akan bicara dengan Brian" bisik Mira disamping telinga Irham. Kalau sudah Mira yang bicara Irham pun sudah tidak bisa berbuat apa-apa, sedikit saja kesalahan yang ia perbuat disaat sang istri sudah menyuruhnya, disitu pula ia merasa bagaikan di kubur hidup-hidup karena ia merasa tubuhnya bergerak tetapi hatinya mati karena kemarahan sang istri.


"Ada apa sayang?" tanya Mira seraya membawa Brian keluar dari kamarnya.


"Apa Mommy tidak mendengar aku memanggil mu Mom, oh iya karena Daddy dan Mommy terlalu sibuk bermain dengan anak kalian" sarkas Brian. Seketika itu Mira merasakan hatinya seperti tergores sebuah pisau tajam, sungguh perih mendengar ucapan anaknya itu menyebut "anak kalian". Sebisa mungkin Mira menyembunyikan wajah sedihnya dan mulai kembali bertanya kepada sang anak.


Tanpa banyak kata lagi, Mira pun berlalu menuju kamarnya. Setibanya di kamar tubuh Mira melemas bagaikan tidak bertulang ia pun terduduk di lantai yang dingin. Irham yang terkejut melihat sang istri langsung berlari menghampiri sang istri, begitu juga Hana.


"Sayang, apa yang terjadi? kenapa kau seperti ini? apa yang telah dilakukan Brian hah?" tanya beruntun Irham pada sang istri, karena tak kunjung dapat jawaban Irham pun beranjak tetapi tangan Mira sudah terlebih dahulu menahan langkah sang suami.


"Aku tidak apa-apa Mas, aku baik-baik saja?" jawab Mira sambil mengadahkan wajahnya melihat wajah sang suami dengan wajah tersenyum. Irham pun tidak percaya dengan perkataan Mira, pasti ada sesuatu yang terjadi antara Mira dan Brian. Saat ini ia hanya bisa mempercayai ucapan istrinya itu untuk menenangkan Mira.


"Mommy jangan menangis, aku sedih melihat Mommy menangis" pinta Hana ke sang ibu dengan airmata yang menetes di wajah cantiknya sambil mengusap airmata yang mengalir di wajah ibunya. Dipeluk eratnya tubuh sang putri. Cukup beri ia waktu seperti ini saja sudah cukup untuk menenangkan pikirannya untuk sesaat. Tidak dapat dipungkiri perasaaan seorang ibu pastilah sangat sedih bila melihat anaknya seperti itu. Mira dan Irham tahu kenapa Brian bersikap seperti itu, hal itu dikarenakan kehadiran seorang "Hana".


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kenapa harus Hana?