"My Little Angel"

"My Little Angel"
Twenty Five



Andaikan waktu dapat diputar, ingin rasanya aku kembali ke masa sepuluh tahun yang lalu dimana awal mula Hana hadir dalam keluargaku.


Ya, aku mulai memanggilnya dengan panggilan namanya dan aku pun perlahan mulai mengakuinya sebagai adikku.


Kejadian waktu itu memaksa aku untuk membuka mata hatiku. Dimana aku harus mulai terbiasa dengannya. Kenapa aku ingin kembali ke masa itu?


Karena aku ingin memulainya dari awal, dari dimana rasa kasih sayang itu dipupuk bukan seperti sekarang, sesuatu yang dimulai dari keterpaksaan.


Ibaratnya buah, sesuatu yang dipaksakan masak tetap saja ada perbedaan pada hasilnya. Berbeda dengan buah yang sudah masak dari awalnya, buah itu akan terasa sempurna.


Begitu juga dengan hati, kasih sayang yang tertanam dari awal akan terasa tulus dan nyata dirasa tapi lain halnya dengan kasih sayang yang dipaksakan pada awalnya sampai kapan pun akan terasa tidak nyata. Dan itu terjadi padaku, walaupun aku sudah mulai menerima Hana dalam hidupku tetapi aku masih sedikit tidak nyaman bila dekat dengannya.


-------------------------------------------------------


Bagiku tahun ini, tahun yang menegangkan bagiku karena saat ini aku memasukki masa akhir sekolah menengah atas ku. Dimana aku berjuang untuk mencapai nilai sempurna agar aku bisa masuk di universitas favoritku.


"Brian" panggil seseorang padaku


Ternyata itu Mommy.


Aku pun bertanya pada Mommy "Ada apa Mom?


Kulihat wajah Mommy seperti orang khawatir.


"Apa tadi kamu tidak sekalian menjemput Hana?" tanya Mommy padaku, aku pun bingung karena tidak ada yang berpesan padaku untuk menjemputnya.


"Tidak Mom, tidak ada yang bilang padaku untuk menjemputnya, memang dia belum kembali?" tanyaku lagi pada Mommy, Mommy pun menggelengkan kepalanya.


'Huh, kemana anak itu sudah tahu Mommynya ini over segala-galanya, kenapa selalu membuat Mommy cemas sih' gerutuku dalam hati.


"Bolehkah?" tanya Mommy yang sepertinya meragukanku, aku pun hanya menjawabnya dengan senyumanku. Ku ambil kunci motor ku dan bergegas ke sekolahnya.


Tidak butuh 5 menit aku sudah sampai di sekolahnya, ku lihat sekolahnya sudah sepi.


'Wah sudah berani ya anak ini pulang sekolah main tanpa memberitahu orang rumah' seketika pikiran burukku mengarah ke sana. Tapi aku meragukan pikiranku juga sih. Ku beranikan diri untuk bertanya pada security sekolah.


"Maaf pak, apa Bapak tadi melihat Hana pulang?" tanya ku ke Bapak itu.


"Oh Hana yang anak kelas empat B itu Mas?" terang Bapak itu padaku. Ya mana aku tahu dia kelas empat berapa, yang ku tahu hanya kelas empat saja. Daripada lama aku pun mengiyakan pertanyaan Bapak itu. "Mas masuk saja ke dalam mungkin masih di UKS soalnya tadi pingsan saat jam olahraga" terang Bapak itu kembali.


Deg


Pingsan?


Aku pun ijin untuk masuk menuju UKS yang di maksud. Ku lihat seorang anak yang sedang berbaring dan ditunggui oleh seorang guru.


"Permisi Bu, maaf saya mencari siswi yang bernama Hana dan saya kakaknya, tadi kata Bapak security di depan katanya ada di sini" tanya ku pada penjaga UKS itu. Pandangan mataku tak lepas dari orang yang berbaring di sana. Petugas itupun mengantarkan ku untuk melihat orang yang ku maksud. Dan benar saja itu Hana yang ku maksud.


"Kakak" panggilnya padaku


Aku pun panik melihat wajah pucatnya. Guru itupun menjelaskan kronologinya padaku sesuai dengan yang Bapak tadi ucapkan. Guru itu menyarankan untuk membawa Hana ke rumah sakit karena khawatir kesehatannya akan memburuk.


"Kakak jangan bilang Mommy dan Daddy kalau aku pingsan, aku tidak mau mereka khawatir. Lihatlah aku baik-baik saja sekarang" pinta Hana padaku,


Apa aku harus menurutinya, tapi kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana?


Huh, entahlah.