"My Little Angel"

"My Little Angel"
Seventy Three



Setelah beberapa waktu lalu terjadi badai dalam keluarga kami, akhirnya badai itu telah berlalu sudah berganti dengan pelangi indah yang mendampingi kami.


Hari yang ditunggu pun tiba, hari yang dinanti seorang putri dari keluarga kami, putri kesayangan kami.


"Daddy coba lihat siapa ini?" tanya Mommy pada Daddy dengan menuntun seorang gadis cantik mengunakan kebaya berwarna nude dengan rambutnya yang disanggul rapi dengan beberapa anak rambut yg tergerai begitu saja.


Kami yang mendengar suara Mommy pun menoleh ke arahnya, kami semua terkesima melihat penampilan Hana yang jauh lebih sempurna.


"Itu putri Daddy kan Mom?" aku Daddy pada Mommy


"Enak saja ini putriku" aku Mommy juga


"Sudah-sudah ini adikku, apa perlu aku kenalkan lagi" akunya juga aku. Seketika ku rasakan telingaku sakit, ternyata Daddy sedang memelintir telingaku dan saat itu juga suara gelak tawa terdengar di seluruh ruangan ini.


Setelah melalui perdebatan itu pun akhirnya kami sampai di lokasi acara. Ini adalah acara wisuda sekolah Hana yang diselenggarakan di salah satu hotel di kota ini.


Kami pun memasuki aula itu karena undangan yang terbatas akhirnya aku pun menunggunya di taman, sedangkan orangtua kami ikut masuk bersamanya. Terdengar suara riuh ramai dalam ruangan itu.


Setelah suara riuh ramai itu berhenti yang menandakan acara itu sudah memasuki acara inti. Acara penyematan toga dan ijazah para murid.


Hampir dua jam aku menunggunya di taman, bahkan aku sudah seperti gangsing yang sudah berputar berkali-kali karena terlalu jenuh menunggu. Akhirnya yang ditunggu pun tiba, ku lihat raut wajah bahagia dari mereka. dan aku pun menghampirinya.


"Sudah selesai?" tanyaku pada mereka dan mereka pun mengiyakan pertanyaanku.


Kami pun melakukan sesi foto bersama dan kadang Hana berfoto dengan teman-temannya yang lain. Bahkan aku pun menjadi objek foto di sana. Mommy dan Daddy melepasku begitu saja diantara para gadis yang baru beranjak dewasa itu.


Aduh Mom kalau anakmu ini di culik bagaimana?


Mereka sudah menyewa sebuah restoran sederhana untuk acara keluarga kami. Kami yang baru saja tiba di sana, ku lihat sudah ada keluarga Mommy dan Daddy serta Hans yang ku undang secara spesial, seharusnya Dika dan Li pun ada, tetapi karena mereka sedang diluar kota semua, jadi tidak sempat mengikuti acara ini.


Sambutan demi sambutan dilontarkan Daddy.


"Terima kasih atas kehadiran kalian semua di acara ini, acara ini memang hanya acara sederhana untuk putri kami yang baru saja menyelesaikan pendidikannya. Tidak banyak yang akan saya ucapkan di sini" ucap Daddy tapi suaranya terdengar semakin berat.


"Untuk putriku Hana, terima kasih karena kehadiranmu diantara keluarga kami, terima kasih karena berkat dirimu menambah warna dalam kehidupan kami. Walaupun sekarang kamu sudah beranjak remaja, kamu tetap putri kecil kami, sampai kapanpun kamu tetap putri kecil kami"


"Hana, *Y**ou are..."


"My little angel*"


Suara tepuk tangan bergemuruh diruangan ini, mereka pun saling berpelukan dan para undangan yang berada di sini pun bergantian memberikan ucapan selamat untuk Hana.


Waktu pun terus berlalu tak terasa acara pun usai dan akhirnya kami mengakhiri hari ini dengan senyuman bahagia di wajah kami.


---------------------------------------------


Kasih sayang orangtua itu tidak dilihat dari seberapa besar materi yang mereka berikan tetapi kasih sayang itu adalah seberapa besar pengorbanan orangtua untuk anaknya.


Itulah sosok orangtua kami, sosok yang mengajarkan kami untuk saling menyanyangi siapapun tanpa memandang darah siapa yang mengalir ditubuhnya karena bila kita menyayanginya tulus maka darah itu akan menyatu dengan sendirinya.


- The end -


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=