
Acara pernikahan Leo dan Keysa sudah selesai. Malam harinya keluarga besar Bagaskara kini sedang berkumpul di mansion ruang keluarga Kenan.
Para wanita sedang berkumpul di depan tv dengan duduk lesehan di karpet, suara gelak tawa mereka yang tengah menggoda pengantin baru, bahkan Keysa di sana sudah di kasih tips oleh tante-tante Leo dan Kenan tentang urusan ranjang.
Sedangkan para pria duduk tak jauh dari kumpulan istri-istrinya, mengobrol seputaran tentang dunia per bisnisan.
"Mam, udah dong. Kirana nya udah bagian sama Migo sekarang, kan Mami dari tadi ngambil perhatian Kirana. Mami gak kasihan sama anak sendiri?"
Migo yang tiba-tiba menimbrung ke sekumpulan wanita, wajah memelasnya mencoba membujuk Mami Friska yang dari tadi acara tidak mengijinkan Migo mendekati sang kekasih.
Mami Friska menatap nyalang sang anak, enak saja ingin berduaan dengan menantu kesayangannya. Dia akan memberi pelajaran kepada sang anak karena satu Minggu kebelakang ini Migo mendiami bahkan menjauhi sang menantu.
Dari kejadian waktu lalu pas di hati spesialnya, setelah semua tamu sudah pulang. Migo dengan lantangnya meminta ijin kepada maminya untuk kembali menjalin hubungan dengan Kirana.
Kirana yang mendengar perumpamaan Migo sempat menolak. Migo yang takut kehilangan langsung menjelaskan semua rencananya dari pertama sampai di titik puncak tadi.
Namun Kirana yang terlanjur kecewa, tidak mau melanjutkan hubungan mereka. Namun, Mami Friska memohon kepada Kirana agar memaafkan sang anak dan kembali lagi, sampai-sampai Mami Friska berani duduk di bawah sambil memohon.
Mami Friska sudah sadar, dia sangat menyesal telah mengekang hubungan putranya demi wanita ular yang dirinya bela selama ini. Mungkin dengan menyatukan hubungan keduanya, bisa menebus kesalahannya dulu.
Kirana yang tidak enak, mengiyakan perkataan Mami Friska agar kembali kepada Migo. Dan dari kejadian itu, Mami Friska menjadi dekat dengan Kirana. Kasih sayangnya bahkan lebih menyayangi Kirana di bandingkan dengan putra pertamanya.
Migo tak mempermasalahkan itu, melihat kedekatan Maminya dan prilakunya yang sekarang, Migo sangat bersyukur Maminya sudah berubah dan menerima keberadaan Kirana.
"Enak aja, ini hukuman buat kamu ya. Siapa suruh seminggu ini kamu cuekin mantu Mami, huh!"
Migo mengelus dadanya sabar mendengar suara sinis Maminya, kan dirinya punya alasan sendiri.
Hari sudah semakin malam, semua keluarga sudah masuk kedalam kamar masing-masing yang ada di mansion Kenan. Kini di ruangan tamu tersisa tiga pasangan dengan salah satunya belum halal.
Tangan kekar Kenan tengah mengelus lembut perut Kania yang terhalang oleh kain baju. Saat mengetahui kalau sang istri tengah mengandung di hari sebelum acara pernikahan Leo, membuat Kenan semakin overprotektif kepada Kania.
Sementara pengantin baru, Keysa sedang menyuapi Leo salad buah buatan dirinya sendiri ke mulut Leo.
"Kalian kok masih di sini, cepet ngerem sama bikin gue ponakan lima!" tengil Migo yang tengah tiduran di paha Kirana.
"Sabar dong! Lakik gue perlu asupan nutrisi dulu biar kuat!"
Keysa kembali menyuapi Leo dengan telaten, senyum merekah dari Leo pun tak hilang. Bahkan dia semangat untuk menguapkan mulutnya menyambut suapan sang istri.
"Iya deh, yang si paling halal!"
Kenan melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, dia menghentikan elusan tangannya menatap lembut Kania yang fokus dengan ponsel miliknya.
"Sayang, udah yuk tidur. Udah malem, takut kamu kurang tidur nantinya."
Kania mengangguk, tapi sebelum itu Kania memeluk tubuh Keysa tiba-tiba yang membuat Keysa kaget dan ringisan khawatir Kenan yang melihat terjangan sang istri.
Kan takut bayi tuyulnya ke gencett, itu. Astaghfirullah!!
"Walaupun Lo besok pindah, jangan belagu. Lo harus sering main kesini."
Keysa membalas pelukan Kania. "Iya elah, gak akan belagu kok. Mana bisa gue lupa sama sahabat yang gue sayangi ini,"
Kirana yang melihat kedua sahabatnya pelukan, ia menyingkirkan kepala Migo tanpa perasaan, ia ikutan berpelukan dengan kedua sahabatnya.
"Gue pasti rindu canda tawa kalian nantinya. Walaupun masih ada Kirana tapi, akan kurang karena gak ada lo nantinya." kata Kania dengan Isak tangis terdengar, mungkin efek dari kehamilannya yang membuat Kania sensitif akhir-akhir ini.
"Yawloh Kania, kan Keysa masih bisa ke sini. Rumahnya cuman kehalang 5 rumah dari rumah Lo, elah!"
"Pokonya, gue gak mau persahabatan kita renggang walaupun udah berumah tangga, walaupun Lo juga Ki belum, tapi sewaktu-waktu Lo juga akan berumahtangga. Semoga persahabatan kita bisa langgeng sampai kita menua nanti."
Kania mengalihkan tatapan ke arah Leo dan Migo. "Dan untuk kalian berdua, tolong jaga sahabat nyebelin gue ya. Walaupun kalian liat mereka ceria, tapi mereka punya jiwa yang rapuh. Tolong bimbing mereka ya jika sewaktu-waktu sahabat gue ini nakal, tapi jangan kalian bentak mereka apalagi main tangan."
Air mata keduanya tak bisa terbendung mendengar ucapan Kania yang tak pernah mereka bayangkan, ini yang mereka sukai dari Kania. Walaupun dari luar terlihat sangat petakilan melebihi mereka, tapi Kania akan menjadi seorang kakak yang selalu perduli dan sabar menghadapi sikap keduanya.
Di saat semua orang melihat perilaku Kania kekanak-kanakan, namun tidak bagi mereka. Kania adalah kakak terhebat yang bisa membimbing keduanya dalam segala hal apapun.
"Hiks... gue jadi sedih! Kurang ajar Lo, Kan!" Isak Keysa.
"Lo akan jadi kakak terhebat bagi kita, Kan. Gue bersyukur punya sahabat sekaligus sodara kayak Lo." timbal Kirana.
Kania terkekeh pelan, sifat sahabatnya dari dulu tidak pernah berubah. Kedua sahabatnya akan berumah menjadi sangat cengeng jika bersamanya.
"Udah, cup... cupp. Dah ah jangan pada nangis, gak malu apa sama lakik sendiri"
Kania melepaskan pelukannya, tangannya mengusap air mata yang tersisa di pipi keduanya.
"Udah, gue mau ke atas dulu, lihat noh suami gue udah kayak mau makan idup-idup gue. Gue juga takut si bayi tuyul kenapa-kenapa."
Keduanya mengangguk cepat, ketiganya tertawa bersama mengingat kejadian melow yang baru saja terjadi, sebelum mereka menyusul Kenan dan Kania untuk masuk ke kamar masing-masing.
Sementara di kamar Kenan, pria itu menatap lekat wajah Kania yang terlelap dengan tenang di dadanya.
"Makasih sayang, aku bahagia punya kamu. Aku pun sangat bangga dengan mu tadi, ternyata benar di balik sikap petakilan mu, kamu mempunyai pemikiran dewasa yang membuat ku kagum. Good night, my wife. Aku mencintaimu, selamanya."
*****
Di pagi harinya, tepatnya di meja makan, semua sanak keluarga sedang sarapan. Di bumbui dengan para sodara Mami Friska yang mengejek Migo yang sampai sekarang belum memberi kepastian kepada Kirana.
"Siapa bilang aku gak gantel! Aku mau nikah ya sama Kirana lusa, huh!"
Keadaan seketika langsung hening, Mami Friska yang sudah tersadar dari lamunannya menoyor kesal dahi putarnya.
"Jangan main-main kamu!"
"Iya jangan main-main, soon. Ngaco aja kamu!" timbal Papinya Migo, dengan anggukan setuju dari adik perempuan Migo juga.
"Yaudah kalau gak percaya mah, lihat aja nanti kalau babang Migo akan kawin. Sebenarnya satu Minggu lalu Migo ngilang itu, lagi mempersiapkan acara pernikahan Migo."
Mami Friska yang kesal dengan putra pertamanya, memukul brutal tangan Migo yang terus menghindar. Anak durjana nya harus di kasih pelajaran, Mami Friska kesal karena acara yang sangat besar Migo merahasiakan darinya.
"Migorengg edan!! Sini kamu biar Mami kasih pelajaran!"
Teriakan Mami Friska yang terus mengejar Migo yang lari mendapatkan gelak tawa semua keluarga besar Bagaskara yang melihatnya, namun tidak dengan Kirana. Dirinya masih diam, masih mencerna kejadian yang membuatnya syok.
"Awas aja lo migoreng, gue gak akan kasih jatah malam pertama nanti!!"
...TAMAT...
Anyyoungg, Akhirnya cerita TRIPLE 'K' udah and juga ya. Author mau ucapin beribu makasih pada kalian yang masih setia mantengin cerita ini sampe and hehe, walaupun author suka bolong bolong buat up, author sangat senang ada yang masih mantengin cerita ini TRIPLE 'K' sampe titik ini.
Pokoknya love-love buat kalian đ„°.
Ada yang mau berkah Ramadhan dari author buat ngasih Visual ketiga pasangan fenomenal mereka nggak, nih? Yukk, yukk pada komenn!!