TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 24



Langkah kecil Kania terus mengimbangi kaki Kenan yang berjalan begitu cepat, kedua tangganya penuh dengan dokumen milik Kenan yang di kerjakan nya kemarin malam beserta tas kerjanya ia bawa.


Kedatangan Kenan di sambut sopan oleh semua karyawan, tetapi bukan Kenan kalau menampakkan wajah datarnya tanpa tersenyum bahkan menjawab sapaan mereka.


Astaga aku tidak percaya bisa melihat langsung Tuan Kenan secara langsung


Benar.biasanya kita melihat dia di tv, ternyata kalau aslinya sangat tampan


Hua aku mau jadi yang ke duanya kalau begini


Sadar markonah jangan menghayal terlalu tinggi


Benar tuh Lo sin, ntar jatuh nanges. eh liat deh di sampingnya tuan Kenan siapa ya?


Iya ya, baru sadar cantik banget. apa dia pacarnya ya?


Halah mana mungkin, dia sama gue aja masih cantikan gue


Masih banyak lagi bisikan para karyawan sepanjang koridor tersebut membuat Kenan muak mendengar ocehan tersebut.


Kalau tidak ada Kania sekarang mungkin dirinya sudah memecat mereka. Kenan tidak suka kebisingan, bahan ocehan yang tidak bermutu seperti itu.


Kenan masuk kedalam lift khusus dirinya, matanya menatap tajam Kania yang jaraknya agak jauh sekarang, ditambah tatapan semua karyawan wanita yang menatapnya kagum ingin rasanya Kenan cepat naik ke lantai atas.


"Kau bisa lebih cepat berjalan Kania! kenapa sangat lama hah!"Tegas Kenan menatap tajam Kania yang berjalan mendekat.


Kania mendengus kesal, matanya mendelik sambil masuk kedalam lift tersebut. "Sabar dong, Lo gak liat nih tangan gue penuh sama berkas berkas Lo yang banyak ini"


"Jaga ucapan mu Kania, belajarlah proporsional kalau kau sedang bekerja bersamaku. dan ingat kau asisten ku, kau berhak membawa semua barang ku yang di bawa jangan banyak protes!"


Kania sudah mengumpat dalam hati, sungguh Kenan sekarang sangatlah menyebalkan. hancur sudah tadi malam dirinya mengagumi sekarang melihat wajahnya saja ingin menyakar nya .


Dasar cowok. nyebelin banget jadi orang, kemarin malem aja sok soan so baperin gue. lah sekarang pengen deh gue jedotin tuh kepalanya ke tembok, Gedeg gue lama lama!


"Jangan mengumpatin saya dalam hati!"Kata Kenan menatap datar kedepan.


Pintu lift terbuka, Kenan meninggalkan Kania yang masih berada di dalam lift menatap tak percaya Kenan yang bisa tau pikirannya.


Kania yang tidak mau mendapatkan kembali siraman rohani Kenan yang terlalu lambat berjalan, kaki Kania langsung berlari menyusul Kenan yang sudah terlihat jauh.


Kania masuk kedalam ruangan Kenan sambil ngos-ngosan. "Lo cepet banget sih anjir jalannya"


"Kania! jangan berbicara kasar di depan saya!"Kata Kenan tajam membuat Kania menelan salipannya susah payah.


Daebak aura yang Kenan keluarkan saat marah tidak bisa di ragukan lagi, keadaan berubah menjadi mencengkeram.


Kenan menghela nafasnya kasar. "Sudahlah, cepat kemari kan semua berkasnya"


Kania mengantuk patuh menyimpan semua berkasnya dan tas milik Kenan di meja kerja tersebut, sementara Kenan sibuk dengan ponselnya mengubungi seseorang.


Kania yang merasa tidak ada lagi pekerjaan memutuskan untuk duduk di sofa ruangan yang tak jauh dari meja kerjanya Kenan. namun Kania yang bersantai tersentak saat seseorang membuka pintu ruangan dengan begitu keras.


Terlihat seorang pria tampan perawakan tinggi. Kania prediksi pasti pria tersebut sangat cool tidak beda jauh dari Kenan.


"Ken beneran Lo ini kan? omaygott kenapa Lo kesini gak bilang sama gue!"Pekik Pria tersebut heboh mendapat decakan kesal dari Kenan.


Kania meringis melihat pria di depannya yang tadinya dia prediksi cool kini dia menarik ucapannya kembali, melihat kelakuan abstrak nya yang keluar.


Dia adalah Brian Regantara seoarang kepercayaan Kenan di perusahaan nya ini, Kenan sekarang bingung kenapa dirinya bisa menyerahkan kepercayaan kepada anak petakilan perusahaannya ini.


Eh namun tidak boleh salah, walaupun Brian terlihat petakilan namun otaknya tidak bisa di ragukan lagi, dia memiliki kemampuan meretas yang sangat menakjubkan.


Kenan menghela nafasnya lelah. "Sudahlah Bri saya capek melihat kelakuan kau yang tidak berubah, kau tidak malu dilihat oleh seorang wanita disana?"


Brian refleks melihat ke arah tunjukan Kenan, matanya membola sempurna melihat wajah cantik Kania yang sedang tersenyum canggung.


****! kenapa dia tersenyum kepada bocah tengik itu


"Ya ampun ada bidadari nyasar!"Pekik Brian berjalan menghampiri Kania.


"Kiw cewek! cantik banget sih kaya bidadari. kita belum kenalan loh cantik, perkenalkan nama aku Brian Regantara, tapi panggil sayang juga boleh"Kata Brian sambil mengedipkan matanya genit.


Kenan dibuat panas dingin, tangganya sudah terkepal kuat mendengar Kania menyebut pria lain dengan sebutan sayang.


Shitt, Kania! kau sungguh berani menyebut bocah itu kesayangan mu arghh!! awas saja kau bocah tengik sialan, akan ku beri kau pelajaran karena sudah berani menggoda Kania ku!


Wajah Brian berubah merah mendengar ucapan Kania, Kania melihat itu tertawa geli. matanya mendelik Kenan yang menatapnya tajam.


Emangnya enak gue kerjain, cemburu kan Lo so soan cuek. eh?


"Hua baper Abang neg!"Pekik Brian heboh.


Kenan yang tidak tahan melihat kelakuan Brian yang semakin lama emosinya semakin tidka bisa di tahan.


"Brian!"Tekan Kenan dengan suara seraknya.


Brian dan Kania langsung kicep. "Ah i..iya tuan?"


"Kau jangan banyak bertingkah, cepatlah kita bahas masalah tentang orang yang menggelapkan urang perusahaan jangan terus menggoda Wanita ku!"Tekan Kenan menatap tajam Brian.


Deg


Kania mengerjakan matanya, apa dirinya tidak salah dengar? Kenan menyebutnya wanitanya? kenapa Kenan selalu membuat nya terbang dan kadang membuatnya dirinya jengkel.


Hua! kenapa noh orang pli plan banget sih, semalem baperin gue lah tadi pagi kembali ke sikap awalnya lagi, dan sekarang gue baper lagi anjirr. bingung gue dia maunya apa sih gosting hati gue kalau kayak gini!


Mata Brian melotot sempurna, habis sudah dirinya sekarang mendapatkan amukan singa jantan yang akan mengamokk akibat menggoda Kania.


Brian cengegesan tidak jelas sambil berjalan mendekati meja Kenan menggaruk tengkuknya yang tak gatal mendapat tatapan tajam dari Kenan.


Wajah Brian kembali tegang mendapat bisikan yang menurut nya sangat mengerikan dibandingkan malaikat maut.


Kau akan mendapatkan hadiah yang sangat spesial dari ku. kau akan mendapatkan hadiah yang sangat spesial dari ku


Kini bisikan Kenan terus menari nari di pikiran Brian sekarang, dengan susah payah dirinya menetralkan raut ketakutannya untuk membahas masalah perusahaan.


Hari bergantian siang, Kania sungguh sangat bosan sekarang dari tadi dirinya hanya diam menyimak kedua pria yang sedang serius bercakap.


"Tuan, saya ijin keluar untuk healing sebentar, saya sangat bosan"Kata Kania sopan medapat anggukan kecil dari Kenan.


Kania bersorak dalam hati, akhirnya dirinya bisa keluar dari ruangan mengerikan tersebut. namun dirinya bingung sekarang harus kemana?


Asik memikirkan dirinya akan pergi kemana, teriakan seseorang menghentikan langkahnya melihat ke belakang.


"Kania tunggu!"


"Em aku mau tanya, apa benar kamu wanita Kenan?"Tanya Brian.


Kania menggeleng pelan sambil tersenyum. "Bukan lah, aku asisten pribadinya dia"


Brian tersenyum merekah menghela nafasnya lega. "Syukurlah kau masih waras tidak menyukai pria sekaku dan sedingin dia. wajahnya aja kayak nahan berak gitu, mendingan gue kan. gue saja ngeri melihat wajahnya"


Kania tertawa tidak tahan mendengar ucapan Brian, emang benar wajah Kenan sangat kaku dan dingin aura nya saja sangat mencengkeram kalau sudah menatap tajam.


"Eh lo mau kemana? apa mau kita makan siang bersama, gue punya restoran langganan yang masakannya sangat enak?"Tawar Brian.


"Boleh, kebetulan gue juga bingung mau kemana"


Bersambung


Halo para reader semua, makasih yang masih terus pantengin cerita aku ini, walaupun aku hanya up 1 chapter/ hari jangan bosen ya buat nunggunya hehee


Sebelum nunggu aku up chapter berikutnya, mampir juga yuk ke cerita novel temanku juga yang tak kalah serunya:


Roy Xavier, Seorang pria dewasa berusia 36 tahun, yang biasa di panggil sekertaris Roy, Seorang sekertaris sang tuan muda Sean Agipratama, pemilik perusahaan SA Group, dengan parasnya yang tampan dan gagah, Roy tak pernah kekurangan pujian dari para kaum wanita, memiliki sifat yang dingin dan kaku yang tak pernah tersentuh oleh siapapun.


Siapa sangka, jika pria dingin itu malah terpikat oleh wanita yang menjadi rivalnya, Yolanda Jackson. Tapi yang lebih menyakitkan saat ia telah mencintai wanita tomboy itu adalah, ketika wanita yang ia cintai sudah memiliki pria yang ia cintai.


Akankan sekertaris Roy bisa meluluhkan hati wanita yang ia cintai dan bisa mendapatkan wanita itu?