TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 46



Di dalam mobil hanya ada keheningan yang melanda, Kenan maupun Kania diam bungkam tanpa ada yang berniat membuka suara sedikit pun.


Kenan mendengus kesal melirik Kania dengan ekor matanya, apa Kania tidak ada niatan untuk meminta maaf atas kesalahannya?


Kedua mata Kania masih setia menatap ke luar jendela, menurutnya sekarang melihat aktifitas luar beberapa kendaraan dan penjual di jalanan lebih menarik dari pada melihat wajah menyebalkan Kenan.


Eh?


Kania refleks membalik tubuhnya meminta penjelasan kenapa mobilnya berhenti menepi di bahu jalan, perasaan dia tak ingin jajan apa-apa.


Tatapan tajam Kenan bertemu dengan tatapan Kania yang tak kalah menusuknya. Dia tak akan pernah kalah, emangnya dia saja yang bisa, Kania juga bisa kali cuman tatap tajam doang.


"Apa?" sentak Kania ketus


Kenan semakin menampilkan wajah datar nya, namun wajahnya seketika terganti menjadi memelas memanggang tangan Kania lembut, "Sayang kamu gak ada niat gitu minta maaf sama aku?"


Kania mendelik, "Heh tadi aku udah minta maaf ya sama kamu. Kamu aja yang so soan jual mahal dan bicara datar sama aku huh!"


"Huaa!! Sayang maafin aku, masa aku harus kayak gini tadi, kan malu sama bawahan belagu aku itu. Mau di taruh di mana wajah aku seorang CEO tampan dengan wajah datar kalau tahu aku merengek." kata Kenan memeluk tangan Kania erat takut kehilangan.


"Heleh so mau berwibawa, kelakuan kamu aja kayak bayi dugong kayak gini juga! Aku sempat gak percaya deh kamu beneran Kenan si wajah datar dan si jutek yang nyebelin, ragu aku." kata Kania berusaha melepaskan pelukan erat Kenan yang terasa berat.


"Huaa! Ayang jangan gitu, aku kan kayak gini cuman sama kamu aja!"


Kania memutar matanya malas, kemana wajah menyebalkan Kenan tadi yang datar dan berbicara dingin kepadanya? Lah ini udah keluar lagi sifat bayi dugong kalau sedang bersamanya.


Kenapa sikap Kenan gampang sekali berubah? Apa Kenan bunglon jadi-jadian yang menyamar menjadi manusia yang sangat tampan yang sangat hot dan menggoda imannya?


"Hiks.. ayang jangan marah ya? Aku minta maaf soal yang tadi, beneran deh aku gak bermaksud bicara gitu sama kamu!" isak Kenan membuat Kania tersadar dari lamunannya.


Gak ngerti lagi sumpah. ngeri gue lama-lama padahal kan gue gak pake pelet ke dukun apa lagi pelet ikan, kok bisa bisanya Kenan takluk sama gue ya? Ke bayi dugong lagi sekarang.


"Udah ya cup.. cup... bayi dugong nya Kania jangan cengeng, masak CEO yang di takuti karyawan mewek si?" kata Kania gemas membuat Kenan mendengus kesal melepaskan pelukannya.


"Aku bukan bayi dugong! Noh gak nangis ini, ya.. ya.. kalau keluar lagi berarti air matanya aja nya aja yang ngeselin!" kata Kenan tak terima terus mengusap air mata di pipinya yang masih keluar dengan sendirinya.


Fiks.. dia udah cosplay jadi bayi dugong sekarang, gak ngerti lagi gue sumpah!


Kania menghela nafasnya kasar, tangannya terulur untuk menyeka sisa air mata di pipi Kenan, "Udah, aku yang harusnya minta maaf sama kamu. Maaf ya soal tadi aku salah."


Kenan berbinar bahagia menarik tubuh Kania agar jatuh ke dalam pelukan hangatnya, "Gak papa aku juga salah"


Haha... Kenan di lawan, gak gagal menang acting dikit nangis biar Kania memaafkan saya. Mungkin jika saya bikin film, saya pasti akan jadi pemeran utamanya hoho...


Kenan gitu loh, sudah cerdas dalam bisnis berbakat dalam segi apapun apalagi dunia acting, ck... ck... sungguh sangat menakjubkan sekali saya.


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Sorot mata tajam Leo membuat lawan bicara di depannya diam menunduk tak berkutik, sungguh tatapan Leo yang menusuk dan dingin membuat ruangan tersebut menjadi sangat mencengkram.


"Kau tahu kesalahan yang sudah kau buat?" tanya Leo dingin.


"Ma-maaf tuan, sa-saya sepertinya tidak punya kesalahan yang membuat tuan memanggil saya." jawab Pria tersebut, sambil menunduk dengan keringat dingin sudah membanjiri dahinya.


Leo berdecak sinis menatap Pria yang sudah berani bermain-main dengannya sekarang, Leo sangat tak suka orang yang korupsi. Apa lagi ini perusahaan yang dia bangun bersama-sama bersama Kenan, Leo tak akan melepaskan orang tersebut dengan mudah.


"Kau masih pura-pura tak tahu, hem?" kata Leo tersenyum menyeringai mengerikan.


Leo melempar kasar sebuah map yang isinya semua bukti penggelapan uang perusahaan yang jumlahnya tidak lah sedikit, "Lihatlah tuan! Kau salah mencari lawan."


"Maafkan saya tuan! Saya khilaf, saya sangat butuh biaya untuk anak saya yang mau operasi. Saya sungguh terpaksa melakukannya, tolong ampuni saya tuan jangan laporkan saya." kata Pria itu memohon terduduk di bawah lantai.


"Sebuah kesalahan harus di pertanggung jawabkan!"


Suara ketukan pintu mengalihkan atensi mata Leo yang di selimuti api amarah, siapa orang yang berani mengganggunya saat sedang membasmi hama? Leo tak suka itu.


Pintu terbuka, terlihat Wanita Paruh Baya yang masih melihat cantik dengan pakaian modusnya masuk. Terlihat dari raut wajahnya wanita paruh baya itu sedang kesal.


"Oh ada tamu rupanya."


"Kau keluarlah. Ingat, urusan kita belum selesai. Kau jangan coba-coba buat melarikan diri, karena setiap pergerakan kau sekarang aku mengetahuinya" kata Leo menatap Pria yang masih diam di tempatnya.


Setelah Pria tersebut keluar, Leo mendekati Wanita yang sedang duduk di sofa ruangan sambil bersidakap dada, "Mama kapan kesini? Kok gak beritahu Leo dulu?"


"Apa? Mama kira kau juga akan menghilang seperti kakak durjana mu itu." ketus Mama Khanza


Leo menaikan alisnya mencerna ucapan Mamanya, "Kenan? Setau aku dia ada di ruangannya."


"Tidak ada Leo sayang, tadi Mama udah cek di ruangannya kosong tuh, Mama tak menemukan batang hidung anak nakal itu!"


"Kania juga tidak ada di sana?" kata Leo datar tanpa dosa susah memberitahukan rahasia Kenan.


Mama Khanza langsung menatap Leo penuh tanya, "Siapa Kania? Apa anak nakal itu sudah mempunyai kekasih tanpa memberitahukan Mama? Awas aja nanti kalau ketemu Mama buang dia ke Sungai Amazon!"


Leo meringis pelan melihat ke bar-baran Mamanya yang masih sama dari dulu tidak hilang, namun di balik sifat tersebut Mamanya adalah orang yang sangat baik tidak pernah sekalipun beliau membeda-bedakan dirinya dengan Kenan.


"Mama mau kemana?"Tanya Leo melihat Mama Khanza bangkit dari duduknya dengan wajah kesal.


"Mama mau cek kembali ke ruangan anak nakal itu!" jawab Mama Khanza langsung keluar dari ruangan Leo buru-buru.


Setalah sampai di ruangan milik sang anak, mama Khanza langsung masuk sambil berteriak mencari keberadaan Kenan.


"Kenan!! Kamu dimana hah? Keluar kamu."Teriak Mama Khanza menelisik setiap penjuru ruangan, kan siapa tahu anaknya nyempil di bawah kursi atau celah rak.


Hadoh sungguh di luar ekspektasi ya pemirsahhh pikiran Mama Khanza bagaimana jadinya coba tubuh segede gaban kayak Kenan bisa nyempil di tempat yang sangat tak mungkin yang di khayalannya Mama Khanza.


Manik Mama Khanza terhenti di pintu ruang istirahat yang sering di tempati anaknya, "Nah ini nih yang belum saya geledah!"


"Mama mau kemana?"Kata Leo yang baru saja datang menghentikan langkah Mama Khanza.


"Mama mau cek kedalam. pasti anak itu sedang enak-enak tiduran, dimana pikirannya coba orang tua datang bukannya di sambut malah leha-leha." kata Mama Khanza mendengus kesal.


Leo meringis pelan, kenapa dia di kelilingi wanita bar-bar? dan sialnya Mamanya sendiri salah satunya. Kan Mama gak bilang mau kesini, mana kita bisa tahu.


Baru saja Leo akan menahan sang Mama yang akan membuka pintu tersebut, namun telat pintu sudah terbuka lebar sekarang.


Mama Khanza menutup mulutnya tak percaya melihat sang anak sedang tertidur dengan seoarang gadis saling peluk. apa itu gadis yang bernama Kania yang Leo katakan?


Dasar anak nakal udah berani ya sembunyi-sembunyi sama Mama, awas aja lu abis nanti ma gue!


"KENAN AJI BAGASKARA!"


Bersambung...


Tinggalkan jejak dengan like and komennya ya bestiii. Dukungan kalian semangat buat author terus update, pokoknya love you sekebon πŸ’–