TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 28



"Makanya kalo di bilangin itu nurut, kan sekarang akibatnya jadi demam!"Gerutu Kania menyimpan kain yang di celup ke air hangat ke dahi Kenan.


Matanya tak lepas dari pegerakan tangan Kania, dari bibir pucat tertarik tersenyum melihat Kania terus mengoceh memarahinya yang sempat ngeyel menerobos hujan mencari bantuan saat ban mobilnya tiba tiba bocor di tengah jalan yang sepi.


"Udah sekarang kamu makan dulu terus minum obat biar cepat sembuh,. sini aku bantuin bangun"


Kania memegang kedua pundak Kenan membantu nya agar bisa bersandar nyaman di sandaran ranjang tak lupa juga Kania menyimpan bantal di belakangnya.


Dengan telaten Kania menyuapi sebuah bubur buatannya, sesekali juga Kania menutupinya sebelum masuk kedalam mulut pucat Kenan.


"Maaf"


Kania mengangguk. "Iya lain kali jangan di ulangi lagi, ntar sakit lagi loh kan berabe lah sekarang ada aku buat ngurusin kamu kalau nanti aku gak ada gimana?"


Kenan berusaha menahan senyumnya, apakah Kania sekarang sedang menghawatirkan keadaan nya?


Kania melotot seketika saat melihat wajah Kenan yang tersenyum ke geeran. "Eh ka..kamu jangan salah paham, itu apa ya.."


"Nggak papa, saya senang kamu khawatir keadaan saya"


Jantung Kania berdetak begitu sangat kencang, astaga kenapa jantung ini selalu maraton saat berdekatan dengan Kenan.


"Apaan sih, udah deh jadi orang gak usah ke geeran. udah ni minum obatnya"Ketus Kania memberikan obat tersebut.


Kenan mengulum bibirnya supaya tawanya tidak pecah, sungguh melihat wajah Kania yang salah tingkah seperti sekarang sangatlah menggemaskan.


Kania menatap tak percaya mengapa Kenan begitu mudahnya meminum obat tablet? dirinya saja boro boro tablet minum obat sirup aja kalau sudah mencium aromanya membuat perutnya langsung mual.


"Kania bisa bantu saya buat ke kamar mandi? saya ingin buang air kecil terlebih dahulu"Kata Kenan mendapat anggukan dari Kenan.


Tangan mungilnya menahan tubuh tegap Kenan memapahnya menuju depan toilet, sekujur tubuhnya yang Kenan rasakan sangat lemas untuk bergerak sedikitpun tubuhnya terasa ngilu sekarang.


Kania kembali duduk di tepi ranjang menaikkan ponselnya saling menukar kabar dengan kedua teman somplak nya sambil menunggu Kenan selesai.


Saat asik tertawa mendengar curhatan kedua sahabatnya yang menurutnya membuat Kania tertawa terbahak terhenti saat mendengar suara ponsel seseorang berdering.


Manik matanya mencari ke setiap penjuru kamar mencari asal suara tersebut, matanya terhenti di meja sofa terlihat ponsel milik Kenan yang berdering.


Terlihat dari layar tersebut tertera nama Mami. Kania bingung sekarang ponsel Kenan terus bergetar namun Kenan tidak menampakkan luar dari toilet dari tadi.


Apa tidak apa dirinya mengangkat? dia takut tidak sopan, namun Kania takut penting takut ada hal sesuatu yang akan di sampaikan Maminya Kenan yang menelponnya larut malam seperti ini.


Kania meyakinkan hatinya untuk mengangkat sambungan telpon tersebut, tangannya dengan ragu menggeser tembok hijau tersebut. dan sambungan terhubung.


"Ha..."


Ucapannya terpotong dengan pekikan seseorang si sebrang sana, Kania dapat di simpulkan kalau itu suara anak yang terisak pelan.


"A...ayahhhh! hiks.."


Kania termenung, siapa? ayah? apa maksudnya?


Kania tersentak saat merasakan ponsel yang berada di telinganya di tarik kasar oleh seseorang. terlihat Kenan menatap nya tajam membuat Kania kicep.


"Ma..maaf tuan saya sudah lancang"


Kenan tidak menjawab, dirinya berlalu begitu saja menuju balkon kamar meninggal kan Kania yang diam menunduk tidak enak.


Kania duduk di sofa gelisah karena Kenan belum kembali juga dari tadi? sekarang Kania sangat takut apa dirinya sudah sangat lancang sekarang? tapi dirinya tidak salah takut ada hal penting yang akan di sampaikan.


Tatapan Kania teralih saat melihat Kenan keluar dari balkon dengan wajah datanya. Kania bangkit dari duduknya menghampiri Kenan was was


"Em maaf tadi aku udah lancang menjawab telpon tadi, aku tidak bermaksud"Lirih Kania.


Kenan menghela nafasnya kasar, kini di pikirannya di penuhi oleh pertanyaan. dia takut Kania mendengar ucapan yang tidak tidak di sebrang sana, dia takut Kania akan salah paham.


Kenan tidak memperdulikan ucapan Kania dirinya malah kembali merebahkan tubuhnya di ranjang size nya memejamkan matanya.


"Kau kemari lah"Kata Kenan masih memejamkan matanya.


Kania berjalan perlahan mendekati ranjang, tubuhnya terasa melayang saat Kenan dengan tiba tibanya menarik tubuh rampingnya. tubuhnya sekarang sudah berada di atas Kenan.


Deg


Kania kembali merasakan jantungnya berdetak begitu cepat, saat kedua mata elang Kenan terbuka membuat manik keduanya saling menatap dengan jarak yang begitu dekat.


Cup


Kania dibuat kicep dengan perbuatan tiba tiba yang pria di depannya lakukan, pipinya sekarang sudah sangat merah. kenapa Kenan akhir akhir ini sering sekali mengecup bibirnya secara tiba tiba.


Huaa! bibir gue udah gak perawan lagi, ini lagi si kenebo kering kenapa demen banget kecup bibir seksoy gue


"Itu hukuman buat kau yang telah lancang"Bisik Kenan dengan suara beratnya, tidak usah di tanya lagi jantung Kania sekarang terus berdetak kencang dari tadi.


Eh?


Kania dibuat terkejut Kemabli saat tubuhnya di gulingkan ke samping ranjang yang masih kosong, matanya menatap kagum wajahnya Kenan yang berada sangat dekat sekarang.


"Saya tau, saya memang tampan pesona saya tidak pernah gagal"


"Hah?"


Kania tersadar dari lamunannya, sial kenapa dirinya bisa tidak menyadari kejadian barusan dengan si kenebo kering. dan lihat wajah menyebalkan pria di depannya sedang menatapnya menggoda.


"Apaan sih, udah ah gue mau balik ke kamar udah larut"Kata Kania mengalihkan pembicaraan sambil akan bangun namun kembali tertidur saat Kenan menarik tangannya.


"Ish, Lo kenapa sih ga jelas banget lepasin ga?"Kata Kania menatap garang Kenan.


Kenan menggeleng, bahkan bukannya melepaskannya tubuh Kania ditarik kedalam pelukannya, Kania memberontak dalam pelukan tersebut namun tidak di hiraukan oleh Kenan, dia malah semakin mempererat nya.


"Biarkan seperti ini dulu Kania, tubuh ku rasanya sangat dingin sekarang"Kata Kenan memejamkan matanya menikmati rengkuhan hangat tersebut.


Ck gue tau di pasti hanya modus, mana ada dingin tubuhnya panas gini


Kenan meterai rengkuhan tersebut, di tatapnya manik mata Kania serius. apa Kenan harus mengucapkan perasaannya sekarang? dia takut terburu buru membuat Kania tidak bisa membalas perasaan nya.


Tetapi dia tidak mau Kania di miliki pria lain di luar sana, Kenan tidak akan rela Kania itu miliknya. apapun miliknya dia tidak akan rela untuk orang lain.


Kenan menghela nafasnya pelan. "Kania, saya mencintaimu. entah sejak kapan perasaan ini tubuh, namun saya sudah memastikannya kalau saya bukan hanya sekedar mengagumi mu tetapi saya sangat mencintai mu Kania"


"Saya tidak bisa berkata manis seperti pria lain yang mengungkapkan perasaannya, tetapi maukan kau menerima perasaan saya ini?"


"Hah?"


Kania mengerjapkan matanya syok. Apa gue gak salah denger kan? di..dia barusan nembak gue? beneran? gue gak mimpikan? demi apa ini beneran?


Kenan menghela nafasnya kasar melihat keterdiaman Kania yang syok, mungkin dirinya terlalu terburu buru mengungkapkan nya.


"Sudah lah kalau kau tidak bisa menjawabnya sekarang saya mengerti. saya minta maaf, mungkin saya terlalu terburu buru.


"Hah?"


Kania masih diam bungkam, dia masih loading mencerna kejadian yang begitu singkat itu. alisnya mengernyit melihat tatapan kecewa Kenan menatapnya.


Hah? dia kenapa? dan gue kenapa sekarang kok diem aja, gue harus gimana sekarang? kok gue jadi Lola ya sekarang?


"Kenapa terus menjawab hah terus Hem dari tadi?"Tanya Kenan.


"Hah?"


"Eh hah? apa? aduh mules banget perut gue!"Pekik Kania membuat Kenan menatapnya khawatir.


"Ada apa? apa yang sakit?"


Kania menggeleng, sungguh perutnya sekarang tidak bisa di ajak kompromi. kenapa harus pengen pup sekarang sih. Kania semakin tidak kuat menahan sesuatu di perutnya yang harus di tuntaskan.


Dengan sekuat tenaga Kania mendorong tubuh Kenan, dia langsung berlari keluar kamar terbirit-birit dengan wajah merah menahan hajatnya yang harus segera di tuntaskan.


Kenan meringis kesakitan di bawah lantai. "Shhh, dia sebenarnya kenapa?"


Bersambung


Mampir juga yuk ke ceritanya author cus kepoin


Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit. Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda. Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi. Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu. Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?