
Manik mata Migo menelisik setiap inci penjuru restoran lantai bawah, Migo masih yakin kalau Kirana belum keluar dari restoran itu dia tahu perut karet Kirana tidak akan kenyang dengan makan stek saja.
Benar saja matanya menangkap seorang gadis sedang asik menyantap makanan nya tanpa beban, rasanya perjuangan lari-larian nya dari lantai atas tidak ada artinya saat melihat sang peran utamanya asik makan.
Migo menatap malas sang kekasih yang sudah di depannya, Migo mendudukkan tubuhnya di bangku kosong berhadapan.
"Ck. Lo ngapain sih kesini ganggu aja"
"Itu lagi apa tangannya jangan pegang pegang deh!"Sinis Kirana memukul tangan Migo yang mengusap surai rambutnya.
"Sayang, udah dong marahnya kita baik ya? aku minta maaf soal tadi beneran deh aku gak bermaksud ngomong kayak gitu. aku berhak kok di kasih hukuman karena mulut aku yang gak pernah sekolah ini"
"Tapi jangan beri hukuman kamu marah sama aku ya? aku gak bisa sayang. hati aku sakit loh kamu ketusin terus dari tadi"
Migo menatap penuh mohon, namun tidak dengan Kirana dirinya dari tadi sudah menahan senyumnya agar tidak meledak, dia senang melihat wajah Migo yang menderita seperti itu.
Kirana membuang wajahnya. "Huh gue dong yang harusnya bilang sakit hati. kan Lo yang hina fisik gue"
Migo menggeleng cepat, matanya kini berkaca kaca, kini Migo sudah merengek minta maaf seperti anak yang minta ibunya untuk memaafkan kesalahannya.
Kirana meringis saat melihat sekarang mereka sudah menjadi bahan tontonan para pengunjung berbisik bisik mencibir nya.
Kirana berdecak kesal menyingkirkan tangan tersebut. "Udah, iya gue maafin tapi awas aja kalau Lo ulangan lagi"
Migo mengangguk cepat, tangannya menghapus sisa air mata di pipinya. tubuhnya langsung menubruk Kirana untuk merengkuhnya erat dengan senyum lebar yang tak luntur dari bibirnya.
"Makasih sayang udah maafin cowok brengsek kayak aku"
Iya lah Lo brengsek, astoge sampe gak bisa nafas ini yalwohh. kayaknya benar ni orang udah bucin banget ma gue sampe mewek gitu tadi.
"Iya udah deh, aku mau lanjut lagi makan ini"Lerai Kirana sambil tangannya mengusap rambut Migo yang berantakan.
Baru saja Kirana akan melanjutkan makannya yang tadi sempat terjeda namun terhenti saat melihat dua orang wanita dengan baju kurang bahannya mendekati mejanya sambil berkacak pinggang.
Mampus gue!
"Oh jadi gini ya? kamu putusin aku sama dia satu Minggu yang lalu buat pacaran sama dia?"Tanya wanita yang seperti Tante girang.
"Huuhh.. dia bahkan tidak ada apa apanya dari kita, ya ga? Cih masih cantikan dan montok kan kita dari pada nih cewek"Kata cewek satunya lagi sambil mendorong pelan pundak Kirana.
Kirana bangkit dari duduknya, matanya melototi kedua wanita itu sambil berkacak pinggang, Kirana sekarang sudah berubah menjadi macan betina kalau marah. buktinya kedua wanita itu yang tadinya nyolot menciut melihat pelototan Kirana.
"Apa Lo berani sama gue? sini maju lo!"Sentak Kirana memasang kuda kudanya.
Kedua wanita itu langsung lari terbirit-birit ketakutan, Kirana sungguh kesal sekarang kenapa Migo diam saja dari tadi? menyusahkan saja baru saja dirinya akan makan dengan tenang.
Kirana mengalihkan tatapannya ke arah Migo, Migo menunduk takut menautkan jarinya. "Em.. maaf yang, aku gak tahu kalau mereka ada di sini"
Kirana tanpa mengucapkan kata pergi dari sana menarik tasnya kasar meninggalkan Migo yang berdiri di sana.
Migo sekarang ingin mengejar Kirana namun takut kalau Kirana akan semakin marah, Migo menggaruk tengkuknya bingung.
Kenapa hari ini gue apes banget ya? apa ini karma buat gue? sekalinya dapet cewek gue dapet yang marahnya kek macan betina. ihhh nyereminn
...πππππππ...
Keysa berdecak kesal menatap kedua pasutri yang berada di depannya berjalan kesan kemari mengelilingi mall tanpa memperdulikan dirinya yang membawa paper bag milik si cream bolu.
Cih katanya sibuk banyak kerjaan saat gue ajak makan di luar tadi, lah saat si cream bolu datang ingin di temenin ke mall langsung mau!
Mata elang Leo melirik sekilas ke belang melihat jarak Keysa yang masih terlihat jauh. "Keysa kenapa kau jalan sangat lambat seperti siput!"
Mendengar teriakan Leo, Keysa menghentikan kakinya kesal menyusul langkah kedua pasutri tersebut.
"Ara, kamu bisa kan pulang sendiri, Kakak masih ada pekerjaan"Kata Leo lembut saat sudah berada di parkiran mall.
"Iya kak, aku bisa pakai taksi buat pulang"
"Tidak, biar sopir kakak yang akan mengantarkan mu ara!"Tegas Leo tak mau di bantah.
Leo tersenyum menanggapi celotehan Caramel yang menurutnya candaan. "Sudahlah sana masuk ke mobil.
Caramel mengangguk, tanpa di duga Caramel mengecup sekilas pipi kanan Leo tanpa memperdulikan wajah masam Keysa yang menatap kemesraan keduanya dari tadi.
Cih murahan banget jadi cewek, maen sosor aja gak tau tempat!
Leo melambaikan tangannya sambil tersenyum seraya mobil hitam tersebut semakin menjauh jadi pandangannya.
Setalah mobil tersebut tidak terlihat Leo kembali menormalkan wajahnya kembali menjadi datar hanya ada tatapan tajam dan dinginnya.
Segitu berartinya hidup si Caramel di Lo ya Leo?
"Kita kembali masuk ke dalam, kita akan bertemu dengan CEO perusahaan AMC"Suara dingin tersebut menyadarkan lamunannya.
Langkah kecilnya mengikuti langkah lebar Leo yang mengarahkan ke sebuah restoran yang tak jauh dari pintu keluar.
Langkah Leo terhenti di sebuah meja dengan seorang pria yang menunduk mungkin mengambil sesuatu yang terjatuh.
"Maaf membuat mu menunggu tuan Andra"Kata Leo sopan namun masih terkesan datar.
Leo duduk di kursi kosong di ikuti Keysa duduk di sebelahnya. pria tersebut mengangkat kepalanya dengan bolpoin di tangan.
"Oh tidak tuan Leo, saya juga belum terlalu lama!"Ramah seoarang pro paruh baya itu tersenyum sopan.
"Papa Andra!"Pekik Keysa menutup mulutnya tidak percaya.
Astaga teriakannya membuat upil ku kaget di dalam
Andra pun tak kalah kagetnya melihat wajah Keysa. "Ya ampun ini kamu Keysa? kanapa sangat pangling sekali?"
"Iya benar ini key, Papa apa kabar?
"Papa baik nak, ah iya kemana saja kamu ini? kenapa kamu dulu hilang bagaikan di telan bumi saat lulus SMP? dasar anak nakal"Kata Andra menatap garang Keysa yang sudah di anggapnya seperti anak sendiri.
Leo hanya menyimak kedua orang yang melepas rindu. sesekali alisnya terangkat melihat keakraban keduanya. apa hungan keduanya? mengapa Keysa bisa mengenal Andra?
"Benar kamu kalau ada waktu mampirlah ke rumah, mama lita pasti sangat senang kalau melihat anak kesayangannya yang hilang datang"
Andra Prayoga dia adalah Papa dari Bian Prayoga, keluarganya sangat dekat dengan Keysa bahkan Keysa sudah mereka anggap seperti anak kandungnya sendiri.
"Iya, nanti aku akan mampir lain waktu. oh iya pah aku udah ketemu loh sama Bian pas dua hari yang lalu kalau gak salah"
"Benarkah? syukurlah. kamu tahu? saat kamu hilang dulu Bian menjadi orang yang pendiam, bahkan dia terus mencari keberadaan mu"Kata Andra mengubah tatapannya sendu mengingat keterpurukan anaknya dulu.
Bian? siapa dia? sebenarnya Keysa memiliki hubungan apa dengan pak Andra? aku harus mencari tahunya
"Ekhem, bisa kita mulai untuk membahas kontrak kerjanya?"Kata Leo menatap keduanya datar.
"Ah iya baiklah, maaf kita terlalu larut dalam masa lalu"Kata Andra sopan.
Dasar perusak suasana saja
Bersambung
Hola pada pembaca setia TRIPLE'K author mau mengucapkan terima kasih karena smapai sekarang masih terus ikutin ceritanya sampai sekarang
Sambil nunggu update kepoin juga yuk cerita temannya author buatan SyaSyi yang tak kalah seru loh
Aisyah, seorang istri yang di jadikan pembantu di rumah suaminya sendiri. Bahkan dirinya harus menerima pernikahan suaminya dengan kekasihnya. Penghinaan kerap dia rasakan dari suami, ibu mertuanya, dan juga istri kedua suaminya. Aisyah hanya di jadikan istri yang tak di hargai oleh suaminya yang bernama Kenzi.
Namun pertemuannya dengan sang dewa penolong merubah takdirnya. Aisyah yang memiliki kulit tak terawat ( jelek ) dan penampilan kampungan berubah menjadi sosok wanita cantik dan memukau. Di tambah pertemuannya dengan orang masa lalunya yang membantu dirinya mewujudkan balas dendamnya.
Yuk ikuti kisah Aisyah dalam merubah takdirnya dan membalaskan dendamnya atas perbuatan mantan suami, mantan madunya, dan keluarga mantan suaminya