TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 37



"Huhu inces datang nihh bestiii!"Teriak Kania menggeleng memenuhi kantin membuat mereka yang ada di sana mendelik menutupi telinganya masing masing.


"Yuhu spada kita di sini bestii"Teriak Keysa dan Kirana tak kalah menggeleng nya.


Kania melangkah menuju meja yang kedua sahabatnya tempati dengan tas keluaran terbarunya Kania angkat pamer.


"Anjirr ini tas keluaran terbaru kan? yang masih ada 2 di negara ini kan?"Heboh Kirana


"Yoi, pacarnya kesayangan nya CEO nih bos!"Angkuh Kania menepuk dadanya.


"Heleh masih pacaran aja belagu lo, apa lagi udah jadi bini!"


Kania mengibaskan tangganya mempamerkan gelang emas nya. "Ya harus lah besti, aduh kok jadi gerah gini ya?"


"Pamer teross! pen nampol gue lama lama!"Ketus Keysa.


"Bilang aja iri ya bestiii"Kata Kania tersenyum menyebalkan


"Serah Lo dah serah! gue apaan hanya sebuah butiran debu kalah sama nyonya Bagaskara"


Kania menyerobot minuman yang hanya beberapa senti saja akan mengenai bibir Keysa. "Hehe haus gue, kan pamet itu butuh asupan seret nih tenggorokan"


"Eh kan, lo tiga hari ini kemana kok gak pulang pulang. lo gak jadi gelandang kan tidur di kolong jembatan?"Tanya Kirana.


"Sembarang. gue tuh tinggal di apartemen sama Kenan"


"Anjir lo udah cetak anak!"Pekik Keduanya.


"Gak lah anjirr, cuma cium sama peluk majah aja"


"Gile sih, terus gimana perutnya di ada rotinya berapa? pasti dong Lo pernah liat yakin gue!"Kata Keysa dengan jiwa keponya yang meronta ronta.


Kania menggunting jari sampai dua kali balikan membuat keduanya melongo. "Oh ada 6 kalo gak salah"


"Berantem yo! kesel gue sama lo dari tadi!"Kata Keysa bangkit dari duduknya.


"Sabar key sabar, orang sabar jodohnya lima!"Kata Kirana memenangkan Keysa.


"Hehe mangap kanjeng mami, kan biar gak tegang gue ajak bercanda sedikit napa"


Manik Kania menulusuri penjuru kantin mencari mbok marni untuk pesan makanan, matanya terhenti di kursi paling pojok terlihat Bumi sedang bercanda gurau dengan adik kelas yang dulu mendekatinya.


Tumben deh dia gak samperin gue ya?


"Kan lo lagi ada masalah ya sama si Bumi?"Tanya Keysa melihat ke arah tatapan Kania.


"Nggak juga gue baik baik aja kok sama dia"


"Tapi ni ye, dia jarang banget nyamperin lo sekarang, kan gue kira lo ada masalah gitoh"Kata Kirana.


"Ntah lah, semenjak pas Kenan anterin gue dua hari yang lalu gue merasa dia ngehindarin gue"Kata Kania menatap meja pojok.


Keysa dan Kirana saling pandang. "Jangan jangannnn!!!"


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Migo menatap malas tumpukan berkas di meja depan, akibat Daddy nya pergi ke kantor cabang untuk memantaunya secara langsung Migo harus menghendel kantor pusat sekarang, mana dia tidak terlalu mengerti dunia bisnis lagi.


Namun suara kericuhan di luar ruangannya menarik perhatiannya, Migo bangkit dari duduknya untuk melihatnya tetapi langkahnya terhenti saat Belle masuk ke ruangan itu secara tiba tiba di ikuti di belakangnya scurity bersama sekertaris Daddy nya.


Migo menatap malas wajah menyebalkan Belle yang akan mendekatinya. "Berhenti di situ. sebenarnya mau lo apa!"


"Maaf tuan muda kami sudah berusaha menahannya agar tidak masuk, tapi tenaga dia sangat kuat sekali melebihi sumo!"


Belle mendengus kesal mendapat ejekan sekertaris yang bernama Rizwan tersebut. Belle berjalan berlengak lengok mendekati Migo bergelayut di tangan Migo. "Sayang, kok kamu bilang gitu sih, kan aku ini calon tunangan mu. aku kesini mau mengunjungi tunangan ku kamu tahu aku sangat merindukanmu.


"Jangan pernah pegang tangan gue dengan tangan murahan lo ja**ng. gue gak sudi tunangan sama lo. ingat ya nona Belle yang terhormat gue gak pernah terima pertunangan yang Mommy gue buat!"Kata Migo menyentak tangan Belle kasar.


"Lo gak ada apa apanya di bandingin pacar gue! walaupun dia derajatnya gak setinggi Lo tapi dia lebih berpendidikan, dan masih punya harga diri di bandingin Lo orang yang berada dan berpendidikan!"


Belle menatap kesal Migo yang secara terang-terangan mengejeknya. "Cih, tapi dia miskin gak sederajat sama kamu Migo. Migo kamu sadar dia gak pantas buat kamu, kamu itu pantasnya dengan aku"


Migo memberi isyarat kepada Rizwan dan juga kedua scurity agar menyeret tubuh Belle keluar. Belle memberontak di seretan tersebut sambil berteriak.


"Migo, kamu hanya milik ku!"


Migo melepaskan jasnya melemparkan nya ke sofa, tubuhnya di jatuhkan ke sofa dengan kasar. pikirannya sudah sangat pening dengan berkas berkas menyebalkan tersebut di tambah kedatangan nenek lampir membuat memperkeruh keadaan saja.


Ponsel yang berada di saku celananya berdering, tangganya mengambil ponsel tersebut menggeser sambungan telpon mengangkat nya tanpa melihat siapa yang menghubunginya karena kedua matanya masih terpejam.


"Ya halo? siapa? kalau tidak ada keperluan yang tidak terlalu penting jangan mengubungi ku, menggangu saja"Kata Migo akan memutuskan sambungan tersebut, namun tangannya terhenti mendengar pekikan seseorang di sebrang sana yang familiar di telinganya.


"Oh jadi aku gak penting gitu? hah! udah gak kasih kabar dari kemarin, balasan kamu sekarang gitu ya? aku dari kemarin nungguin kabar dari kamu!"


Migo di buat kelimpungan sekarang, gawat pacar singanya ngamok. "Maaf sayang, aku gak tahu kamu yang telpon beneran suer deh"


"Halah banyak alesan! kamu lagi cari mangsa kan disana mumpung aku gak ada? ngaku kamu sampai lupa kalau punya pacar di sini gak di kabarin!"


"Nggak yang sumpah! aku lagi pusing sama urusan kantor, Daddy aku nyerahin kantor pusat sekarang sama aku seminggu dia lagi kunjungi kantor cabang"Kata Migo sudah keluar keringat dingin.


"Kan kamu tahu sayang aku gak terlalu mengerti sama urusan bisnis, kamu bisa bayangin kan sekarang aku se menderita apa di sini? hiks"Kata Migo dengan air mata buaya nya.


"Ajab emang gak salah alamat. udah lah males ngomong sama buaya darat bye!"Kata Kirana memutuskan sambungan secara sepihak.


"Loh sayang, ayang!"


Migo mengacak rambut frustasi, kenapa hari ini sangat sial sekali. "Kok gue ngenes banget ya hari ini, huaa! mana ayang lagi ngamok lagi. lemas deh besti belum di semangatin sama ayang!"


Bersambung


Cinta Sendiri


Blurb :


Mencintai tanpa dicintai... Kedekatannya selama ini dengan sahabat abangnya hanya dianggap sebagai adik, tidak lebih.


Anggita Nur Anggraini, biasa disapa Gita telah jatuh cinta pada sahabat almarhum abangnya. Akan tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan dia sampai merelakan kehormatannya, sayangnya lelaki itu tetap tidak melihatnya.


Apakah cintanya akan berbalas?