
Keysa memutar matanya malas melihat sudah satu jam lamanya dirinya duduk di sofa ruangan kerja Kenan menyaksikan kedua pasutri bermesraan, lebih tepatnya di cream bolu yang terus bergelayut di lengan Leo.
Berasa gak di anggap gue di sini, kalau gue bukan asistennya si Leo udah pulang dah dari tadi
"Kak Leo aku laper"Kata Caramel dibuat se imut mungkin.
"Kamu laper hem? bentar ya"Kata Leo mengentikan kegiatannya sejenak untuk mengelus surai rambut Caramel.
Leo menatap Keysa yang terduduk di sofa dengan wajah yang terlihat masam. "Kau tolong pesankan makan siang buat dua porsi"
Keysa mendengus kesal, dirinya bangkit dari duduknya berjalan mendekati meja kerja Leo mengadahkan tangannya. Keysa berdecak kesal melihat Leo mengerutkan alisnya bingung.
"Uangnya tuan Leo yang terhormat!"Gereget Keysa menahan kekesalan nya.
Leo memberikan empat lembar uang berwarna merah, Keysa mengambil kesal uang tersebut sambil melirik tajam Caramel yang menatap mengejek sebelum berlalu dari sana.
"Dasar cowok sebleng, gak peka banget gue juga kan lapar menurut dia menunggu itu gak lelah apa. gue juga kan belum makan dari tadi gara gara dia nyuruh gue kesini, dan apa tadi gue cuman disuruh buat bikin kopi doang?"Cerocos Keysa sepanjang perjalanan sambil misuh misuh membuat para karyawan menatapnya aneh.
Kini arah Keysa menuju taman kantor, dirinya duduk sendiri di sebuah kursi dengan hamparan bunga di sekitarnya, tangannya mengotak ngatik ponsel sedang memesan makanan.
"Keysa?"Tanya seseorang.
Keysa yang merasa namanya di sebut melirik ke arah suara, keningnya berkerut menelisik pria yang berada di depannya. "Siapa ya?"
Pria tersebut tersenyum simpul lalu mendudukkan dirinya di samping bangku kosong Keysa.
"Aku Bian, kamu lupa ya ternyata sama aku"
Mata Keysa membulat kaget tangganya menutup mulutnya menatap tak percaya pria di depannya, ternyata dia adalah kakak kelas nya saat SMP dan Keysa dulu adalah pengagum rahasianya.
"Beneran ini kak Bian? paling banget yawlohh"Pekik Keysa heboh mendapat gelengan dari Bian.
Ternyata kamu tidak berubah, kamu masih seperti dulu gadis barbar
"Eh btw kak Bian lagi ngapain di sini?"
"Aku karyawan di kantor ini, lah kamu juga ngapain di sini? gak mungkin kan kamu karyawan juga aku gak pernah liat soalnya"Tanya Bian.
"Panjang pokonya kak"
Keysa menceritakan kejadian dimana dulu pertama kalinya bertemu Leo dan terjebak di sebuah perjanjian yaitu menjadi asisten pribadi Leo.
Bian menatap wajah Keysa yang antusias menceritakan kejadiannya, bahkan kadang Keysa mendengus kesal dalam menceritakannya membuat Bian gemas saja.
Bian menjadi teringat kejadian beberapa tahun silam, yang menolong Keysa dari bahan bualan para sahabatnya.
"Huh dasar cupu! gak punya orang tua lagi"Sinis anak wanita berkacak pinggang menatap anak wanita yang terduduk di lantai dengan rambut dan bajunya yang sudah berantakan.
"Apa jangan jangan ya sya, dia itu anak haram yang di buang oleh ibu kandungnya. iyuhh.."Kata temannya.
"Najis anak haram, seharusnya lo tuh jauh jauh dari sekolah ini bisa bisanya kita semua selalu sial kalo ada lo"Sentak temannya satunya lagi mendorong kasar tubuh Keysa.
Keysa menundukkan kepalanya membenarkan letak kacamatanya sambil terisak mendengar cacian oleh temannya.
Mata Keysa terpejam saat melihat tangan anak perempuan yang bernama sasya akan menampar pipinya, namun teriakan seseorang menghentikan nya.
"Heh kalian kenapa gak ada kapok kapoknya!"Sentak Bian datang.
Sasya mendengus kesal karena rencananya selalu saja di gagalkan oleh Bian.
"Udah sebaiknya kalian pergi! sebelum gue laporin kalian ke guru BK"Tegas Bian sambil membantu Keysa berdiri.
"Awas Lo cupu, urusan kita belum selesai ya!"Sinis Sasya berlalu dari sana.
"Ma..makasih kak Bian udah bantuin Keysa lag"Cicit Keysa pelan menunduk kepalanya..
"Iya sama sama, lain kali kalo mereka buly Lo lagi lawan key jangan diem aja"Nasehat Bian sambil terus memapah tubuh Keysa ke kursi terdekat.
Bian memegang pundak Keysa menghadapnya. "Liat aku. kamu harus ngelawan sama orang orang yang mau jatuhin harga diri kamu, Inget key walaupun derajat mereka lebih besar dari kita kita tidak boleh diam saja. aku yakin kamu pasti bisa ngelawan mereka key"
Setelah kejadian itu, Keysa selalu melawan saat geng sasya akan membuly nya. bahkan Keysa mengubah penampilannya untuk tidak memakai pakaian culun lagi.
Bahkan se isi sekolah tidak percaya gadis pendiam yang tidak pernah melawan saat geng sasya membuly nya, sekarang sudah beruban menjadi Keysa yang tidak mudah di tindas.
Kania dan Kirana pun sangat bahagian melihat perubahan sahabatnya yang sekarang, bahkan ketiganya sejak itu selaku keluar masuk ruang BK dengan tingkah ajaib nan barbar nya yang membuat semua siswa dan para guru mengelus dadanya sabar
Bian tersentak saat merasakan sebuah tangan menepuk pundaknya keras, Bian meringis dalam hati sungguh tangan Keysa tidak ada lawan dalam menggeplak orang.
"Kak Bian kenapa? aku mau pamit buat ambil pesanan makanannya sudah sampai di depan"Kata Keysa.
"Ah gak papa kok, ya sudah sana ambil nanti tuan Leo keburu marah karena kamu lama megantarnya"Jawab Bian tersenyum manis.
Eh kenapa gue gak salting ya sekarang Bian senyum gue?
Keysa menganggap, kakinya berjalan menjauhi taman sampai kini tubuh Keysa tidak terlihat lagi.
Semoga kita bertemu kembali keysa
Kini Keysa sudah menentang sebuah paper bag di tangannya menuju ruangan Leo. setelah pintu ruangan terbuka matanya memandang malas si cream kue yang menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Leo.
Leo mengalihkan tatapannya dari ponsel ditangannya mendengar suara pintu dibuka.
"Kau itu memesan makanan atau apa? sangat lama perut saya sudah lapar menunggu mu dari tadi"Kata Leo menatapnya datar.
Gue juga yang lapar gak banyak protes tuh!
"Kenapa kau masih diam disitu, cepat lah taruh makanan nya!"Sentak Leo menatap tajam Keysa.
Keysa menyimpan paper bag tersebut dengan keras, ingin rasanya nampol tuh wajah Leo yang sangat menyebalkan.
"Silahkan tuan!"Tekan Keysa sambil tersenyum paksa
Keduanya melahap makanan tersebut dengan santainya, sekali kali si cream bolu dengan modusnya ingin di suapi Leo.
Keysa tidak tahan melihat adegan tersebut, dirinya berlalu keluar dari ruangan itu, wajahnya sudah memerah menahan kekesalan nya yang akan membeludak.
"Kesel...kesel...keselll, dasar pria sinting gak peka banget jadi pria. bahkan gue keluar aja dia makan dengan anteng. cegah gue kek agar gak keluar!"
"Itu lagi kenapa sih si cream bolu gatel amat dari tadi nempel mulu sama si Leo, modus banget jadi cewek. ihh pen deh gue cakar tuh muka sok ke cantiknya. masih anak bau kencur aja dia kek gitu apa lagi udah gede kek nya di cocok jadi pelakor"
Bersambung...
Holaa semuanya, sambil nunggu cerita TRIPLE'K up selanjutnya, mampir juga ke cerita teman author yang gak kalah serunya loh...
***Judul : My Lucy System
Napen : Black Rose***
Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, Karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul 'My Kepet pet'. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.
"Keren nih game, bisa dapet duit beneran nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi."
Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.
Tet Tot !!!
What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?" Mila melongo melihat kegagalannya.
"Aaaa ... inj sungguh tidak adil!!!" Teriak Mila.
Bagaimakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?