
Kania menopang kepalanya dengan satu tangan mendengarkan pembahasan dosen wanita di depannya. matanya yang sudah ngantuk sangat sulit untuk terbuka, ocehan dosen di depannya bagaikan dongeng tidur bagi Kania
"Heh, Lo jangan teler anjirr, ntar si bu suk ngamok tau rasa lo!"Bisik Keysa menyenggol bahu Kania
"Bodo amat"
Untung bangku Kania berada di belakang, Kania yang dari tadi tertidur tidak ketahuan sampai pelajaran dosen yang bernama Sukma itu berakhir.
"Baik semuanya pembahasan saya cukup sampai di sini, kita lanjutkan lagi lusa. saya pamit undur diri"Kata Bu Sukma berlaku dari ruangan tersebut.
Kirana menoleh ke belakang. "Yeuh, ni anak tidur untung gak ketahuan!"
"Biasalah gak di mana mana tidur mulu kerjaan nya"Kata Keysa menatap tak percaya wajah Kania yang damai tanpa beban.
"Woy bangun lo! mau nginep di sini? kita mau pulang nih!"Teriak Kirana menggoyang tubuh Kania.
Kania mulai terusik, matanya menyipit mulai terbuka. "Hoam, lah dah pulang aja kemana si Bu suk? gue belum kerjain tuh orang"
Keysa mendelik. "Telat anjir! udah lah ayo kita pulang bisa gawat ini kalau gue telat. bisa murka si kutub utara"
"Yuhuuu! sayang, Migo yang gantengnya gak ada obat yang cetar membahana datang nihh!"Teriak Migo sudah bersandar di pintu.
Kirana meringis melihat kelakuan abstrak pacarnya. Sumpah bukan pacar gue! gue gak kenal
"Malu maluin jadi orang! Lo pikir di sini hutan hah? malu sama muka dong percuma ganteng kalo kelakuan kek setan!"Sinis Keysa
"Bener banget, kayaknya Kirana pas dia tembak dulu lagi gak sadar deh. mau maunya sama modelan ke gitu"Kata Kania tak kalah sinis.
Migo memasang wajah menyedihkan nya berjalan ke arah Kirana. "Lihatlah sayang betapa tegahnya besti mu padaku, apa salahnya aa pada mereka"
"Sayang aku di nistain ini, huaaa!"
Kirana sangat malu mana di sana masih ada anak anak yang belum pulang lagi, tangannya menarik kasar tangan Migo. ingin rasanya Kirana menjedotkan kepalanya Migo ke tembok.
"Sayang kita mau kemana? kamu mau ngajak aku ke KUA?"
Kirana melotot membuat Migo menciut. "Diem gak? mau di sleding?"
...πππππππ...
Kania mengambil ponselnya yang bergetarr di dalam saku celananya. terlihat dari layar ponsel tertera nama Kenan yang mengirimnya pesan.
Sayang maaf aku tidak bisa menjemput mu, aku ada urusan yang tak bisa aku tinggalkan, tetapi aku sudah menyuruh Leo untuk menggantikannya
Kania meletakkan ponselnya kembali ke kantung celananya. tatapannya terhenti melihat Bumi bersama Satria yang tak jauh dari tempatnya duduk menunggu Keysa ke kamar mandi.
Kania melambaikan tangannya sambil tersenyum manis, namun Bumi tidak bergeming tatapan matanya terlihat datar menatap Kania membuat Satria mengernyit bingung.
Gue akan berusaha lupain Lo Kania
"Lo kenapa? gak biasanya sikap Lo gitu sama Kania"Tanya Satria.
"Gue gak papa"Kata Bumi jalan duluan meninggalkan Satria.
Kania mengernyit bingung melihat Bumi yang tidak merespon, ada apa dengan Bumi sejak kejadian tadi pagi kenapa Kania merasa sikap Bumi kepadanya aneh sekali.
"Woy!"
Kania terperanjat kaget dengan kedatangan. "Anjir untung gue gak punya penyakit jantung"
"Lah Lo nya aja kali bengong, gue dari tadi tuh manggil Lo terus"Kesal Keysa.
"Hehe ya mangap, udah yok kita pulang bareng gue kata Kenan dia gak jadi jemput gue ada perlu jadi deh suruh Leo yang jemput"Kata Kania mengandeng tangan Keysa menuju parkiran.
Asik Leo yang jemput
...ππππππ...
Kirana masuk kedalam mobil membanting pintunya kesal, bibirnya terus menggerutu menyumpah serapahi Migo yang jalan nya lelet.
Migo masuk kedalam mobil dengan deru nafas yang tak beraturan. "Hah...hah... sayang kenapa kamu cepet banget sih jalan nya kan aku susah ngejarnya"
"Lemah! ngejar aku aja udah ngeluh gimana mau ngejar masa depan!"
"Cepat jalan!"Lanjut Kirana sinis
"Nggak mau capek sayang"Bantah Migo.
"Ck, cape apaan sih cuman jalan aja! cepetan deh mau pulang ini, jalan gak!"Kesal Kirana.
"Emang dia gak salah sih, tapi dia yang ngertiin nya salah!"Frustasi Kirana.
Kirana menyembulkan kepalanya keluar jendela. "Balik lagi gak! kalau sampai dua menit gak sampe aku marahhh!"
...πππππππ...
Kania dan Keysa sudah pegel menunggu jemputan Leo yang dari tadi belum sampai juga kalau tau akan lama keduanya akan menunggunya di kantin, mana mereka lapar belum makan siang.
Tak lama sebuah mobil hitam berhenti di depan mereka, kaca mobil tersebut terbuka terlihat wajah datar Leo yang sangat menyebalkan.
"Maaf menunggu lama, tadi ada kendala di jalan"
Walaupun keduanya dongkol namun tetap masuk ke dalam mobil. mobil tersebut melesat dengan kecepatan sedang.
"Hah! lo bawa air putih gak? seret nih tenggorokan gue"Tanya Keysa.
Leo melirik Keysa yang berada di sebelahnya dengan ekor matanya. "Saya bukan supermarket, dan saya tidak jualan air!"
"Biasa aja dong jawabnya! gue kan bicara baik baik sama lo!"Kesal Keysa.
Leo mengangkat bahunya acuh tak memperdulikan omongan Keysa, Keysa menggerutu mengumpat dalam hatinya habis habisan.
Heuh gemes gue pen nabok wajahnya! so cool banget jadi orang awas aja nanti gue pastiin Lo bakal jatuh ke pelukan gue!
"Jangan mengumpatin saya dalam hati! kalau berani ngomong langsung di depan saya!"
Keysa melotot tak percaya. "Lo... itu ya.."
Leo mengerutkan alisnya mengejek tak lupa senyum sinisnya membuat Keysa pengen menggetok nya dengan pantat wajan yang udah item.
Sementara Kania yang berada di kursi belakang anteng dengan ponselnya tak memperdulikan pertengkaran di kursi depan, menurutnya melihat wajah menggoda drama China kesukaan nya lebih bermutu dari pada melihat perdebatan tersebut.
Saat sedang asik melihat lihat foto suami halunya manik mata Kania tak sengaja melihat plang baso merecon. "Stop!"
Leo yang mendengar teriak tersebut mengerem secara mendadak. "Ada apa?"
"Anjirr kepala gue!"Pekik Keysa memegangi kepalanya yang kepentok ke depan akibat tidak memaki sabuk pengaman.
"Key liat tuh ada tukang baso merecon! kuy beli!"Pekik Kania keluar dari mobil.
Kania berjingkrak jingkrak sumbrigah mendekati kedai baso tersebut di ikuti oleh Keysa yang sudah mengejar langkah Kania.
"Mang baso merecon nya tiga ya yang jumbo!"Teriak Kania tanpa malunya dengan pengunjung di sana yang ramai.
"Yang satu gak pake mie, baso nya aja"Teriak Keysa tak kalah melengkingnya.
"Siap neng!"
Leo yang baru saja tiba di sana meringis melihat tingkah keduanya yang tidak tahu malu, walaupun sang pelaku menampakan wajah tanpa bebannya nya sama sekali malah. mata tajam Leo menatap sekeliling kedai tersebut mengecek apa bersih apa tidak.
Leo ikut duduk di sebuah kursi yang kedua gadis tersebut tempati. "Kenapa kalian makan si sini? kan bisa makan di restoran"
"Sekali kali lah makan di pinggir jalan biar Lo tau rasanya gak kalah mantep dari restoran"Kata Kania
Tak lama pesanan mereka datang, mata kedua mata sepasang sahabat tersebut berbinar melihat baso jumbo merecon nya yang menggiurkan kan.
Alis Leo terangkat menatap aneh mangkuk di depannya. "Apa ini? bulat?"
Keduanya yang sedang meracik refleks menatap wajah Leo yang sedang kebingungan sambil menggeser geser mangkuk mengamatinya.
"Lo gak tau ini apa?"Tanya Keysa mendapat gelengan.
"Bener gak tau? ini bakso"Kata Kania.
"Bakso? terus merecon nya mana? saya tidak lihat"
Bersambung
Mampir juga yok ke novel nya IBN Muchsin
Blurb :
Seorang siswa SMA yang punya penyakit terbelakang mental bernama Soejono alias Jono hidup dengan kemiskinan yang terpaksa harus mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara yang haram, sebagai pengedar narkoba untuk membeli obat untuk ibundanya yang sakit-sakitan, disamping itu ayahnya juga sudah lama wafat dan dia adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang keseluruhannya juga terbelakang mental, Tak hanya itu dia juga harus dibully teman-temannya di sekolah, Alex Felixius si ketua geng di kelas XII Bahasa anak seorang pegawai Freeport yang kaya raya, dia selalu pamer dengan orang-orang di sekitarnya, dia musuh bebuyutan Jono dan dikenal sebagai trouble maker di setiap tempat, untungnya ada wanita cantik jelita bernama Salma yang tak tega melihat pengorbanannya, dan Salma pun akhirnya jatuh hati padanya