TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 20



Kania dibuat kelimpungan menyiapkan baju beserta perlengkapan nya untuk ikut Kenan ke negara B yang akan memantau perusahaan cabang di sana.


Kenapa tidak dengan sekertaris nya? kebetulan sekertaris Kenan sedang cuti melahirkan, dan ya sekarang Kania yang harus menggantinya untuk pergi.


"Kau terlambat Kania, kenapa kau sangat lambat seperti siput!"Sentak Kenan saat Kania sudah berada di ruang kerjanya.


"Hehe ya mangap"


Kenan menghela nafas kasar. "Sudahlah pada intinya saja, saya menyuruh kau kesini mau memberi tahu besok saya akan memantau perusahaan cabang di negara B"


"Terus apa mas..."Serobot Kania mendapatkan tatapan tajam dari Kenan.


"Saya belum selesai Kania! hah saya lanjutkan kembali, kau ikutlah dengan ku ke sana. sekretaris saya sedang cuti melahirkan, biar nanti saya ijinkan kau ke universitas"


Tapi boong, akhirnya saya bisa berduaan dengan mu Kania.


Kania berlari mendorong koper miliknya keluar dari kamarnya, dilihatnya Kenan sudah menunggunya di depan mobil sport miliknya sambil fokus ke ponsel.


Kenan melirik Kania dengan ekor matanya sambil menyimpan ponselnya ke kantung celananya.


"Kenapa kau selalu lambat Kania!"


Kania menanggapinya dengan cengiran khasnya yang tanpa dosa itu, Kenan hanya bisa menghela nafasnya pelan.


Huh kayaknya saya harus ekstra sabar dengan kebiasaan Kania sekarang


Kania berbalik menatap kedua sahabatnya yang sudah berkaca-kaca memandang nya, Keduanya langsung berhamburan memeluk tubuh Kania.


"Hua Lo ati ati ye di sana, jangan lupa makan minum biar Lo gak mati sia sia"Teriak Keysa terisak.


"Iya Lo harus jaga diri di sana, jangan lupa juga Lo nanti kalau liat cogan di sana langsung karungin aja nanti gue yang piara"Kata Kirana membuat Migo mendelik tak suka.


"Huh lebay deh!"Sinis Caramel.


Acara melow ketiganya seketika hancur saat Kenan dengan tidak etis nya masuk kedalam mobil sambil membanting pintunya.


"Cepatlah Kania! kau ingin ketinggalan pesawat!"Tegas Kenan.


Kania mengantuk patuh masuk ke mobil di tempat penumpang di belakang bersama Kenan. Tangganya terus menggenggam tangan Kirana dan Keysa.


"Jalan pak!"Suruh Kenan kepada sopir.


"Baik tuan muda"


Mobil itu berjalan pelan, Kania menggenggam tangan kedua sahabatnya keluar jendela, tidak lupa wajah sendu Kania yang sangat dramatis.


"Key, Ki gue pergi dulu"Kata Kania sambil mengusap ingusnya yang keluar dengan bajunya.


"Huaa Kania"Teriak Keduanya dramatis saat tangan mereka perlahan terlepas dari tangan Kania dengan mobil perlahan terus menjauh.


Leo yang memperhatikan ketiganya dari tadi menggelengkan kepalanya melihat kelakuan abstrak sepasang sahabat yang terlihat dramatis seperti akan berpisah selamanya.


Kini di dalam mobil tersebut hanya ada keheningan, mata elang Kenan melirik Kania dengan ujung matanya.


Kedua alisnya terangkat melihat ekspresi Kania yang sekarang, wajah yang menampakkan kesedihan tadi lenyap kini tergantikan dengan wajah antusias nya.


Kenapa wanita sangat pintar mengubah raut wajahnya begitu cepat?


Kenan yang sedang larut dengan pikirannya sendiri tidak dengan Kania, dirinya sedang membayangkan naik pesawat yang dulunya hanya melihat di drama atau film yang dirinya lihat.


Sekarang dirinya sendiri bisa merasakan apa yang namanya naik pesawat.


Gue gak sabar gimana ya rasanya naik tu pesawat terbang, apa gue ikutan terbang ya di dalam sana? aghh gue pokoknya gak sabar banget naik pesawat buat pamer ke Keysa dan Kirana


Kenan membalas dengan anggukan kecil, Kenan keluar dari mobil tersebut sambil memakaikan kacamata hitamnya.


Kania mengikuti langkah besar Kenan sambil matanya terus menatap sekelilingnya terkagum kagum dengan kedua tangannya menyeret dua koper.


Kini Kania sudah duduk di dalam pesawat dengan Kenan di sebelahnya yang mengeluarkan laptop dari tasnya.


Mata bulat Kania terus berbinar menatap keluar jendela pesawat, penampakan banyaknya rumah rumah yang terlihat kecil dan pegunungan yang telah indah.


Kenan yang duduk anteng di kursinya dengan sebuah laptop di pangkuannya, namun matanya sekali kali melirik ke arah Kania dengan senyum tipis di bibirnya melihat tatapan kagum dari mata wanita di sebelahnya.


"Apa kau tidak lelah melihat keluar jendela pesawat sedari tadi?"Tanya Kenan.


"Hehe tidak"Jawab Kania melirik sekilas lalu melanjutkan aktifitasnya.


Kenan terkekeh pelan lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya yang sempat tertunda.


Beberapa menit kemudian ke fokusan Kenan teralihkan saat merasakan pergerakan dari arah samping nya.


"Kenapa? sudah lihat pemandangan nya?"


Kania mengangguk lesu, tangan Kenan terangkat mengusap rambut Kania yang agak berantakan tanpa sadar sambil tersenyum kecil.


"Kau sebaiknya tidur, mungkin 4 jam kita baru akan sampai di negara xx"


Seakan terhipnotis Kania mengangguk menuruti untuk tidur sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


Baru saja Kania akan memejamkan matanya, matanya tersentak kembali terbuka saat tangan besar di sebelahnya memindahkan kepalanya di pundak miliknya.


Ehh


Kania mendongak ke atas, tatapan keduanya bertemu jantung Keduanya berdegup kencang tidak seperti biasanya.


Anjrot lama lama kayaknya gue bakalan baper huaa!


Tangan Kenan kembali mengusap rambut Kania, mata bulat berkedip kedip lucu yang mendapatkan perlakuan tersebut.


"Sudah kau tidurlah di bahuku, tidur di sandaran kursi akan membuat lehermu sakit nantinya"Kata lembut Kenan membuat jantung Kania terus berdisko.


Cup


Kania mematung merasakan sebuah benda kenyal yang singkat menempel di dahinya.


Hah?


"Hey kenapa kau bengong?"Perkataan Kenan membuat Kania kembali ke alam sadarnya.


Dan entah sejak kapan, kini kedua pipinya memanas mengingat kejadian barusan. Kania menutup wajahnya dengan tangannya malu.


Huaa!! gue baper beneran sumpahhh


Namun jauh dengan wajah Kania yang sedang malu, kini Kenan tersenyum merekah menatap Kania yang menutup wajahnya, ingin rasanya dia menggigit pipi Kania yang memerah itu yang sangat menggemaskan di matanya.


Wajah malunya sangat menggemaskan ingin rasanya aku mengarunginya, ternyata tidak sia sia saya mencontek di google cara membuat wanita malu dan diam tidak berkutik. memang wajah saya tidak gagal membuat wanita terpesona


Kenan merasakan nafas teratur Kania di cengkuk lehernya. shitt itu membuat sang adik kecil di bawahnya akan bangun.


"Hah kenapa saya tidak menggunakan pesawat pribadi saja tadi, siall!"Kata Kenan dengan wajahnya yang sudah memerah menahan hasratnya yang harus di tuntaskan


Bersambung