
Sarapan pagi di meja makan tersebut terlihat hidmat tanpa ada satu orang pun yang mengeluarkan suara, sudah aturan mutlak dari di seorang Kenan tidak bisa di ganggu gugat kalau sedang makan tidak boleh ada yang mengeluarkan suara.
Namun tidak dengan Migo, wajahnya metap jahil Kenan yang menatapnya tajam juga. ingin rasanya Kenan melemparkan pisau buah di depannya ke wajah menyebalkan Migo.
"Kiw kiw, ada yang baru jadian loh kemarin malam. langsung di lamar di tempat lagi!"Kata Migo membuat mereka yang di sana menatap ke arahnya.
Uhuk uhukk!
Kania tersentak makanan, dengan cekatan Kenan menyodorkan susu miliknya ke Kania, Kenan sudah menatap tajam Migo seakan ingin memakannya berani beraninya membuat wanita kesayangan tersedak kesakitan.
"Kamu gak apa apa kan?"Tanya Kenan khawatir seraya mengusap tengkuk Kania.
Mata Kania meletot, susu yang masih ada di mulutnya menyembur tepat di ke wajah Kenan, kedua mata Kenan terpejam merasakan semburan susu yang terasa sangat lengket di wajahnya.
Kania panik, tangannya mengambil tisu yang tak jauh dari jangkauan nya mengelap wajah Kenan akibat perbuatannya yang ceroboh.
"Maaf.. maaf mas aku tidak sengaja"Kata Kania takut Kenan akan marah.
Kelakuan keduanya tak luput dari pandangan orang yang berada di meja makan tersebut menatapnya penuh tanya kecuali Migo dan Kirana.
Tangan Kenan mengambil tisu yang di pegang Kania, bibirnya terpaksa menampakkan senyum keterpaksaan nya melihat wajah takut sang kekasih.
"Tidak apa apa, kau tidak salah sayang"
"Si bocah tengil menyebalkan itu yang salah!"Lanjut Kenan menatap tajam Migo membuat Migo menelan salipannya susah payah.
Habis lah riwayatku sekarang, singa kalau sudah marah sangatlah menyeramkan
"Tunggu! sayang? maksudnya kalian pacaran?"Potong Keysa menatap keduanya secara bergantian.
Kania menunduk malu mengangguk kepalanya pelan. Keysa sudah bangkit dari duduknya berkacak pinggang di depan Kania menatapnya garang.
"Katanya sahabat, kok Lo gak bilang bilang sama gue sih! Lo tega banget sama gue"
Kania cengegesan mengaduk tengkuknya tak gatal. "Hehe mangap gue tadinya mau kasih tau Lo nanti pas di kampus key, sumpah deh gue gak lupa kok Lo kan sahabat kesayangan gue!"
"Kamu tidak boleh menyayangi siapapun sayang selain aku!"Kata Kenan menatap tak suka.
Meraka menatap malas Kenan yang terlalu posesif, bagaimana kalau Kania mengucapkan nya kepada pria lain Keysa saja yang sahabatnya Kania dia cemburu.
...πππππππ...
Keysa menatap malas mobil Kenan yang keluar dari rumah tersebut yang akan mengantarkan Kania ke kampus, terus dirinya dengan siapa berangkat? nasib nggak punya ayang ya gini.
"Key, ayo bareng aja sama kita! dari pada berangkat pake taksi keburu kesiangan kita!"
Keysa mengangguk setuju mendapatkan tawaran Kirana untuk ikut ke mobil Migo, walaupun nanti pasti dia akan menjadi nyamuk Keysa tak perduli yang penting gak terlantar dalam tak telat pelajaran si kepala bola dunia bisa berabe nanti.
Namun setelah masuk ke dalam mobil matanya tak sengaja melihat si cream kue yang bergelayut manja di tangan kekar Leo, kan Keysa juga mau.
"Kak, boleh kan Ara ikut ke kantornya kak Leo lagi? kan di rumah juga Ara bosen!"Kata Caramel di buat se imut mungkin, tidak dengan Keysa yang mendengarnya merasa enek.
Huh pen nampol deh tuh mukanya! dia pikir suaranya bangus apa kek tikus kejepit aja di pamerin
"Ya boleh dong, apa sih yang nggak buat adek nya kakak ini!"Kata Leo mencubit gemas pipi Caramel.
Hiyakk kasian cuman di anggep adek, kenalin nih calon masa depannya!
"Ara kakak berangkat dulu ya! jangan nakal nanti!, Leo gue nitip adek gue sama lo!"Teriak Migo sebelum menjalankan mobilnya.
Caramel mengangguk tersenyum menanggapi ucapan Migo, matanya berubah sinis saat manik matanya bertemu dengan Keysa.
...πππππππ...
Kenan menatap gemas wanita di depannya yang tak cape mengoceh menanyakan keadaan nya akibat semburan nya tadi.
"Udah sayang aku nggak papa. kan tadi kamu udah bantuin buat bersihin, itu juga bukan salahnya kamu kok!"
Kania menggeleng cepat, dia masih tidak enak melihat wajah Kenan yang lengket dengan susu tersebut. "Tapi pasti tadi lengket di wajah kamu"
Tangannya mengusap pipi Kania lembut samb tersenyum. "Udah sayang aku bilang gak papa, udah nggak usah merasa bersalah terus oke?"
Kania mengantuk terpaksa, Kenan yang melihat Kania menurut dengan gemas satu tanahnya mengacak rambut tersebut membuat Kania memekik kesal.
"Ihh, sayang kan berantakan"Kesal Kania merapikan rambutnya kembali.
"Abisnya kamu gemesin sih, kan aku gak tahan liatnya sayang!"
"Semangat belajar sayang! biar nanti bisa ajarin anak anak kita nanti, dan mereka pasti bangga melihat bundanya pintar!"Kata Kenan mengelus puncak kepala Kania sayang.
Kania menghormat semangat. "Siap pak kapten laksanakan!"
Kenan mencubit gemas kedua pipi sang kekasih, tangannya menarik tubuh Kania ke pelukannya. "Aku pasti akan merindukan mu, nanti pulangnya aku jemput lagi oke? kamu nanti hubungi aku kalau mau pulang"
Sebelum melepaskan pelukannya Kenan mencari kesempatan untuk mengecup hangat dahi Kania, tangannya melambai dengan senyum merekah menatap Kania.
Kenan menyalakan mesin mobilnya untuk segera ke perusahaannya, namun ekor matanya saat akan membelokkan mobilnya melihat sang kekasih di hampir sekarang pria.
Siapa dia? berani beraninya mendekati milik ku? matanya menyipit mengamati pria yang tak jauh tadi tatapan.
****!
Bukankan dia pria yang dulu mengusap puncak kepalanya kekasihnya di cafe itu saat dirinya baru pulang dari luar kota? ini tidak bisa di biarkan Kania adalah milikku, tidak boleh orang lain merebutnya apalagi bocah ingusan sepertinya
"Kania? kau kemana saja tidak masuk? aku dengar dari kedua sahabat mu kamu menemani bos mu ke negara xx ya?"Tanya Bumi.
"Ah iya, eh maaf ya dulu aku tidak datang menemani mu bertanding basket, aku sangat bersalah tidak menepati janji ku"Kata Kania merasa bersalah.
"Tidak....."
"Eh sayang aku lupa memberitahu mu"
Seseorang datang memotong ucapan Bumi, dia Kenan berjalan mendekati Kania, matanya menatap seolah oleh kaget dengan keberadaan Bumi.
"Loh ada orang ternyata, dia siapa sayang?"Tanya Kenan.
Kania menatap Kanan bingung, bukanya Kenan sudah pergi? kenapa masih ada di sini?
"Ah dia Bumi, dia Kakak seniorku sekaligus sahabatku!"
Siapa dia? sayang? apa pria ini kekasihnya Kania?
"Oh iya Kak, dia adalah pacar ku, Kenan"Perkenalkan Kania membuat hati Bumi sakit mendengar nya.
Kenan mengangkat wajahnya angkuh sambil menyodorkan tangannya, Bumi menyambut salaman tersebut walaupun hatinya hancur berkeping keping melihat wanita yang dia sukai sejak lama sudah memiliki kekasih.
"Bumi"
Mata tajam Kenan melirik penuh kemenangan melihat wajah Bumi yang berubah menjadi sendu. "Ah iya sayang aku sampai lupa tujuan ku. nanti aku akan menjemputmu pulang"
Kania mengernyit dibuat semakin bingung dengan kelakuan Kenan, mengapa harus mengingatkan nya kembali? dia mengingatnya sejak tadi Kenan mengucapkan nya di mobil.
Bumi meninggalkan keduanya begitu saja dengan membawa hati yant berdenyut nyeri melihat kemesraan keduanya, hatinya sangat sakit melihat wanita yang dia sukai sejak lama mempunyai kekasih.
Kania yang akan memangil bumi yang meninggalkan begitu saja langsung di tahan oleh Kenan.
Cup
"Sayang aku pergi dulu, kamu baik baik ya dadahh"
Kecupan hangat di pipi kiri tersebut terekam jelas oleh mata Bumi yang tak sengaja melirik ke arah keduanya, kini dia menatap nanar nasibnya sekarang.
Tidak dengan Kenan, wajahnya tersenyum penuh kemenangan memasuki mobilnya. "Sudah ku duga bocah tengik itu pasti menyukai Kania ku, huh pokonya tak akan pernah aku biarkan seseorang merebut kekasih kesayangan ku!"
Bersambung
Jan bosen bosen buat kasih dukungan nya dengan like, komen, vote dan kasih hadiahnya bestiii biar tambah semangat buat update π€
Yuk mampir lagi ke novel teman ku sebelum menunggu aku up kembali, dan jangan lupa juga buat terus dukung cerita TRIPLE'K dengan like, komen, vote dan juga hadiahnya ya hehehe
Blurb :
Lula seorang penulis novel yang sangat terkenal, apa jadinya jika lula masuk ke novel yang di buat dan menjadi Protagonis wanita dalam novel itu?
Ya lula ternyata masuk kedalam tubuh Lentara sosok tokoh yang dia buat lemah. Lentara adalah gadis cantik dan lemah karena selalu di sayang oleh kakeknya dan kakeknyalah yang selalu menyelesaikan masalah Lentara. Di saat kakeknya meningal lentara diberi sebuah benda dan diamanatkan untuk diberikan kepada seseorang yang memiliki tanda elang di punggungnya sehingga membuat Lula di kejar para mafia dan hidupnya selalu dalam ancaman. Kemudian Lentara dipertemukan dengan mafia terkejam yaitu tuan Ismail.
Apakah lula sanggup hidup sebagai lentara?
Ikut perjalan lula sebagai lentara dalam My Lovely My Angel