
"Baik tuan Admaja, saya sangat puas dengan pengajuan kerjasama yang tuan rangkai"Kata Migo datar menutup kembali map yang di tangganya.
"Saya sangat tersanjung tuan Leo, semoga saja kita menjadi rekan kerja yang baik dan saling menguntungkan. oh iya saya tidak bisa lama di sini, saya ijin undur diri duluan, istri saya ada jadwal kelas ibu hamil"Kata tuan Admaja bangun dari duduknya untuk menyalami tangan Leo.
"Baik silakan"
"Semoga saja tuan Leo bisa nyusul ya sama gadis yang berada di sebelah mu"Gurau tuan Admaja di akhiri kekehan menatap Keysa yang anteng makan seafood tanpa beban sebelum pergi.
Leo berdehem pelan menetralkan ritme jantung nya sedikit berpacu lebih kencang. Sial kenapa saya manjadi gugup
Leo menatap datar Keysa tak habis pikir melihat dua piring pesanan wanita di depannya yang sudah kosong dan dia masih menikmati makanannya sekarang sambil menggoyang goyangkan kepalanya keenakan.
Sebenarnya perut Keysa sebesar apa si, tubuh aja kecil tapi nafsu makannya melebihi kuli bangunan.
"Apa kau tidak mau pulang?"Tanya Leo menatapnya datar.
"Mau. tapi nanti belum habis ini sayang pak mubajir buang buang makanan"Kat Kania melanjutkan kembali makannya.
"Sudah saya bilang jangan panggil saya bapak. saya tidak setua itu!"Kata Leo menatap tajam Keysa sambil bersidakap dada.
"Gak sadar umur, udah mau ke kepala tiga juga"
"Saya masih 28 tahun masih jauh ke kepala tiga"Kata Leo ak terima.
"Ya, ya, ya serah yang udah berumur saja!"
Leo berdengus kesal, dia tidak setua itu. mereka berdua hanya terpaut lima tahun saja dimana dirinya yang tua.
"Kau tadi kenapa telat datang?"Tanya Leo menyilang kakinya sambil mengambil kentang goreng di depannya.
Keysa mengalihkan matanya menoleh. "Oh tadi saya bertemu teman lamaku"
Entah kenapa hati Leo berasa plong mendengar ucapan Keysa. Ada apa dengan persaan ku?
"Cie cie pasti bapak nungguin saya datang kan? bapak cemas kan, ya kan? ngaku aja deh kalau bapak udah mulai suka dan jatuh ke pesona wanita cantik tak ada duanya ini"Tanya Keysa usil sambil mengibaskan rambutnya.
Leo menatap datar Keysa di depannya seperti cacing kepanasan, Kenapa saya bisa kenal wanita gila seperti mu
"Tidak. dan tidak akan pernah. saya masih normal saya masih menyukai wanita waras bukan wanita gila seperti mu!"
Keysa merubah wajahnya menjadi serius. "Bapak beneran gak ada suka gitu sedikit pun pada saya? sedikit pak?"
"Tidak. sudahlah kau kalau masih ingin makan silahkan, saya kembali ke perusahaan duluan"Jawab Leo meninggalkan Keysa begitu saja.
Keysa menatap nanar punggung Leo yang semakin menjauh dari tatapannya. Begitu sulit kah gue buat jangkau hati Lo le? tapi gue gak akan nyerah begitu aja! gue harus semangat buat hancurin benteng tinggi di hati Lo itu
...πππππππ...
Di sebuah cafe yang sangat terkenal di kalangan muda di kota tersebut, Kania beserta Keysa sedang duduk di meja pojok dekat jendela dengan pikirannya masing-masing.
"Lo kenapa ki?"Tanya Kania memecahkan keheningan.
"Gue lagi galau nih kan"
"Galau kenapa? soal Migo yang jauh dari lo?"Tanya Kania.
Kirana mengangguk pelan. "Iya itu salah satunya, tapi bukan itu aja, dia gak hubungi gue lagi setelah tadi sempat telpon gue, lo tau kan kalau gue lagi datang bulan mood gue pasti buruk banget"
"Tadi gue sempet adu cekcok sama dia, sampe sekarang dia gak hubungi gue lagi. terus sempat gue hubungin dia balik tapi ponselnya gak aktif. gue takut dia di sana ketemu sama si Belle, Belle itu yang katanya tunangan nya"Keluh Kirana.
Kania menggeser bangkunya agar gampang untuk mengelus pundak Kirana. "Lo harus percaya sama si Migo, walaupun dia dulunya kelakuan nya gitu tapi gue liat dari matanya dia cinta banget sama lo, dia pasti gak akan pernah sakiti hati lo gue yakin itu"
"Tapi gue takut kan"Lirih Kirana.
"Hey lo jadi wanita gak boleh kalah sama pelakor! seharusnya lo harus lebih buas dari dia. tenang gue jadi garda paling depan buat basmi si belek kalau berulah"
Kedua mata Kirana berembun mendengar dukungan dari sahabat tercintanya, sungguh Kirana sangat terharu dengan ucapan Kania, Kania dan Keysa adalah sahabat yang selalu mengerti keadaannya.
"Bacit Lo kayak sama siapa aja jijik gue!"
"Yeuu lo mah, gue lagi serius juga"Sewot Kirana menatap kesal sahabatnya.
Kania tak memperdulikan perkataan Kirana, matanya sedang fokus ke punggung seseorang yang tak asing melewati mejanya. aroma maskulin menyeruak masih tertinggal di sana membuat Kania mematung tak percaya.
Deg
Kak Bian? ini bener wangi parfum favorit nya!
Kania masih mengingat jelas wangi parfum yang di racik khusus oleh kakek Bian dulu, itu hanya ada satu hasil buatan sendiri tidak di jual belikan.
Kania berlari mengejar punggung tersebut yang lumayan jauh tanpa memperdulikan Kirana yang terus memanggil namanya, air matanya tidak bisa terbendung lagi untuk tidak keluar.
Manik matanya terus mencari ke siap penjuru cafe sambil berteriak histeris. "Kak Bian! kak Bian di mana? ini Kania! hiks..."
Kirana datang sambil menghampiri tubuh Kania yang sudah terduduk di lantai sambil menutup wajahnya.
"Kania! hey lo kenapa bilang sama gue, jangan kayak gini"Kata Kirana menarik tubuh Kania untuk merengkuh menenangkan.
"Ki.. gue tadi mencium aroma parfum nya kak Bian ki, gue yakin itu pasti dia! tapi gue kehilangan jejaknya"Kata Kania terbata dengan sisa air matanya.
"Udan lo tenang dulu oke. mungkin aja lo saking kangen nya sama dia, sampai berkhayal kalau dia ada"
Kania melepaskan pelukannya kasar, menatap tak percaya sahabatnya yang menuduhnya berkhayal saja. "Jadi Lo nuduh gue halusinasi semata gitu? gue kecewa sama lo yang gak percaya sama gue ki"
Kania bangkit dari duduknya berlari keluar cafe dengan air mata yang terus bercucuran, Kirana menghela nafasnya kasar melihat punggung Kania yang semakin jauh.
"Selalu saja lo sensitif kalau berhubungan sama kak Bian kan"
Ya ampun gue harus hubungi Kenan!
Tangannya mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya untuk menghubungi Kenan, Kirana takut terjadi apa apa dengan sahabatnya mana hari sudah semakin malam.
"Halo! Ken ini gawatt! Kania, Ken... kania"Panik Kirana.
"Apa yang terjadi dengan Kania! cepat katakan jangan membuat saya khawatir!"
"Kania lari keluar dari cafe gak tau kemana, gue takut terjadi apa apa sama dia. mana udah malem ini!"Kata Kirana.
"Sial! kau itu berada di cafe mana? biar saya mencarinya di sekitaran sana!"
"Gue di cafe xxx"Kata Kirana.
Sementara Kenan yang mendengar kabar tersebut langsung bergegas mengambil kunci mobilnya untuk mencari Kania.
Sepanjang perjalanan hati Kenan tidak tenang, dia merutuki kebodohan nya tadi siang sempat mendiami Kania, "Kania kamu dimana sayang? sebenarnya kamu kenapa?"
Kenan semakin cemas saja saat hujan mengguyur jalan dengan petir yang saling bersahutan, dia takut terjadi apa apa dengan trauma Kania.
"Sayang kamu di mana! jangan membuat ku khawatir"Kata Kenan dengan hatinya yang semakin tak enak saja.
...πππππππ...
Sementara di sebuah restoran bintang lima kedua orang wanita yang berbeda usia sedang duduk di ruang VVIP berbincang serius.
"Tante benar kita harus menyingkirkan dia! aku tidak akan rela dia merebut milikku!"
Wanita paruh baya tersebut menyeringai licik. "Tentu, kita harus merencanakan sesuatu agar dia kapok sayang!"
Bersambung
Mampir yuk ke ceritanya kak Angela yang kece abiss... skuyy langsung kepoin ceritanya!!