
Sudah lima menit Keysa berdiri di depan pintu bercat hitam tersebut, tumpukan berkas di tangannya yang harus di cek oleh Leo sebelum di serahkan ke Kenan, menambah kekesalan Keysa yang tak dapat sahutan.
Keysa berdecak kesal menatap pintu di depannya tak ada reaksi sama sekali yang membukakan dari dalam ruangan. Apa seoarang Leo sudah menjadi budeg, sampai tak mendengarkan suara emasnya yang sangat menggelegar.
"Bodo amat dah, gue masuk aja." Keysa membuka kenop pintu secara perlahan, kepalanya melihat keadaan ruangan di balik pintu.
Kosong. Keysa tak menemukan orang yang di tuju. Alis Keysa terangkat, kemana perginya atasnya itu? Walaupun tadi Leo sempat keluar tergesa, tetapi kata karyawan lain kalau Leo sudah kembali.
Keysa menyimpan tumpukan berkas di meja milik Leo, kakinya menelusuri ruangan sesekali mengintip di sela sela rak buku, kolong kursi dan meja untuk mencari keberadaan Leo. Dalam pikiran sempitnya, kan siapa tahu Leo ada nyempil di sama. Maklum lah orang yang belum minum obat gitu gaiss, rada sedengg💀.
"Ahhggg ... ku mohon berhentilah, ini sakit sekali!"
Teriakan misterius membuat Keysa menatap seisi ruangan tersebut mencari asal suara. Aneh, apa gue salah denger aja ya? Tapi kok berasa nyata banget.
"Ishhh ... Leo kemana sihh, katanya udah balik, lah ini ga ada batang indungnya sama sekali." gerutu Keysa kesal.
"Leoo!! calon suaminya Keysa, yuhhuuuu!! kamu di mana kakanda, adinda nyariin nih!" teriak Keysa seperti orang yang baru keluar dari RSJ, masih mencari keberadaan Leo di setiap sudut sebuah celah kecil yang sangat mustahil Leo nyempil.
Citt ...
Decitan barang mengalihkan tatapan Keysa. Seketika kedua mata Keysa di buat kicep melihat sebuah lemari yang sempat dirinya intip bisa terbuka, dan Leo keluar dari lemari tersebut.
Wah daebakk, ternyata gak cuman di film-film ya kalau lemari bisa terbuka yang di dalamnya ruangan rahasia.
Namun Keysa malah salpok dengan keadaan Leo sekarang, menurutnya ketampanannya Leo seketika bertambah, sangatlah menggoda dengan keadaan kusut rambut acak-acakannya
Lengan kemeja yang sudah di gulung setengah tangan, dan apa itu, kemeja putih yang sangat pas di tubuh Leo mencetak jelas tonjolan-tonjolan otot yang sangatt errrrr menggoda Keysa yang ingin mencomotnya.
Warna merah pekat di kemeja itu seperti darah, tunggu darah?
"Ada apa?" tanya Leo datar, duduk di sofa ruangan sambil bersandar di sandaran sofa memejamkan matanya. Tubuhnya berasa sangat lengket dengan keringat bercampur dengan bau anyir darah yang menyeruak.
"Emm ... anu, tadi aku membawa beberapa berkas yang harus kakand ... eh maksudnya bapak cek terlebih dahuku" kata Keysa gelagapan sendiri dengan tingkah bodohnya yang akan keceplosan.
Leo tersenyum samar dari raut datarnya, kenapa wanita di depannya masih setia menunggu hatinya yang beku ini? Padahal dirinya sering membuat hati perempuan di depannya hancur dengan perkataan menusuknya.
Bukan tanpa sebab akhir-akhir ini Leo menjaga jarak, dan dengan kejadian pagi di meja makan itu, Leo tak serius dengan ucapannya. Dia hanya tak ingin Keysa terus menerus mengharapkan cintanya yang entah sampai kapan itu. Leo tak mau Keysa nantinya jatuh terlalu dalam.
"Bapak kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Keysa khawatir dengan keadaan Leo sekarang. Bau anyir yang semakin menyeruak di indra penciuman nya membuat Keysa menerka-nerka yang tidak-tidak.
Leo membuka mata tajamnya, bangkit dari duduknya sambil membuka tiga kancing atas kemejanya. "Saya tidak papa. dan untuk berkas itu, nanti akan saya periksa."
"Bapak mau ke mana?"
Keysa tak bisa menyembunyikan raut khawatirnya sekarang, melihat Leo yang berlalu ke arah pintu di arah pojok ruangan Keysa tak rela, dia ingin memastikan keadaan Leo baik-baik saja atau tidak.
Keysa tersenyum kecut, segitu tak inginkan kamu melihat keberadaan ku?, "Bapak benar, saya sudah terlalu lancang selama ini. Saya sampai lupa dengan tugas saya yang hanya sebatas asisten pribadi anda."
Leo seketika mengentikan langkahnya, tubuhnya berbalik menatap datar wajah Keysa yang tersenyum getir meratapi nasibnya.
"Selama ini aku berusaha payah dan memperjuangkan mu, tapi tak pernah ternilai di matamu. Tapi tak apa, setidaknya, aku sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik, walaupun pada akhirnya kau tak menghargai perasaan ku ini."
"Jika usahaku selama ini tak ada hasilnya, aku akan berhenti sampai di sini saja. Aku juga manusia, aku mempunyai batas kesabaran. Aku sudah capek. Kamu sekarang tenang saja, aku tak akan mengusik mu lagi dengan perasaan cintaku. Aku menyerah, aku berhenti memperjuangkan mu yang sangat susah aku luluhkan."
"Maaf selama ini keberadaan ku tak membuatmu nyaman, aku berhenti sekarang. Berhenti mencintai dan mengharapkan cintamu lagi."
Deg
Leo diam tak bergerak di tempatnya. Semua yang di ucapkan Keysa tak benar kan? mengapa dirinya merasakan sakit di hatinya mendengar semua lantunan setiap kata yang Keysa ucapkan.
Keysa berlari keluar ruangan dengan air mata yang tak berhenti mengalir dari kelopak matanya. Sesak. Hatinya sakit, hancur berkeping-keping sekarang. Dia pikir sebuah cinta itu semanis orang-orang bilang. Tetapi tidak, cinta menghancurkan kepercayaan dan harapannya begitu saja.
Kenapa jalan cintanya tak semulus dan segampang kedua sahabatnya? Kenapa? Kenapa dirinya harus merasakan sesakit ini mencintai seseorang.
"Sakitt ... hiks ... kenapa hati gue bisa sesakit ini. Kenapa tuhan, kenapa gue yang harus merasakan sakitnya mencinta seseorang. KENAPA!!" teriak Keysa histeris, terduduk di lantai memegangi dadanya.
"Gue benci apa yang namanya itu cinta!! hiks ... gue bencii" isak Keysa mengacak-acak rambutnya, kepalnya di sandarkan di tembok dengan air mata yang terus mengalir deras.
Sementara di dalam ruangan, Leo masih berada di tempat yang sama, masih diam mematung di tempatnya. Pikirannya mencerna semua ucapan Keysa yang terus terngiang-ngiang di pikirannya.
"Aku menyerah, aku berhenti memperjuangkan mu yang sangat susah aku luluhkan."
"Aku berhenti sekarang. Berhenti mencintai dan mengharapkan cintamu."
Leo di penuhi rasa bersalah sekarang, apa sikapnya terlalu keterlaluan? Tapi, tidak. Itu yang seharusnya terjadi, Keysa tak mengharapkan cinta ku lagi.
Namun kenapa hatinya berasa ada yang mengganjal, ada rasa tak suka dengan semua ucapan Keysa tadi. Tapi harusnya dirinya senang kan? Keysa tak akan menganggunya lagi sekarang.
Saya tak salah. Itu lebih baik agar dia tidak terus menerus mengharapkan cintaku.
Bersambung ....
Holaaa Author comeback lagii😁. Mangap baru bisa up hehe.
Pokonya terus kasih dukungan ya besti, dengan like dan komen positif. Eh kasih hadiah dan vote nya juga jangan lupa, author maksa nihh😤.
Tunggu kedatangan author cantek ini ya bestii di Chapter berikutnya, dadahhh🤸🤸.