
Setelah kejadian malam lalu yang dimana Kenan mengungkapkan perasaannya, kini keduanya tidak pernah bertegur sapa. mereka hanya bicara seperlunya saja.
Kenan bahkan akhir akhir ini sering menyibukkan dirinya di kantor, dia kembali ke sikap semulanya yang datar tidak ada secuil senyum di raut wajahnya.
Sekarang keduanya berada di pesawat pribadi milik Kenan untuk pulang ke negara asal mereka setelah beberapa hari berada di negara orang.
Kania menatap keluar jendela, pikirannya menerawang ke kejadian malam itu. dia harus bagaimana sekarang? apa dia harus jujur dengan perasaannya? tapi dia gengsi kalau mengucapkan.
Arghhh gue pusing! gue sekarang harus gimana?
Kania melirik Kenan yang berada di sebelahnya sedang fokus menatap layar laptop yang berada di atas pangkuannya. Gue gengsi anjrot masa gue ungkapin duluan. tapi kenapa dia setelah kejadian itu cuekin gue ya? apa dia marah sama gue? tapi masa karena itu aja dia marah sih?
Kenan yang merasa ada seseorang menatapnya dengan intens memalingkan wajahnya ke samping, manik keduanya bertemu terkunci beberapa detik namun keduanya tersadar langsung mengalihkan pandangannya masing masing.
Maaf Kania saya tidak bermaksud mendiamkan mu, saya hanya khawatir di saat waktu itu tiba kamu menolak saya, biarkan saya seperti ini sebentar biar nanti saya tidak terlalu sakit dan tidak berat untuk melepaskan mu nanti
Kenan berlaku meninggalkan Kania menuju kamar tempatnya beristirahat, dia sekarang butuh menenangkan pikirannya sejenak setelah terus memikirkan soal percintaan yang terus mengganjal pikirannya.
Kania menghela nafasnya pelan melihat kepergian Kenan yang begitu saja, dia sangat rindu dengan perhatian Kenan ya walaupun kadang menyebalkan melihat Kenan mendiami nya Kania berasa ada yang kurang.
"Nona? halo nona?"Kata pramugari menyadarkan Kania.
"Ah iya?"
"Maaf nona, perjalanan kita masih lama, sebaiknya nona istirahat terlebih dahulu di kamar sebelah tuan muda Bagaskara. mari saya antar nona untuk menunjukkan kamarnya"Kata pramugari itu sopan.
Kania mengangguk ragu, kakinya mengikuti langkah pramugari di depannya. Kania baru tahu kalau di pesawat ada sebuah kamar? dia pikir di novel hanya karangan belakang, namun sekarang Kania percaya kalau itu benar adanya saat melihat kamar mewah di depannya sekarang.
"Kalau begitu saya permisi nona, selamat beristirahat!"
Setalah pramugari tersebut sudah keluar, Kania menjatuhkan tubuh letih nya di ranjang. pekerjaan akhir akhir ini sangat padat dari menemani Kenan menemui para inspektor dan bekerja di lapangan langsung membuatnya kurang istirahat.
Kedua matanya sudah tertutup rapat dengan seru nafas yang teratur menandakan Kania sudah memasuki alam mimpi.
"Apa dia sudah masuk?"Tanya Kenan di luar kamar.
"Sudah tuan muda!"Kata pramugari tersebut menunduk sopan.
"Baiklah, kau bis kembali"Datar Kenan masuk secara perlahan ke kamar yang di tempati Kania.
Kenan berjalan perlahan mendekati Kania yang sedang berbaring nyaman, di tatapnya lekat wajah damai Kania yang sedang terlelap. Kenan duduk di tepi ranjang tangannya terangkat mengusap surai rambut Kania sambil tersenyum manis.
Kenan mendekatkan wajahnya di telinga Kania. "Selamat tidur Kania sayang, semoga mimpi indah"
Kenan menyempatkan mengecup hangat dahi Kania sebelum keluar dari kamar tersebut agar tidak menggangu istirahat wanita yang sangat dia cintai.
...πππππππ...
Kania menggeliat pelan, tidurnya terganggu saat pendengaran nya sayup sayup mendengar suara yang menggangu. perlahan kedua mata tersebut terbuka menetralkan pencahayaan.
Kania linglung mengapa dia berada di mobil? seingatnya tadi dia tertidur di kamar pesawat, terus mengapa sekarang ada di sini?. Kania mengalihkan tatapnya ke samping, terlihat Kenan sedang fokus dengan ponselnya.
"Em tuan maaf, bukannya saya tadi tidur di kamar pesawat ya? ko saya ada di sini?"
"Apa tuan yang mengangkat saya?"Tanya Kania ragu.
Kenan melirik sekilas kesamping, namun Kemabli fokus ke ponsel nya. "Bukan saya. kau tadi mengigau sampai berjalan masuk ke mobil saat sudah sampai"
Kania menggaruk tengkuknya yang tak gatal mengingat ngingat. Kok gue gak Inget ya? mana mungkin si gue ngigau sampai segitunya
Bibir Kenan berkedut menahan tawa melihat wajah bingung Kania yang di matanya sekarang sangatlah menggemaskan.
Leo yang dari tadi menyimak pembicaraan keduanya dari kursi belakang menggelengkan kepalanya melihat wajah Kenan di balik kaca mobil. Dasar dia, padahal dia sendiri yang mengangkat tubuh Kania, saya saja tadi menawarkan untuk mengangkat nya langsung di tentang keras
"Maaf tuan apa kita langsung pulang ke mansion apa mampir ke kantor dulu?"Tanya Leo.
Leo mengangguk sebagai jawaban, kakinya menginjak gas menambah kecepatan laju mobil dengan keadaan jalanan yang tidak terlalu padat.
Mobil yang di kendarai Leo memasuki pekarangan rumah mewah tersebut, Kania melambaikan tangannya semangat melihat kedua sahabatnya menunggu kedatangannya.
Kania kuat dari mobil langsung berlari memeluk kedua sahabatnya sayang. "Aaaa gue kangen banget sama kalen, gue pulang selamat sentosa tanpa kurang sedikit pun bestiii"
"Huaaa, gue kira Lo gak akan balik lagi. gue ke bayang bayang pesawat Lo jatuh kayak di tv tv"Histeris Keysa.
"Kita juga kangen sama Lo, tapi gue lebih kangen sama oleh olehnya si, gimana Lo gak lupa kan?"Tanya Kirana.
Kania mengurai pelukan tersebut wajahnya menatap garang keduanya sambil berkacak pinggang. "Heh! kalen tuh ya durhaka sama emak! mau emak kutuk jadi garpu hah? bukannya doain yang baik baik gue pulang, Lo lagi oleh oleh terus!"
"Maaf kanjeng mami"Tunduk keduanya mendalami peran.
Ketiganya seketika tertawa terbahak, mereka yang berada di sana melihat drama un paedah tersebut menggeleng, namun tidak dengan satu orang di sana menatap tak suka.
Bisa bisanya saya menyukai Kania astaga!
Pacar gue gitu amat anjrottt
Dasar wanita gila
"Ekhem. sebaiknya kita masuk kedalam, kalian bisa lanjutkan acara melow nya di dalam"Kata Kenan datar masuk kedalam rumah.
Sore harinya Kania terbangun dari tidurnya saat tenggorokan nya yang terasa kering, Kania menatap sekeliling rumah yang sangat sepi mungkin semua orang tidak ada di rumah.
Kania merasa lega tenggorokan tidak terlalu seret seperti tadi, namun baru saja Kania akan kembali ke kamarnya kakinya tidak sengaja tersandung oleh kakinya yang sebelah.
Kedua mata Kania terpejam siap merasakan ciuman lantai yang seksoy, namun alisnya berkerut kenapa dia tidak merasakan sakit?
Kedua matanya perlahan terbuka, Kania mengerjakan matanya beberapa kali mendapat wajah Kenan yang jaraknya sangat dekat, kedua mata tersebut terkunci.
Kania tersadar saat mendengar dering ponsel Kenan yang mengejutkan, Kania memutuskan tubuhnya untuk berdiri tegak kembali. jantungan sekarang berdegup kencang mengingat Kenan yang baru saja memeluk pinggangnya.
Huaa! sumpah demi apa barusan Kenan peluk pinggang gue? beneran? asa kok gue jadi deg degan gini sii
Kedua kaki Kania ancang ancang akan berlari dari sana, namun Kenan langsung menggenggam tangan Kania, Kenan menaruh kembali ponselnya ke kantung celananya.
Kenan mencondongkan tubuhnya. "Saya jemput nanti setelah selesai meeting, kau bersiaplah nanti malam kita pergi keluar!"
Kania mematung di tempatnya masih mencerna ucapan Kenan, kedua tangannya memegangi dadanya yang semakin berdegup kencang.
Apa dia bakalan tanya tentang itu lagi? huaa terus gue harus gimana nanti miskahhh?
Bersambung
Mampir juga ke karya temannya author yang tak kalah seru yuk sebelum nunggu up kembali. cus kepoin
Blurb :
"Terjerat cinta duda hot"
Kirana Prameswari adalah seorang mahasiswa akhir, dia membutuhkan biaya untuk mengerjakan skripsinya yang selalu di tolak oleh dosen pembimbingnya. Seorang teman memberinya sebuah pekerjaan sebagai guru les privat dari anak seorang konglomerat.
Kirana pikir anak yang akan di les privat olehnya adalah usia sekolah dasar, tapi ternyata anak tiga tahun. Dan lebih kagetnya lagi ayah dari anak yang di les privatnya itu seorang duda tampan dan seksi.
Bagaimana Kirana menghadapi ayah dan anak itu? Apakah dia akan terjerat pesona sang duda?
Yuk kita kepoin ceritanya..