TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 39



Kania berlari secepat mungkin menuju ruangan Kenan, namun tangannya terhenti saat akan membuka pintu ruangan yang sedikit terbuka saat mendengar suara kericuhan di dalam ruangan.


Sayup sayup Kania mendengar percakapan dari dalam ruangan yang sangat menggelegar, alisnya terangkat sambil mendekatkan kupingnya ke pintu agar lebih jelas mendengar ucapan dari dalam.


"Kau milik ku Kenan, selamanya hanya milik ku. aku tahu kau dulu hanya memenuhi permintaan nya kan untuk mencintai ku? kenapa kau tidak bisa melihat ku Kenan kenapa?"


"Hahaha sepertinya aku .... melenyapkan nya dengan menyiksanya secara perlahan, namun apa hasilnya sia sia! kau tidak pernah melihat ku yang dari dulu mencintai mu sebelum dengan ****** tersebut!"


Plak


"Jaga ucapan mu! kau tidak berhak untuk menghinanya, kau yang pantas mendapatkan julukan ******!"


Kania memberanikan diri untuk membuka pintu secara perlahan, namun matanya membulat sempurna sambil menutup mulutnya tak percaya melihat adegan di depannya.


"Ma..mas?"Kata Kania membuat Kenan mendorong dengan kasar tubuh wanita di depannya sampai tersungkur di lantai.


Mampus pasti bokongnya langsung tepos


"Sa..sayang? aku bisa jelasin semuanya, ini gak seperti yang kamu lihat"Gugup Kenan mendekati Kania yang masih diam di ambang pintu.


Tangan Kenan yang akan memegangnya langsung di tepis kasar oleh Kania, tak lupa juga dengan pelototan mautnya Kania membuat Kenan kicep.


Hati Kenan sudah was was melihat Kania mendekati tubuh wanita yang bisa di sebut mantan pacarnya yang bernama Shevina.


Kania jongkok menyamakan tinggi tubuh Shevina yang terduduk di lantai menatapnya sinis "Lagi cosplay jadi suster ngesot ya tante?"


Kenan berusaha menahan senyumnya yang akan meledak melihat wajah Shevina sekarang sudah memerah seperti nahan berak.


Kania tersenyum sinis menatap Shevina yang berusaha bangun. "Cih, nggak masuk angin Tante pakai baju kurang bahan kayak gitu? ups lupa kan tantenya ja**ng, sejam berapa juta tante? kok doyannya godain suami orang sih?"


Kenan sudah senyam senyum tidak jelas mendengar pengakuan kalau Kania mengakuinya bukan sekedar pacar namun suami. tidak bisa di percaya.


Shevina bangun dari duduknya, matanya menatap kesal Kania yang beraninya menghina harga dirinya, ya padahal mah kenyataan si Romlah aja gak tahu diri ye gais.


"Lo.."


"Apa mau nyangkal? memang bener kan ucapan gue barusan?"Kata Kania menatap remeh Shevina.


Shevina yang sudah sangat malu, berlari keluar ruangan sambil menghentak hentakan kakinya kesal.


Kania mengibaskan rambutnya kesal. "Huh mau tantangin Kania? gak bisa. memangnya gue kayak wanita lain yang liat pasangannya kek gitu langsung nagis terus lari lari gak jelas? heh tidak semudah itu zheyeng"


Kania yang merasa sedang di tatap oleh seseorang mengalihkan tatapnya ke asal tatapan tersebut, terlihat Kenan tersenyum manis tak jelas.


"Apa liat liat? bagus ya selingkuh di belakang aku! aku bela belain lari lari dari apartemen buat ke sini susul kamu hah!"Sentak kania mengangkat tasnya untuk memukuli Kenan.


"Aduh sayang, maaf aku bisa jelasin. kamu salah paham!"


Namun sesaat kemudian Kenan teringat kembali ke kejadian tadi pagi, wajahnya berubah menjadi datar dengan tangannya yang terkepal kuat.


Tangganya mencekal tangan Kania kencang membuat Kania sedikit meringis kesakitan, Kenan mendorong pelan tubuh Kania. Kenan merapikan jasnya yang terlihat berantakan sebelum duduk di meja kebesarannya.


"Gaje banget jadi orang, tadi senyum senyum gak jelas. bukannya jelasin yang tadi malah dia yang ngambek, kan harusnya gue dong! dasar pria gak peka!"Gerutu Kania sambil keluar dari ruangan tersebut menuju meja nya.


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Namun langkahnya terhenti saat manik mata tajamnya melihat pintu kamar ruang tamu yang di tempati Keysa terbuka sedikit.


Kenapa dia tidak ke perusahaan? kan dia jadwal kuliah nya siang.


Leo berjalan perlahan mendekati pintu kamar tersebut, baru saja dia akan mengintip suara seseorang mengagetkan nya.


"Hayo mau apa lo kuldan? mau ngintip ya?"Tanya Migo dengan wajah menyebalkan nya.


Leo menatap datar Migo, sial semakin lama bocah tengik semakin berani saja.


"Jaga ucapan mu! jangan menyebar pitnah. mau saya laporkan atas tindakan pencemaran nama baik?"Kata Leo menatap datar Migo yang sedang tegang.


"Hehehe Lo mah gak asik ah, kan gue cuman bercanda bro"Kata Migo menepuk pundak Leo.


"Sudahlah bicara dengan bocah tengik seperti mu tidak ada gunanya!"Kata Leo sambil berjalan meninggalkan Migo


"Sensi amat pak! gue tahu Lo cari Keysa kan? gue lihat tadi dia keluar!"Teriak Migo.


Migo mendengus kesal, kenapa hidupmu di kelilingi pria yang sangat kaku dan menyebalkan. kenapa tidak ada pria satupun di rumah ini yang bisa di ajak becanda.


"Dasar kuldan, si kulkas edan gak bisa apa senyum dikit kali kali, emang gak bosen apa datar tuh wajah ke gitu mulu. gue aja yang liat capek"


Sementara Leo menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali matanya menatap iPad di tangannya melihat beberapa berkas yang akan di serahkan ke Kenan.


Leo menepikan mobilnya sejenak saat merasakan ponsel yang di sakunya bergetar. terlihat di layar tertera nama Kenan.


"Halo tuan? ada yang bisa saya bantu?"Tanya Leo.


"Tolong kau cari tahu orang yang bernama Bian. saya mau biodata detailnya tanpa kurang satu pun"


Bian? bukan orang yang sama bukan?


"Baik tuan, tetapi adakah nama panjangnya? saya akan kesulitan mencarinya kalau hanya nama depannya"Kata Leo.


"Tidak. pokonya saya tidak mau tahu, saya sudah menggaji kau besar gunakan sedikit otak cerdas aku itu. saya tunggu sore ini."


Leo menghela nafasnya kasar, ingin sekali sesekali dia mengumpat Kenan yang dengan seenaknya selalu menggampangkan semua keinginan nya.


Saat akan kembali menjalankan mobilnya untuk membelokan ke sebrang tepat di mana perusahaan matanya tak sengaja melihat ke dua orang yang berbeda jenis sedang mengobrol bercanda gurau di depan kursi depan cafe.


Keysa? sedang apa dia di sana bersama pria? apa dia kekasihnya?


"Berani sekali dia keluar di jam kerjanya! sudah bosan kerja heh! bukannya pergi ke perusahaan malah pacaran"


Leo mengidikan bahunya acuh kembali melanjutkan membelok mobilnya yang sempat terhenti. namun di lubuk hatinya yang paling dalam ada rasa sesuatu yang mengganjal entah itu apa setelah melihat Keysa di cafe tadi.


Dasar wanita gila, sudah tahu punya kekasih masih saja menggoda saya.


Bersambung...


Sambil nungguin author update ke chapter berikutnya k**epoin yuk cerita yang author rekomendasiin... cusss kepoinnn🀭