TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 69



Sudah rutinitas Kania jika hari weekend tiba dia selalu mencuci baju miliknya dan Kenan tanpa bantuan asisten rumah tangga, namun sekarang bertambah semenjak kejadian Kei.


Sekarang, Kania dengan telaten membaluri perut buncit Kei dengan minyak telon, setelah itu Kania memakaikan pakaian yang sudah ia siapkan untuk sang anak.


"Eum, udah harum gini anaknya Bunda," gumam Kania mengecupi permukaan wajah Kei, membuat anaknya terkekeh kegelian.


"Haha ... udah Buna geli. Ciapa dulu dong, anaknya Buna Kania!"


Kania menggeleng pelan melihat tingkah menggemaskan Kei. Kania mengangkat tubuh mungil Kei memangku nya keluar kamar sambil terus mengecupi wajah Kei bertubi-tubi.


Setelah sampai di lantai bawah, Kania mendudukkan Kei di ruang tengah sambil memberikan beberapa mainan agar sang anak anteng.


"Kei tunggu di sini dulu sebentar oke? Bunda mau ke atas dulu, mau lihat ayah sebentar."


Kei mengangguk menolehkan wajahnya sebentar sebelum kembali fokus ke Barbie kesayangannya.


Kania kembali naik ke lantai atas menuju kamar sang kekasih. Manik mata Kania menelusuri setiap sudut kamar mencari keberadaan Kenan.


"Sayang?"


"Aku di ruangan ganti, sayang! Sebentar!" teriak Kenan dari dalam ruang ganti yang tak jauh dari Kania berdiri sekarang.


Tak lama, Kenan keluar dari sebuah pintu coklat sambil menggulung lengan bajunya setengah sikut. Penampilannya sudah rapi dengan stelan jas kantor berwarna hitam.


"Mau ke kuburan yang?"


Kania berusaha menahan tawanya melihat penampilan Kenan yang serba hitam seperti mau berziarah, hanya saja kemeja dalamnya berwarna putih menyelamatkan nya sedikit.


"Enak aja! Aku mau ke kantor, di katain mau ke kuburan ya!" kata Kenan tak terima mendengar ejekan sang kekasih, dia menjawil gemas hidung pesek Kania gemas.


Kania mendelik sebal. "Seneng banget pencet hidung aku yang gak tumbuh."


Kenan di buat tergelak mendengar ucapan sang kekasih, Kenan kadang suka gemas sendiri melihat hidung Kania yang jauh dari hidung miliknya.


"Aku gak bilang ya yang!"


Kania mengerucutkan bibirnya, dengan tangan yang merapikan dasi Kenan yang agak miring.


"Kamu mau ikut aku ke kantor?" tanya Kenan, terus menatap lekat wajah cantik Kania yang natural tanpa make up.


Sungguh, melihat penampilan Kania di pagi hari menambah nilai plus kecantikan sang kekasih yang hanya memakai daster rumahan dengan wajah bersih tanpa menggunakan make up sedikitpun.


"Nggak deh kayaknya, aku mau ajak Kei jalan-jalan ke Timezone nanti siang."


"Maaf ya, aku gak bisa temenin. Nanti siang aku ada rapat penting," Kenan mengusap pelan surai rambut Kania merasa bersalah.


"Nggak papa. Aku mau ajak Kirana juga, sekalian mau aku ajak dia refreshing agar gak sedih terus."


Kenan mengangguk setuju, Dia sudah mengetahui permasalahan Kirana bersama Migo setelah Kania menceritakan permasalahannya kemarin malam.


Dia juga berjanji akan membantu mencari tahu bukti agar mengungkapkan permasalahan yang sahabat kekasihnya alami agar Kania tidak terus kepikiran.


"Itu lebih baik, agar dia tidak berlarut-larut dengan masalahnya. Nanti aku akan coba bicara bersama Migo jika bertemunya."


Kania mengangguk cepat, memeluk tubuh tegap Kenan dari samping. "Makasih sayang."


Keduanya berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah saling memeluk mesra. Kenan sesekali mendaratkan kecupan sekilas di kepala Kania.


"Nanti setelah pulang dari Timezone, kamu mampir ke perusahaan ya sayang? Aku mau ajak kamu ke suatu tempat."


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Keysa bernafas lega menatap layar laptop miliknya menampilkan deretan tulisan hasil pekerjaan nya sudah dia selesaikan, tinggal di kirim dokumen pekerjaan nya ke email Leo.


Klik


"Huhh ... akhirnya beres juga, duh pegel banget ni badan dari tadi duduk terus," kata Keysa meregangkan tubuh dan tangannya.


Keysa melihat arloji di tangannya, ternyata sudah waktunya makan siang. Saking fokus Keysa dengan pekerjaannya sampai tak menyadari jika sudah siang hari.


"Pantesan ni cacing udah pada ngedugem di perut gue, ternyata udah waktunya makan ternyata."


Keysa mengambil ponsel miliknya di meja kerja sebelum turun ke lantai satu menuju ke kantin perusahaan untuk mengisi perutnya.


Manik matanya menatap sekeliling kantin mencari meja kosong, ternyata hari ini kantin terlihat ramai dengan karyawan yang sedang makan juga.


"Pagi mbak Keysa!"


Sapaan para karyawan yang melewatinya mendapat balasan sopan Keysa dengan senyum manis andalannya.


"Keysa! Kesini!"


Teriakan seseorang yang familiar di pendengaran nya mengalihkan tatapan Keysa mencari ke sumber suara.


Terlihat Bian melambaikan tangannya di meja pojok dekat jendela, Keysa langsung menghampiri Bian yang hanya duduk sendiri tanpa ada yang menemani.


"Hah! Untung aja masih ada meja kosong, kalau nggak aku mau balik lagi tadi."


Bian tersenyum samar mantap lekat wajah cantik Keysa dari samping.


"Cantik!" gumam Bian pelan, namun masih bisa terdengar samar oleh Keysa.


"Hah? Kak Bian ngomong apa?"


Bian nggeleng cepat, untuk Keysa tidak mendengar jelas ucapan spontan nya. Jika Keysa mendengarnya, Bian akan sangat malu telah menatap kagum secara diam-diam wajah Keysa.


"Mau pesan apa? Biar kakak yang pesankan," kata Bian menyerahkan buku menu.


"Em, apa ya? Nah aku mau ..."


Raut wajahnya langsung berubah masam, membuat Bian menatapnya bingung.


"Siapa?" tanya Bian memastikan.


"Pak bos. Bentar kak."


Keysa menggeser ikon hijau mengangkat panggilan tersebut, tak lupa wajahnya yang terlihat jutek saat mendengar suara menyebalkan di sambungan tersebut.


"Kau dimana?"


"Ck. Ya lagi di kantin lah, emangnya situ lupa apa gimana, kalau sekarang waktunya makan siang?"


"Ke ruangan saya sekarang. Jangan lambat, saya tunggu lima menit. Jika terlambat saya akan member ..."


Keysa memutuskan sambungan tersebut secara sepihak, Keysa mendengus kesal dengan sikap Leo yang pemaksa dan tidak punya perasaan.


Bos edan! Gak tau apa kalau gue lapar setelah mengerjakan pekerjaan yang sungguh menguras pikiran kecil gue!


"Kenapa? Ada masalah?" tanya Bian.


"Nggak. Aku kayaknya gak jadi makan deh kak, babay!"


Teriak Keysa, langsung berlari sekuat tenaga meninggalkan kantin, bisa gawat jika dirinya telat, dia tak mau memperpanjang masalah nantinya, yang pastinya akan berbelit di persulit oleh Leo.


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Kania tersenyum hangat melihat wajah damai Kirana yang terlelap di kursi penumpang sambil memeluk tubuh Kei yang berada di pangkuan nya tertidur pulas juga.


Kania bahagia, melihat senyum yang terpancar kembali dari wajah Kirana saat tadi bermain permainan di Timezone bersama Kei. Kania tak akan membiarkan sahabatnya bersedih.


"Hey!"


Kenan menggenggam lembut tangan Kania, membuat Kania yang tengah melamun langsung tersadar.


"Ada apa, hem? Dari tadi bengong aja," tanya Kenan, mendapat gelengan dari Kania.


"Eh iya, kamu mau ajak aku kemana? Katanya mau ajak aku ke suatu tempat."


Kenan mengusap surai rambut Kania sayang, mungkin sudah menjadi kebiasaannya untuk selalu mengelus rambut ataupun pipi Kania sejak sekarang.


"Ada deh! Kalau aku kasih tau, bukan surprise dong namanya, sayang ku!"


Tidak lama, mobil yang di kendarai Kenan terhenti tepat di sebuah kawasan pemakaman yang hanya ada beberapa orang yang sedang berziarah.


Kania menatap bingung Kenan yang tengah membuka sabuk pengaman. Kenan yang merasa sedang di perhatikan menolehkan menatap Kania.


"Udah jangan tanya dulu, ayok turun keburu ke sorean."


Kania hanya mengangguk, turun dari mobil mengikuti langkah Kenan ragu menuju penjual bunga di pinggir pemakaman.


Sebenarnya apa tujuan Kenan mengajaknya ke tempat ini sebenarnya?


"Hey, sayang ayok!" ajak Kenan memeluk pinggang Kania agar berjalan di sampingnya menuju ke tengah makam.


Kania hanya mengikuti kemanapun langkah Kenan melangkah, dengan pikiran yang semakin bertanya-tanya oleh maksud sang kekasih mengajaknya ke tempat ini.


Langkah Kenan terhenti di sebuah gundukan tanah yang terlihat terawat karena tidak ada rumput sedikitpun di area kuburan tersebut.


Seira Angelita?


Kania semakin dibuat kebingungan, melihat wajah Kenan yang berubah sendu menatap nisan nama seoarang wanita.


Siapa Seira? Apa hubungannya dengan Kenan?


"Maaf, aku jarang kesini Se," kata Kenan lirih menggenggam erat tangan Kania.


Kenan mengalihkan tatapnya, menatap Kania yang kebingungan. Bibirnya tertarik menampilkan senyum manisnya menggenggam tangan erat.


"Apa maksud mu Ken? Kenapa kamu ngajak aku ke sini? Dan, siapa pemilik makam ini?"


Kenan semakin menggenggam erat tangan Kania menyalurkan rasa gugupnya, matanya kembali tertunduk menatap gundukan tanah tersebut.


"Dia adalah mantan istri ku! Bunda kandung Kei."


Bersambung ...


Author come back. Jangan lupa kasih jejaknya terus dengan like, dan komen positifnya. Dukungan kalian semangat author.


*


My Sexy Bodyguard I love you


DIA MENOLAK DAN TERUS MENOLAK TAPI PADA AKHIRNYA IA TAK MAMPU MENOLAK PESONA BODYGUARD PRIBADINYA


Seorang gadis bernama Cinta yang berasal dari keluarga yang kaya, mandiri, pintar dan baik hati.


Pada suatu ketika saat orang tuanya hendak tinggal di luar negeri untuk waktu yang agak lama memutuskan untuk memberi anak tunggal seorang bodyguard pribadi.


Cinta menolak dan terus menolak merasa mampu dan tidak membutuhkan seorang bodyguard.


Tetapi takdir berkata lain akhirnya ia jatuh cinta dan bertekuk lutut pada pesona bodyguardnya


Ikuti kisahnya bagaimana pesona seorang bodyguard bisa mengalahkan beberapa cowok cowok tajir dan ganteng lainnya. bahkan menundukan kedua orang tua Cinta.