
Sepanjang di perjalanan pulang di dalam mobil yang di kendarai Leo sunyi tanpa ada suara dari satu orang pun.
Mereka sibuk dengan kegiatannya masing masing, Keysa seperti biasa duduk anteng di sebelah kursi pengemudi sambil menonton Drakor dan Leo pokus ke arah depan.
Sementara di jok belakang pengemudi mata Kania terus fokus menatap keluar jendela sambil menyandarkan kepalanya di kaca mobil.
Mata Kania melirik sekilas ke arah Kenan yang sedari tadi fokus pada ponselnya, namun alis Kania mengerut saat melihat Kenan sesekali tersenyum tipis sambil melihat ke arah ponsel.
Itu sangat lah langka di mata Kania melihat senyum tipis dari bibir sekseh Kenan, Kenan yang menyadari Kania yang terus menatapnya menatap balik ke arah Kania dengan tajam.
Kania yang tertangkap basah sedang menatap Kenan memalingkan wajahnya ke arah jendela sambil mengurutuki dirinya sendiri di dalam hati.
"Apa jadwal saya siang ini le?"Tanya Kenan memecahkan kesunyian.
"Nanti siang kita akan ada pertemuan dengan perusahaan Klandra taun untuk membahas kerja sama dengan perusahaan itu"Jawab Leo.
"Heem"Jawab Kenan singkat.
"Key apa gue itu masih kuliah? terus gue tinggal di mana?"Tanya Kania membuat Keysa menoleh ke jok belakang.
Namun baru saja Keysa mengambil nafas akan menjawab ucapan Kania, Kenan dengan cepat langsung memotongnya.
"Ya kau masih kuliah. mulai saat ini kau dan kedua teman mu akan tinggal di rumah ku agar kalian tidak berbolak balik menghemat ongkos"Jawab Kenan dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
"Kalian tidak bisa nolak. WAJIB!"Lanjut Kenan sambil menekan kata terakhirnya.
"What!! kan dari perjanjian itu tidak ada sama sekali buat kita harus tinggal di rumah lo"Seru Kania tanpa sadarnya.
"Kenapa kau bisa tau? kau lagi amnesia bukan?"Tanya Kenan menatap Kania sambil mengerutkan alisnya.
Kania seketika sadar dengan ucapannya, dengan cepat matanya memelototi Keysa agar membatu bicara.
"Ah i.. itu tadi sebelum kita pulang gue tadi ceritain perjanjian kita dulu"Jelas Keysa.
"Oh"Singkat Kenan membuat keduanya menghela nafas leganya.
"Em kan dari perjanjian itu tidak ada peraturan sama sekali buat kita nginap di rumah Lo, jadi kita ti..."Kata Kania terpotong dengan cepat oleh Kenan.
"Saya tidak menerima bantahan. jadi sekarang kita akan pergi dulu ke kontrakan kalian buat membereskan barang barang kalian"Tegas Kenan.
"Sekalian kalian beritahu teman kalian satu lagi biar menghemat waktu. waktu saya berharga"Lanjut Kenan.
'Huhh... kalo gue ga banyakin istighfar udah gue makan idup idup juga ni orang. ngeselin banget seenaknya bikin keputusan sendiri, bahkan ga bisa neko neko lagi' Guman Kania sambil mendelikkan matanya
"Kau jangan mengumpat ku di dalam hati"Kata Kenan tanpa mengalihkan tatapannya dari ponsel.
Kania mendelik kesal sambil terus mengumpat Kenan ngaler kidull. namun beda lagi dari arah pengemudi, Leo menatap sekilas ke arah Keysa yang sedari tadi terus senyum senyum sendiri menatap ponselnya.
Keysa yang merasa ada yang memperhatikan nya menatap ke arah Leo sambil memelototinya garang, Leo kelabakan sendiri tidak terburu mengalihkan matanya.
"Ngapain Lo liat liat?"Ketus Keysa.
"Kau sangat percaya diri sekali nona, tadi saya melihat ada sebuah restoran baru di pinggir jalan"Elak Leo menetralkan ucapannya menjadi datar kembali.
Keysa mengangkat bahunya acuh, Keysa kembali menukar bersama Kirana untuk memberi tahukan ucapan Kenan.
Semetara di mobil yang di kendarai Migo Kirana duduk di kursi samping pengemudi dengan wajah kesalnya saat menerima pesan dari Keysa.
"Kenapa lo? kenapa tuh bibir di maju majuin gitu?"Tanya Migo.
"Lo tau ga, sepupu Lo itu nyebelin banget sumpah"Kata Kirana kesal.
"Hah Kenan? emangnya kenapa dengan dia?"Tanya Migo melirik Kirana yang masih menampilkan wajah kesalnya.
"Kesel banget sumpah, masa iya dia dengan seenaknya nyuruh kita buat tinggal di rumah nya coba? dengan alasan biar ngehemat ongkos biar ha bulak balik"Jelas Kirana.
"Ya bagus lah, kan Kenan ngomong bener"Kata Migo dengan enteng nya.
"Serah dah, mana sekarang gue di suruh baik dulu ke kontrakan buat beres beres baju"Kata Kirana.
"Eh tidak bisa, Lo sekarang temenin gue buat ketemu sama pacar gue. gue udah janjian sama dia"Jawab Migo cepat.
"Lah kalo Lo mau ketemuan sama pacar Lo pergi sendiri lah, kenapa harus ajak gue. gue gak mau ya jadi nyamuk"Kata Kirana kesal.
"Pokoknya gada bantahan masalah bisa gawat kalo Kenan tau gue ketemu sama mantan ke 5 gue, bisa bisa Kenan laporin ke Mamih bisa abis gue. nah kan kalo sama Lo perginya bisa alasan mau jalan jalan"Kata Migo langsung mengambil ponsel di kantung celananya akan menghubungi Kenan.
Setelah mendapat persetujuan dari Kenan mobil Migo melajukan ke arah sebuah restoran yang tidak jauh dari sana.
Kirana hanya bisa terus mengikuti langkah Migo dari belakang, mau protes juga toh Migo selalu mengancam dengan perjanjian itu dengan tidak akan pernah membayar gajinya sama sekali.
Migo menghentikan langkahnya di meja agak pojok dengan seorang wanita cantik memakai baju kurang bahannya terduduk manis sambil memainkan ponselnya.
"Halo sayang, maaf membuat mu menunggu lama"Kata Migo mengecup singkat bibir wanita itu membuat wanita itu tersadar dengan kehadiran Migo.
"Tidak apa aku juga belum lama ko"Kata Wanita itu sambil mengarahkan tatapannya ke arah bangku depan yang terdapat Kirana sedang duduk.
Migo yang tau arti tatapan kekasihnya itu mengelus pelan tangan kekasihnya yang berada di atas meja. "Dia sodara ku, tadinya aku mau mengantarkan pulang dia terlebih dahulu, tetapi dia ingin makan dulu jadi sekalian deh aku ajak kesini saja"
Kirana terus menatap sinis ke arah wanita yang didepannya itu, wanita yang di sebut kekasihnya Migo pun tak kalah tajamnya membalas tatapan Kirana.
"Sayang kau kemana saja? aku sangat merindukanmu"Kata wanita itu sambil menyandarkan kepalanya di bahu Migo dengan tangganya tidak bisa diam mengelus dada Migo yang terhalng baju.
"Aku akhir akhir ini sangat sibuk sayang"Kata Migo sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan kekasihnya itu yang terasa geli walaupun terhalang oleh bajunya.
Migo menahan tangan kekasihnya itu yang semakin nakal bermain di area dadanya, tangganya menarik dagu kekasihnya itu dengan cepat bibir Migo membungkam bibir kekasihnya.
Kirana yang melihat adengan yang seharusnya tidak ia lihat kedua tangganya langsung menutupi matanya sambil mengumpat kelakuan Migo yang tidak kenal tempat langsung sosor saja dengan tiba tiba.
Perlahan Migo melepaskan belitan lidahnya saat keduanya mulai kehabisan pasokan oksigen. tangannya mengelus pelan sudut bibir kekasihnya pelan.
"Astaga apa apaan kalian ini tidak tau tempat saja maen sosor, ahh mataku sudah tidak perawan lagi"Kata Kirana heboh.
"Halah, gue tau Lo bahkan sering liat orang kis di drakor yang Lo sering tonton itu kan?"Kata Migo dirinya tau saat sedang perjalanan tadi matanya menangkap ke arah ponsel Kirana yang sedang menonton drakor sedang bercumbu.
Kirana mencabikkan bibirnya kesal, karena menyadari perutnya yang minta di isi Kirana memesan beberapa makanan, bukan beberapa lagi bahkan sekarang meja makan sudah penuh dengan pesanan dirinya hanya saja di tambah dua piring steak Migo dan kekasihnya.
Kirana menikmati makanannya dengan Hidmat tanpa memperdulikan pasangan di depannya dengan suap suapan bahkan tak segan segan keduanya menunjukan keromantisannya di hadapan Kirana.
Hari semakin siang saja tanpa terasa sekarang sudah menunjukkan jam satu siang, bahkan Kenan terus menelponnya menanyakan keberadaan Migo.
Migo pamit kepada kekasihnya sambil meminta maaf tidak bisa mengantarkan kekasihnya pulang, Migo meluncurkan mobilnya menerobos jalan raya yang lumayan renggang pengendara dengan tujuannya ke kontrakan Kirana dulu.
Bersambung.....