
Kenan memasuki apartemen miliknya dengan langkah ngontai, tubuhnya terasa sangat lelah dengan pekerjaan kantor yang akhir akhir ini memeras otaknya yang membuatnya pening.
Matanya mencari keberadaan Kania ke setiap penjuru apartemen namun Kenan tidak menemukan keberadaan kekasihnya tersebut, Kenan memutuskan mencarinya ke kamar mungkin saja Kania sudah tidur karena hari sudah sangat petang.
"Sayang?"
Kenan tidak melihat keberadaan Kania di dalam kamar tersebut, Kenan seketika khawatir tidak menemukan keberadaan sang pujaan hatinya, pikirannya berkelana kemana mana.
Namun Kenan menghela nafasnya lega saat mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi, Kenan menebak Kania sedang mandi di dalam, tapi tunggu mandi? jam segini?
Kenan merebahkan tubuhnya di ranjang size untuk meredakan lelahnya sejenak sambil menunggu Kania keluar dari kamar mandi.
Mata Kenan terbuka saat mendengar suara pintu terbuka, Kenan mendudukkan dirinya menatap tubuh Kania yang keluar hanya menggunakan handuk putih menutupi tubuhnya sampai dada dengan rambut basah yang tergerai.
"Aaaa!!"Teriak Kania kaget menutupi dadanya secara refleks.
Kania langsung berlari ke arah tempat ruang ganti terbirit-birit membuat Kenan melihatnya tak bisa menahan tertawa melihat wajah panik Kania yang menurutnya sangatlah menggemaskan.
Tak lama Kania menyembulkan kepalanya di pintu melihat keadaan di kamar tersebut, ternyata Kenan tidak ada dia mendengar suara air dari dalam kamar mandi.
Kania menghela nafasnya lega, namun pipinya kembali memerah mengingat kejadian tadi yang sangatlah memalukan.
Hua gue tadi tanpa sengaja ngeliatin badan setengah telanjang gue! gue harus gimana nanti kalau ketemu Kenan? malu banget sumpah!
"Eh apa gue langsung kabur aja ya? pulang gitu ke mansion?"Monoton Kania.
"Kabur kemana sayang, hem?"Tanya tiba tiba Kenan dengan suara beratnya.
Kania membalikan badannya perlahan sambil cengegesan tak jelas menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Kenan melangkah mendekati Kania, tangannya menjitak gemas dahi Kania. "Udah deh jangan banyak tingkah!"
"Eh kamu tadi sangatlah menggoda sayang ingin aku terkam saja!"Bisik Kenan membuat Kania merinding seketika.
Wajah Kania bersemu merah membuat Kenan semakin ingin terus menggoda Kania. "Aku suka itu sayang, sangat lah suka membuat ku ahhh!"
Kania melotot tak percaya berani beraninya Kenan mendesah menggodanya, tangganya menggeplak kencang kepala Kenan tanpa bekas kasihan membuat Kenan memekik kesakitan.
"Awww, sayang hentikan sakit, aduh... aduh ini namamu KDRT loh yang!"Teriak Kenan berusaha menghindari geplak kan mautnya Kania.
"Nih raisain nihh, gak ada ampun buat kami!"
Kenan melarikan diri ke ruang ganti untuk menyelamatkan diri dari amukan singa jantan yang sedang mengamuk, benar saja setelah Kenan masuk mengunci pintunya pekikan menggelegar siapa saja yang mendengarnya pasti gendang telinga mereka akan rusak.
"Kenan!! kesini kamuu! awas aja nanti!!"
Setalah mengganti bajunya dengan kaus oblong serta celana pendek yang membuat menambah ketampanan Kenan sekarang, Kenan dengan perlahan membuka pintunya mengintip sedikit dari celah pintu yang terbuka sedikit.
Terlihat Kania sedang berbaring memunggunginya, Kenan menelan salipannya susah payah pasti kekasihmu sekarang sedang marah besar. Kenan berdoa dalam hati sambil melangkah takut takut mendekati ranjang.
Baru saja bokongnya akan mengenai ranjang Kania dengan cepat menendang bokong Kenan membuat nya tersungkur di lantai dengan tak elitnya.
"Aduh sayang kamu itu udah KDRT dari tadi loh, kamu gak kasihan sama aku di nistain mulu"Kata Kenan memasang wajah semenyedih kan nya mungkin.
Kania memasang wajah garangnya membuat nyali Kenan seketika menciut. "Apa? siapa suruh godain aku kayak tadi!"
Kenan menunduk takut, sungguh melihat marahnya Kania dia tidak bisa berkutik. dimana keberaniannya yang sering memarahi karyawan yang tidak bercus dalam bekerja.
"Ya aku salah makanya aku minta maaf yang"Cicit Kenan takut takut.
Kania memghela nafsnya pelan, Kania tidak tega melihat wajah Kenan sekarang, namun Kania menepisnya sekarang Kania ingin memberi Kenan pelajaran.
"Oke aku maafin"Kata Kania membuat Kenan mengangkat wajahnya berbinar.
"Tapi.. malam ini kamu tidur di sofa gak ada yang namanya satu ranjang!"Tegas Kania.
"Loh yang, gak..."
"Kalau banyak cingcong, aku gak jadi maafin kamu aku ngambek satu minggu!"Ketus Kania.
Kenan dengan terpaksa mengaanggukan kepalanya pasrah, dengan berat hati tangannya mengambil bantal dan juga selimut yang Kania sodorkan.
"Yang boleh kan cium sekali saja biar aku nyenyak tidurnya? ya ya ya? cuman satu kecupan janji?"Kata Kenan mengangkat jarinya membentuk pis.
Kania melihat wajah memohon Kenan tidak tega untuk tidak mengiyakan permintaan tersebut, Kenan kegirangan dengan semangat mendekat kan wajahnya.
Cup
Dengan mencari kesempatan sebelum melepaskan kecupan tersebut Kenan me**mat sedikit bibir pink menggoda tersebut sambil tersenyum tak jelas membuat Kania mendelik.
Kenan melangkah mendekati sofa dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya, sepertinya tidak terlalu buruk dia tidur di sofa karena sudah mendapat bibir pink kekasihnya yang menggodanya sejak tadi.
Pacarnya siapa sih pen nampol deh gue lama lama tapi sayang
...πππππππ...
Di tempat dan negara yang berbeda seorang Pria menatap wanita yang melahirkan nya malas. "Mommy maunya apa sih? bohongin aku biar pulang ke sini?
"Mommy gak mau kamu pacaran sama wanita miskin itu ya Migo, inget derajat dia gak sama sama kita, kamu lihat Belle dia itu udah cantik, seoarang model terkenal lah dia apa? apa yang kamu pertahankan dari wanita seperti dia?"Tanya Friska tersulut emosi.
Tangan Belle mencoba mengelus pundak Friska sambil tersenyum manis, namun di mata Migo sangat menjijikkan. "Udah Tante, sabar jangan emosi kasihan kan Migo baru pulang pasti capek. iya kan sayang?"
Migo menatap jijik wajah Belle yang penuh pencitraan yang membuat nya muak. "Cih dasar wanita bermuka dua! sangat menjijikkan!"
"Migo jaga ucapan mu! mommy tidak pernah mengajarimu seperti itu! Belle itu wanita baik baik!"Teriak Friska tersulut emosi, tanpa mereka ketahui Belle tersenyum licik.
Bram yang dari tadi hanya menyimak perdebatan tersebut mendekati sang istri untuk menenangkan nya saat keadaan semakin panas.
"Udah mom, nanti darah tingginya naik. kamu Migo sebaiknya istirahat lah dulu, ajak juga adik mu yang dari tadi cemberut itu buat naik ke atas!"Kata Bram.
Migo mengangguk terpaksa mendorong kopernya naik ke lantai atas menggunakan lift, Caramel dengan wajah cemberutnya mengikuti sang abang masuk kedalam lift.
Sebel... sebel, kan mommy kemarin cuman suruh abamg aja yang pulang kok aku juga di suruh pulang sih. kan aku masih kangen sama kak Leo gimana kalo si Keysa deket deket sama kak Leo coba
Bersambung....
Bercerita tentang manis pahitnya kehidupan seorang wanita cantik bernama Sashi yang harus berjuang membesarkan putranya seorang diri setelah kematian suaminya karena kecelakaan. Sashi yang seorang desainer harus mampu mengelola dan mempertahankan perusahaan peninggalan suaminya dari sifat tamak adik iparnya.
Seiring waktu, Sashi berubah menjadi seorang CEO wanita dan seorang Ibu serta akan menguak misteri kematian suaminya. Apakah ketika semuanya terkuak Sashi masih sendiri, atau ia berhasil menemukan pendamping hidupnya?