
Campus yang di bubarkan karena para dosen akan ada rapat penting membuat ketiga wanita bersahabat bersorak bahagia sepanjang perjalanan menuju parkiran. Sesekali Keysa dan Kirana menggoda adik kelas pria yang menatap mereka kagum. kan kapan lagi coba.
"Kiw adik gemes.. sini sama tante cantik, ntar di beliin es cream."Goda Keysa membuat pria yang pipinya berisi menampakkan semburat merah mendapat saapan tersebut.
"Cowok.. culik kakak dong! eh boleh minta nomor WhatsApp nya? siapa tahu kalian kangen."Goda Kirana menggerlingkan matanya tak kalah stres.
Kania yang melihat kelakuan kedua sahabatnya menggeleng kembali fokus ke ponselnya untuk menghubungi sang kekasih pujaannya.
"Kurang pro kalian berdua godin orang, gimana mau jadi pelakor soal gitu aja masih di tingkat paling bawah, bukannya ngegodain itu mah kayak lagi bujuk anak!"
"Yeu lo mah berarti kita gak ada bakat jadi bibit pelakor ya, sembarangan banget!"Nyolot Keysa tak memperdulikan Kirana yang sedang mengetik no pria adik kelasnya. Kirana tidak tahu saja kalau Migo dari lantai dua sedang menatapnya tajam.
"Sayang!"
Mampus!
Kirana mengalihkan tatapnya ke arah suara, terlihat Migo sedang berjalan cepat menuju ke arahnya tak lupa juga wajah masam tak bersahabat nya.
"Kita gak ikut ikutan ye ki!"Teriak Keysa berlari dengan Kania meninggalkan Kirana yang sedang panas dingin.
Kedua sahabat laknat nya sedang tertawa bahagia melihat kesengsaraan Kirana, mereka tak bisa membayangkan Kirana pasti seperti anak kucing yang ketakutan di marahi induknya yang ketahuan kelakuan nakal nya.
"Hahaha aduh perut gue sakit... anjrottt gue ngakak banget liat wajah tegangnya, ke nahan berak."
Keysa tertawa lepas memukul tangan Kania tanpa beban."Bener ngabrut gue!"
"Ngabrut apaan?"Kesal Kania sambil menyingkirkan tangan Keysa yang masih memukul tangannya.
"Ngakak brutal besti! gak asik lo masak gitu aja gak tau, lagi tren flend bahasa di singkat kek gitu. Kayaknya efek lo deket ma si Kenan jadi kudet kan lo!"
Suara klakson mobil yang berhenti tepat di depan mereka membuat atensi keduanya teralihkan ke subjek di depannya.
"Kak Bian!"Kata Kania setengah teriak saat kaca mobil tersebut terbuka.
Keysa memutar matanya malas."Biasa aja kali! banyak drama banget, udah lah gue masuk duluan bye!"
Kania mendengus kesal melihat Keysa sudah masuk ke kursi depan, bibirnya menggerutu kesal masuk ke kursi penumpang di belakang.
"Udah adek kesayangannya Kakak jangan cemberut terus dari tadi, gimana kalau kita makan bakso di tempat langganan kita dulu?"Tawar Bian di sela mengemudinya.
Kania tak menjawab, dia malah membuang wajahnya ke luar jendela sambil bersidakap dada. sementara yang tersangka Keysa tak memperdulikan rajukan Kania, toh pikirannya pasti Kania akan kembali tak marah kalau punya butuh.
Dia yakin itu, apa lagi wajah memelasnya saat seperti anak kucing kalau lagi pengen makan. Dan mau tak mau Keysa harus menuruti nya kalau tidak Kania pasti akan nangis kejer sambil bergulang-guling.
Bukannya tak mau menuruti, Keysa sudah cemas sendiri kalau dia mengiyakan permintaan nya Kania selalu ngelunjak yang tadinya minta bakso saja jadi minta di beliin ini lah itu lah membuat dompetnya terkuras.
"Gak usah di bujuk tuh orang mah kak, nanti ngelunjak bisa-bisa dompet kakak jebol memenuhi permintaan nya. Nanti juga baek sendiri"Delik Keysa.
Kania menatap sengit Keysa sambil berkacak pinggang."Nggak ya. Lo aja kali yang miskin cuman minta mie ayam, mie kocok, cilok, batagor, pizza, burger, telor gulung, es cincau, tahu bulat.. eh apa lagi ya? itu deh pokoknya. Lo terlalu perhitungan temen sendiri!"
"Serah lo gue nyerah. Inget lo minta nya bukan satu porsi tapi dua Kania dua! coba itung yang Lo sebut di kali dua dan jumlahin berapa harganya mana itu belum ke sebut semua sukijem!"
Bian tersenyum simpul melihat pertengkaran keduanya, ini lah yang Bian rindukan dari adik adiknya kalau dengan bersama pasti saja ada pertengkaran dari mereka.
Namun itu tidak lama mereka pasti akan kembali menjadi Teletubbies yang kurang personil saling menyayangi satu sama lain.
"Udah jangan pada berantem, kak Bian akan turuti kemauan adek kesayangan kakak asal jangan marah lagi oke? janji."Tawar Bian menatap ke kursi belakang.
Kania berbinar menghambur pelukannya ke dekapan hangat Bian, Keysa menatap jengah keduanya yang penuh drama. Kania yang melihat Keysa menatapnya menjulurkan lidahnya penuh kemenangan.
"Sini key peluk juga."
Eh?
Keysa tersentak saat tangannya di tarik oleh tangan kekar Bian untuk masuk kedalam dekapan tersebut. Keysa hanya bisa diam seperti patung, tetapi lamunannya buyar mendengar bisikan Kania.
"Lo kalah dari gue! wlee!"
Keduanya saling tatap sengit di sela dekapan tersebut. Bian mengecup kepala Kania sayang, dan kini beralih ke Keysa mengecupnya lama beda dari Kania, namun bukan di kepala melainkan di kening.
Eh?
...πππππππ...
Kenan mengepalkan tangannya erat melihat foto dari layar ponselnya yang di kirim oleh anak buahnya untuk menjaga Kania dari jarak jauh.
Sial!
Kenan nyimpan ponsel miliknya di atas meja dengan keras membuat semua orang yang berada di ruangan rapat menatap CEO yang mereka prediksi sedang marah.
"Rapat kita hari ini sudah cukup. kita bisa lanjutkan lagi besok."Kata Leo datar mengerti dengan situasi Kenan sekarang.
Para dewan dan direktur mengangguk meninggalkan ruangan rapat tersebut, mata Leo menatap Kenan yang melonggarkan dasinya dengan wajah merah menahan emosi.
"Ada apa?"
Kenan melemparkan ponselnya yang langsung di tangkap cepat oleh Leo, alis Leo mengerut melihat foto dimana Kania dan Keysa sedang berada di kedai bakso pinggir jalan sambil tertawa lepas.
Jari kekarnya menggeser ke samping ternyata ada sebuah video. Mata tajamnya memperhatikan video tersebut namun tepat di adegan tangan Bian mengusap kecap di pinggir bibir Keysa Leo langsung menghentikan video tersebut.
Cih basi, sungguh banyak drama sekali mereka. Membuat saya sangat muak saja!
"Kenapa kau tak menyusulnya saja?"Tanya Leo menatap datar Kenan yang memegang bolpoin hingga bengkok.
Kenan menatap elang."Kenapa kau tak bilang dari tadi! dasar asisten tak berguna!"
Leo menghela nafasnya kasar, sungguh dirinya harus sabar dengan sikap atasannya yang sangat menyebalkan. Apalagi sekarang dia marah-marah tak jelas hanya cemburu buta?
Leo sungguh tak sadar diri ya gaiss kalau dia juga tak kalah menyebalkan dari Kenan, buktinya Keysa sudah menjadi korbannya.
"Sungguh sangat mengerikan orang yang sedang di mabuk asmara. Memang benar istilah mengatakan cinta bisa merubah segalanya."
Hah!
"Ini sebab nya saya tak mau berhubungan dengan wanita, sangat merepotkan."
Bersambung....
Jangan lupa kasih dukungannya dengan like komen di setiap bab nya ya...