
Keysa di buat kalang kabut sekarang, kenapa dia bisa lupa dengan jadwal kuliah paginya. mana waktu masuknya 25 menit lagi lagi, belum lagi dia menunggu taksi lewat.
Kirana biadab, Keysa akan memberi nya pelajaran nanti mentang mentang udah punya ayang lupa ma sahabat sendiri.
Kedua kakinya berlari keluar rumah tersebut dengan tas yang di selempang sebelah bahunya, kedua tangannya pun sibuk merapihkan rambutnya yang terlihat berantakan.
Matanya melirik arloji di tangannya, tidak waktunya hanya tinggal 20 menit lagi. kedua matanya binar melihat mobil milik Leo yang sepertinya juga akan berangkat ke kantor. mungkin keberuntungan sedang berpihak kepadanya.
Keysa berlari memasuki mobil yang pintunya terbuka. "Hah akhirnya!"
Leo menatap datar Keysa yang duduk di sebelahnya. "Kau mengapa ada di mobil saya? kelaur! saya mau berangkat!"
"Hehe kan Bapak hari ini udah cakep kan, keren gini, anterin dulu saya lah ya ke kampus soalnya gak keburu nunggu taksi"
Leo memasang sabuk pengamannya sambil menghidupkan mesin mobil. "Merepotkan saja!"
Hati Keysa bersorak senang, walaupun Leo tidak ikhlas mengantarkan dia tidak perduli yang penting dia tidak terlambat, dia bergidik ngeri mengingat Dosen yang mengajarnya sekarang sangat memegang teguh kedisiplinan mana galaknya gak ada duanya.
"Astoge waktunya mana 15 menit lagi, pak bisa cepetin lagi gak saya sudah telat ini"Pekik Keysa heboh.
"Saya bukan babu kamu!"Kesal Leo mendelik.
"Ayolah pak ini mah nyangkut sama hidup dan mati saya ini"
"Saya tidak peduli!"Tegas Leo.
Namun tak urung Leo menambah kecepatan laju mobilnya di atas rata rata membuat Keysa memekik kaget.
Huaa! gue belom mau mati mudaaa. sumpah gue nyesel buat dia ngebut ini mah ngajakin gue ke pintu berkah, eh bibir gue kepeleset maksudnya ke pintu kematian anjimmm
"Huaa! pakk saya pusing ini, pak itu awas ada mobil pak nanti nabrak, aduh gimana ini saya masih ingin hidup, huaa! Kan, Ki gue minta maaf banyak dosa sama Lo!"Teriak Keysa histeris melihat Leo terus menyelip mobil yang jaraknya hanya beberapa senti saja dari mobil bagian depannya.
Dasar wanita menyusahkan!
Mobil yang dikendarai Leo berhenti di depan gedung universitas, Keysa masih diam syok tatapan matanya kosong, apa dia sudang mati?
"Cepatlah keluar saya masih banyak kerjaan!"Sentak Leo menyadarkan Keysa.
"Pak saya belum isdet kan? ini beneran saya masih nafas? ya Allah terimakasih karena masih memberi wanita cantik ini kehidupan!"Heboh Keysa sambil mengangkat tangannya berdoa.
"Dasar gila!"
"Jangan bilang gitu pak nanti cintah Lo sama saya, ntar bapak kelepek kelepek melihat pesona inces ini"Kata Keysa mengedipkan matanya genit.
"Cih tidak akan, saya tidak sudi mempunyai wanita gila seperti mu"Kata Leo menatap datar Keysa yang sedang menatapnya menggoda.
"Awas makan omongan sendiri, nanti malu pak saya tau kok saya emang cantiknya gak ada obat bapak cepat atau lambat bakal bucin, yakin nih bapak gak tersepona?"Goda Keysa mencolek lengan kekar tersebut, Leo menatap tajam wanita di depannya namun tak urung nantinya berpacu lebih cepat.
Ada apa dengan jantung saya?
"Gak. dan gak akan pernah terjadi"Kata Leo penuh penekanan menatap elang lawan bicaranya.
"Bapak..."
"Jangan panggil saya bapak. saya bukan bapak kamu!"Potong Leo.
"Yaudah deh saya panggil sayang saja!"Goda Keysa.
Leo memalingkan wajahnya ke arah jendela, sial mengapa wajahnya memerah mendengar ucapan gila Keysa, ini sudah gila apa dia sekarang sedang salah tingkah?
"Cie salting, cieee...."Kata Keysa berusaha melihat wajah Leo.
Leo menetralkan wajahnya kembali sebelum berbalik menatap Keysa. "Jangan terlalu kepedean. ah rupanya sudah jam 8 kurang lima menit ya, saya lupa ada rapat gimana ya"
Kedua mata Keysa melotot seketika, kenapa dia bisa melupakan kelasnya? Keysa keluar menutup pintu mobil dengan keras, kaki kecilnya berlari sekencang kencangnya masuk kedalam universitas.
Leo yang melihat Keysa berlari terkekeh sinis. Hahaha lihatlah wajah paniknya menggelikan sekali, emang enak saya kerjain balik, baru jam 8 kurang sepuluh menit juga
Leo menginjak gas mobilnya meninggalkan gedung universitas dengan wajah puasnya melihat wajah menderita Keysa kayak tadi, dia tidak bisa membayangkan wajah kesal Keysa.
Di lain tempat Kesya masuk kelasnya dengan deru nafas yang tidak beraturan, alisnya terangkat kenapa dosennya tidak ada? matanya melihat ke arloji di tangannya.
Manik matanya menelisik setiap penjuru kelas mencari keberadaan Kirana, wajahnya sudah memerah menahan marah dengan deru nafas yang naik turun. semua yang dirinya alami sekarang semuanya adalah salah Kirana.
"Dimana Kirana?"Teriak Keysa membuat seisi kelas kicep.
"Ck Lo bisu hah! gue bilang di mana Kirana?"Teriak Keysa penuh emosi.
"Dia la..hi di kantin gue lihat, lagi makan sama Migo"Gugup Fani, sungguh walaupun mereka bersahabat melihat Keysa sekarang membuat nya bergidik ngeri.
Keysa berlalu keluar berjalan menuju kantin dengan wajah kesalnya, matanya mencari setiap penjuru kantin mencari keberadaan dua sejoli yang di mabuk Asama.
Dan benar saja di arah pojok kantin Kirana dan Migo sedang asik bersuap ria, Keysa berdengus kesal dia dari pagi menderita akibat kesiangan lah Kirana sedang santai bermesraan.
"Kirana! sini lo!"Teriak Keysa membuat siapa saja yang mendengarnya teriakan toanya langsung menutup telinganya rapat rapat.
"Sini lo, mentang mentang udah punya ayang lupa sama besti ya lo!"Pelotot Keysa mencewer telinga Kirana.
Kirana meringis kesakitan, memang jeweran dan cubitan Keysa tidak pernah ada tandingannya enaknya pollll. "Huaaa! maafin anak mu ini kanjeng mami hamba salah menelantarkan kanjeng mami!"
"Ga ada maaf maafan gue marah sama Lo ya!"Pelotot Keysa garang membuat Kirana menciut.
"Maaf key, gue salah"Tunduk Kirana penuh sesal.
Migo yang dari tadi diam saja bangkit dari duduknya untuk membela sang pujaan yang di amuk oleh genderewo kesetanan.
"Heh Lo, lepasin tangan Lo dari pacar gue!"
"Apa lo? jangan ikut campur deh! ini juga semuanya salah lo!"Sentak Keysa membuat Migo kicep.
"Ya.. yaa kan Kirana udah minta maaf sama lo"Kata Migo.
"Lo berani sama gue? sini maju lawan gue!"Kata Keysa memasang kuda kudanya.
"Maju? berani gak lo?"
"Yaa ten..tu gue, gak berani lah.... hayuk sayang kita, kaborrr....."Teriak Migo menarik tangan Kirana membawanya pergi.
"Mogoo kampret! sini lo, mau lari kemana Lo pada!"Teriak Keysa penuh amarah mengejar Keduanya.
Bersambung
Mampir cerita temannya author juga yuk, cus langsing kepo in,
Blurb :
Menceritakan wanita yang nyaris sempurna hidup dan fisiknya.
Sangat cantik, pintar dan tajir. Namun, kesepian dan butuh cinta.
Keadaan memaksa nya untuk menikah, dan dia membutuhkan lelaki untuk bisa dinikahinya.
Dan lelaki yang dinikahinya harus mau menerima bayaran untuk pernikahan itu dan menjadi suaminya, sebagai suami bayaran.
Karena dia belum bisa sepenuhnya mempercayai kata cinta. dan tidak ingin terhutang budi oleh seseorang karena telah menikahinya.
Namun siapa sangka, lelaki yanh di nikahinya itu, seorang bocah yang masih dibawah umur, yang diidolakan banyak kaum hawa.
Agung. Seorang lelaki bocah yang ternyata mempunyai kehidupan yang sempurna juga, dia di idolakan oleh hampir semua kaum hawa di sekelilingnya. Bahkan setelah menjadi suami Alexa ,Agung pun di idolakan dan di incar oleh para kaum hawa yang ada dalam ke hidupan Alexa.
Lalu, akankah Alexa mampu mempertahankan Agung tetap jadi milikny?
Akankah Agung tetap setia?
Dan akankah Alexa kuat dengan semua masalah yang dihadapinya?
Dimana masalahnya ternyata penghianatan dari orang-orang terdekatnya?