TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 43



Kini sudah sudah satu Minggu Migo berada di negara kelahirannya, dan sudah satu Minggu juga Migo susah untuk menghubungi nomor sang kekasih.


Migo sekarang sedang kelimpungan sendiri di balkon kamarnya, dia sudah seperti setrikaan bolak-balik mencemaskan keadaan Kirana di sana. Dia harus bagaimana sekarang?


Saat dia menghubungi Kirana selalu saja menolak semua panggilannya. Dia sangat menyesal telah membangunkan macan betina yang sedang tidur, kini kelimpungan sendiri kan jadinya.


"Arghhh, gue harus pulang sekarang juga! kalau begini terus gue gak akan bisa tenang!"


Migo mengacak rambutnya frustasi, bener jalan satu satunya sekarang dirinya harus pulang ke negara A agar tahu keadaan kekasihnya.


Tapi bagaimana dengan Mommy nya? pasti tidak akan membiarkan dirinya pulang begitu saja pasti akan menahannya agar tetap tinggal.


"Pokonya gue harus pulang bagaimana pun caranya, sekalipun Mommy halangi gue gue gak perduli!"


Migo keluar dari kamarnya untuk turun ke lantai bawah menemui sang Mommy untuk memberitahukan niat keperluannya.


Senyuman yang terpancar dari mimik wajah Migo membayangkan bisa kembali bersama Kirana lenyap sudah tergantikan oleh wajah masamnya melihat wajah menjijikan Belle sedang duduk di ruang tamu bersama Friska.


"Nah itu Migo, sayang kemari!"Teriak Friska sambil tersenyum.


Migo dengan wajah masamnya mendekati sang Mommy yang memanggilnya, matanya mendelik tak suka dengan keberadaan nenek lampir yang sedang duduk tersenyum.


"Lo ngapain sih ke rumah gue mulu? di usir? apa gak punya rumah?"Kata Migo tak suka melihat keberadaan Belle.


"Migo jangan bicara begitu sama Belle!"


"Maaf ya sayang, mungkin Migo nya lagi banyak pikiran jadi begitu."Kata Friska tersenyum hangat kepada Bella.


"Iya Tante gak papa kok"Kata Belle membalas dengan senyuman kembali.


Kamu liat saja Migo sayang, kamu pasti akan menjadi milik ku cepat atau lambat. Dan ya si wanita miskin itu akan aku singkirkan!


"Migo hari ini kan kamu temenin Belle jalan-jalan ya? kamu udah lama Lo gak pergi berdua sama Belle."


Belle bangkit dari duduknya mendekati Migo yang duduk di kursi sebrang nya, tangannya bergelayut manja sambil menyandarkan kepalanya di pundak Migo.


"Iya loh sayang kita jalan keluar yuk? kita tuh harus sering sering berduaan, kan sebentar lagi kita akan menikah."


Migo menyentak kasar tangan Belle yang berada di tangannya, matanya menatap tajam Belle. "Inget ya! udah berapa kali gue bilang, kita gak ada hubungan apa-apa belek. Mommy dulu cuman bilang akan menjodohkan kita dan terus mendesak gue untuk melamar lo."


"Itu bukan berarti lo bisa seenaknya mengakui hubungan khayalan lo itu. gue tak akan pernah sudi bertunangan atau pun menikah dengan wanita j**ang seperti lo! lo kira gue nggak tau kelakuan lo di luar sana hah?"


"Lo bahkan dengan suka rela nya memberikan mahkota lo begitu saja kepada pria di luar sana. dasar wanita menjijikkan!"


Setelah mengungkapkan semua isi hatinya yang dari dulu Migo tahan, Migo naik ke lantai atas menuju kamarnya tanpa memperdulikan pekikan Mommy nya terus memanggil namanya.


"Migo! kau mau kemana hah? dasar anak kurang ajar! beraninya kamu menuduh Belle dengan ucapan omong kosong mu itu! hey!"Teriak Friska tak menyangka ucapan anaknya yang sudah di luar batas.


"Udan sayang, kamu jangan nangis oke? biar urusan Migo Tante yang urus"Kata Friska memeluk tubuh Belle menenangkan.


"Hiks... hikss... Tante percaya kan sama aku? aku gak mungkin ngelakuin semua yang Migo tuduhkan tadi."Isak Belle dengan acting yang berhasil membuat Friska khawatir.


"Pasti sayang... Tante percaya kalau kamu bukan wanita seperti itu, kamu sekarang tenang oke? ada Tante"


Suara langkah dari arah tangga mengalihkan atensi kedua wanita di sofa ruang tamu, Friska berdiri mendekat Miho yang menyeret koper di tangganya.


"Kamu mau kemana!"


"Aku mau kembali ke negara A, sekalipun tanpa ijin dari Mommy! aku akan kembali."Kata Migo.


"Sekarang kamu berani melawan Mommy ya Migo! pasti ini semua gara-gara wanita kampung itu yang sudah mencuci pikiran kamu kan?"Sentak Friska berapi-api.


Migo mengepalkan tangannya erat, nafasnya naik turun menahan emosi yang akan meledak. "Stop mom, jangan pernah Mommy hina Kirana! dia wanita baik-baik yang sudah rubah kehidupan Migo!"


"Iya sudah merubah kehidupan mu, dia sudah mempengaruhi mu Migo, buka matamu Migo! dia hanya wanita miskin yang nasibnya berubah setelah bertemu dengan mu! lihat lah Belle dia cantik dan yang lebih penting Belle sederajat dengan kita!"


Migo terkekeh sinis. "Itu ajaran seorang Mommy yang mendidik anaknya? itu? aku tak habis pikir dengan jalan pikiran Mommy, Mommy selalu menilai orang dengan tahta dan martabat."


"Walaupun Kirana miskin yang seperti Mommy bilang, dia bahkan lebih tau apa itu namanya sopan santun! bahkan orang yang tak punya apa-apa di luar sana bisa menghargai orang lain tanpa mengukur nya dengan harta! ingat mom harta kita hanya titipan tidak akan kita bawa mati!"


Belle yang melihat perdebatan tersebut tersenyum penuh kemenangan. Hahaha si Friska memang bodoh, gampang banget gue kibulin! tunggu tanggal mainnya aja


Friska diam seribu bahasa mendengar ucapan Migo. apa dirinya sudah sangat keterlaluan? tapi dia tak mau keturunannya mempunyai menantu miskin, mau di taruh di mana mukanya kalau orang-orang tahu.


"Mommy tak perduli! pokonya kamu secepatnya harus menikah dengan Belle!"Sentak Friska.


Migo kembali terkekeh sinis melihat Friska yang bersikukuh dengan ucapannya. "Mommy sudah termakan omongan wanita ular itu, aku pergi. Semoga Mommy tak menyesal telah berpihak kepada wanita ja**ng itu."


Migo keluar dari rumah megah tersebut menyeret kopernya menuju mobil yang sudah di depan pintu ramah.


"Jalan pak!"Kata Migo mendapat anggukan dari sopir pribadinya.


"Migo! kamu yang akan menyesal dengan keputusan mu itu yang membuang emas demi batu kerikil yang tak punya harganya!"Teriak Friska menatap mobil yang keluar dari pekarangan rumahnya.


"Udah Tante biarkan Migo dan wanita miskin itu bersenang-senang dulu sebelum hubungannya hancur"Kata Belle mempengaruhi Friska.


"Kamu benar Belle, kita jalan kan rencana kita itu, karena Tante tak akan pernah sudi mempunyai menantu miskin. Yang berhak jadi mantu Tante hanya kamu."


Belle senyum manis menutupi senyum sinis nya menggenggam tangan Friska. "Iya Tante jangan biarkan wanita miskin itu merusak harga diri tante!"


Hahaha dasar wanita tua bau tanah, gampang sekali aku hasut. kau benar wanita tua... semakin cepat hungan mereka hancur maka semakin cepat juga gue nguasain harta lo!


Bersambung


Mampir yuk ke ceritanya kak Mphoon yang kece abis, cus langsung kepoin.....